Berita
Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:24 WIB
KPP PRATAMA BEKASI BARAT
Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

Evaluasi PPKM: Kasus Terkendali, Jokowi Wanti-wanti Gelombang Lanjutan

A+
A-
0
A+
A-
0
Evaluasi PPKM: Kasus Terkendali, Jokowi Wanti-wanti Gelombang Lanjutan

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah melakukan evaluasi pelaksanaan PPKM secara mingguan. Per pekan ini, pelaksanaan PPKM di Jawa-Bali disebut berhasil menjaga angka kasus Covid-19 di level rendah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan kasus konfirmasi di Jawa dan Bali telah turun hingga 98,9% dibanding puncak kasus pada 15 Juli 2021.

Kendati begitu, Luhut mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti seluruh jajarannya terkait peluang munculnya gelombang Covid-19 lanjutan. Apalagi saat ini tercatat ada peningkatan kasus di 105 kota dan kabupaten, meski kondisinya masih terkontrol.

Baca Juga: Jokowi Ingin Pandemi Jadi Momentum untuk Transformasi Ekonomi

"Tapi kami melihat ada indikasi naik turun naik turun itu. Tentu kita perlu waspadai. Makanya banyak nanti langkah-langkah yang kita lakukan, terkadang nanti dianggap terlalu ketat tapi kita tidak punya pilihan," ujar Luhut dalam keterangan pers, Senin (25/10/2021).

Pemerintah, lanjut Luhut, juga terus memantau perkembangan pandemi di level global terutama kenaikan kasus secara signifikan yang terjadi di banyak negara di Eropa. Padahal laju vaksinasi di sana terbilang cukup tinggi.

Menyikapi peluang lonjakan kasus ke depan, pemerintah melakukan survei melalui Balitbang Kementerian Perhubungan. Hasilnya, diprediksi ada 19,9 juta orang di Jawa dan Bali yang akan melakukan perjalanan sepanjang libur Natal dan Tahun Baru 2022. Khusus di wilayah Jabodetabek, ada 4,45 juta orang yang akan bepergian di momen libur akhir tahun.

Baca Juga: Investasi Masuk ke Daerah, Jokowi Minta Polri Beri Pengawalan

"Mengenai hal ini presiden memberikan arahan tegas kepada kami semua untuk segera mengambil langkah terkait keputusan dan kebijakan mengenai hal ini dan merancang agar tidak ada peningkatan kasus akibat libur Natal dan tahun baru," kata Luhut.

Kebijakan pemberlakuan tes PCR bagi pelaku perjalanan pesawat terbang disebut sebagai salah satu langkah pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan kasus. Risiko lonjakan kasus akibat libur akhir tahun, disebut Luhut, juga menjadi pertimbangan utama.

Merespons kebijakan ini, ujar Luhut, Presiden Jokowi lantas memerintahkan menterinya untuk menurunkan biaya tes PCR menjadi Rp300 ribu dan berlaku 3/24 jam untuk perjalanan pesawat.

Baca Juga: Tinjau Lokasi KTT G-20 di Bali, Jokowi Bakal Lakukan Ini

"Perlu dipahami bahwa kebijakan PCR ini diberlakukan karena kami melihat risiko penyebaran yang semakin meningkat karena mobilitas penduduk yang naik pesat," kata Luhut. (sap)


Topik : PPKM, pandemi, Covid-19, PCR, Jokowi

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 28 November 2021 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Realisasi Insentif untuk Vaksin dan Alkes Impor Tembus Rp7 Triliun

Jum'at, 26 November 2021 | 14:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Larang ASN Cuti dan Bepergian ke Luar Daerah Selama Nataru

Jum'at, 26 November 2021 | 10:00 WIB
POLANDIA

Inflasi Melambung, Pemerintah Beri Diskon Pajak dan Bantuan Tunai

Kamis, 25 November 2021 | 11:57 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Indonesia Serukan Pemerataan Vaksin di Presidensi G-20, Ini Alasannya

berita pilihan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Jokowi Ingin Pandemi Jadi Momentum untuk Transformasi Ekonomi

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penyusunan Aturan Pelaksana UU HPP Dikebut, DJP: PPS Paling Urgen

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:24 WIB
KPP PRATAMA BEKASI BARAT

Tunggakan Rp701 Juta Tak Dilunasi, Rekening Wajib Pajak Disita DJP

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajaki Orang Kaya, DJP Perlu Antisipasi Passive Income

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:39 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Sudah Ada Kantor Pajak yang Catatkan Penerimaan Lebih dari 100%

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:30 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Kencangkan Pengawasan, Petugas Pajak Aktif Kunjungan Sampaikan SP2DK

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Lapor Pemanfaatan Penurunan Tarif PPh untuk Perusahaan Terbuka

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

PLN Usul Insentif Pajak Mobil Listrik Ditambah, Ini Respons Kemenkeu

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:30 WIB
KINERJA FISKAL

PDB Per Kapita Indonesia Terus Tumbuh, Tapi Tax Ratio Masih Stagnan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:11 WIB
UU HPP

Pajak Atas Natura Tak Dikenakan ke Pegawai Level Menengah-Bawah