Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Hadapi 2022, Pelaku Usaha Butuh Dua Insentif Pajak Ini

A+
A-
2
A+
A-
2
Hadapi 2022, Pelaku Usaha Butuh Dua Insentif Pajak Ini

Ketum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dalam acara Economic Outlook 2022, Selasa (23/11/2021).

JAKARTA, DDTCNews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut beberapa insentif yang masih dibutuhkan pelaku usaha pada tahun depan, termasuk dalam bidang perpajakan.

Ketum Kadin Arsjad Rasjid mengatakan terdapat 4 jenis insentif yang masih dibutuhkan pelaku usaha pada 2022. Keempat insentif tersebut adalah pada bidang pajak, keringanan beban biaya produksi, relaksasi kredit, dan bantuan modal.

Pada bidang pajak, relaksasi dan penundaan pembayaran pajak masih dibutuhkan. Salah satu yang dibutuhkan pelaku usaha adalah kompensasi kerugian yang berlaku untuk masa pajak selanjutnya atau carry forward dan masa pajak sebelumnya atau carry back.

Baca Juga: Serapan Insentif Perpajakan Sudah Lampaui Pagu, Ini Kata Airlangga

"Bicara insentif pajak yang dibutuhkan dunia usaha itu mekanisme carry loss forward dan back harus ada disitu dan bagaimana penundaan pembayaran pajak yang mungkin harus dipikirkan," katanya dalam acara Economic Outlook 2022, Selasa (23/11/2021).

Arsjad berharap kedua skema insentif pajak tersebut bisa diberikan pemerintah untuk mendukung pemulihan kegiatan usaha pada tahun depan. Kemudian, pelaku usaha juga membutuhkan keringanan pada beban biaya produksi.

Pada aspek ini sektor manufaktur paling membutuhkan keringanan biaya tagihan listrik. Sebab, sektor usaha tersebut masih tumbuh positif pada masa pandemi Covid-19 dan berkontribusi 19,8% terhadap PDB nasional.

Baca Juga: Pengenaan Pajak Keuntungan Modal atas Cryptocurrency Akhirnya Ditunda

Selanjutnya, insentif yang dibutuhkan adalah masih berlakunya relaksasi pembayaran kredit. Menurut Arsjad, insentif tersebut dapat menjadi instrumen untuk menjaga likuiditas usaha melalui keringanan pembayaran bunga bank.

Lalu, lanjutnya, insentif bantuan modal juga masih dibutuhkan pada tahun depan. Insentif ini paling dibutuhkan oleh bisnis dengan skala usaha kecil hingga menengah.

"Bantuan permodalan usaha kecil dan menengah masih dibutuhkan mengingat permodalan untuk industri kecil terbatas dan berasal dari modal sendiri," tuturnya. (rig)

Baca Juga: Tegas! Denda Maksimum Bagi Pengelak Pajak Dinaikkan 10 Kali Lipat

Topik : kadin indonesia, pelaku usaha,

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 05 Desember 2021 | 13:00 WIB
ITALIA

Mulai Tahun Depan, Lapisan Penghasilan Kena Pajak WP OP Direvisi

Minggu, 05 Desember 2021 | 11:30 WIB
KOTA BENGKULU

Tagih Pajak PBB, Petugas Mulai Turun ke Lapangan

Minggu, 05 Desember 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PERPAJAKAN

Jenis-Jenis Audit Kepabeanan dan Cukai

berita pilihan

Senin, 06 Desember 2021 | 15:27 WIB
INSENTIF PAJAK

Serapan Insentif Perpajakan Sudah Lampaui Pagu, Ini Kata Airlangga

Senin, 06 Desember 2021 | 15:00 WIB
KOREA SELATAN

Pengenaan Pajak Keuntungan Modal atas Cryptocurrency Akhirnya Ditunda

Senin, 06 Desember 2021 | 14:30 WIB
TAIWAN

Tegas! Denda Maksimum Bagi Pengelak Pajak Dinaikkan 10 Kali Lipat

Senin, 06 Desember 2021 | 14:00 WIB
INGGRIS

Tarif PPh Badan Naik di 2023, Pengusaha Beri Warning Soal Ini

Senin, 06 Desember 2021 | 13:33 WIB
PENEGAKAN HUKUM

KPP Pratama Boyolali Lelang 2 Unit Apartemen Wajib Pajak

Senin, 06 Desember 2021 | 13:30 WIB
PROVINSI BENGKULU

Berlaku Hingga 31 Januari 2022, Pemprov Beri Diskon BBNKB untuk Mobil

Senin, 06 Desember 2021 | 13:00 WIB
BANGLADESH

Otoritas Pajak Minta Harga di Label Produk Sudah Termasuk PPN

Senin, 06 Desember 2021 | 12:30 WIB
ALBANIA

Berlaku Mulai Juli 2022, Ketentuan Penghasilan Kena Pajak Direvisi

Senin, 06 Desember 2021 | 12:00 WIB
ARAB SAUDI

Mulai Desember 2021, PKP Wajib Terbitkan Faktur Pajak Digital

Senin, 06 Desember 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN

Dukung Ketahanan Energi, DJBC Berikan Sederet Fasilitas Kepabeanan