Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Senin, 24 Januari 2022 | 19:00 WIB
KAMUS CUKAI
Senin, 24 Januari 2022 | 16:30 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 21 Januari 2022 | 19:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Komunitas
Selasa, 25 Januari 2022 | 16:40 WIB
HASIL SURVEI PERSIDANGAN ONLINE
Senin, 24 Januari 2022 | 15:31 WIB
HASIL SURVEI PERSIDANGAN ONLINE
Jum'at, 21 Januari 2022 | 16:11 WIB
HASIL DEBAT 30 Desember 2021—19 Januari 2022
Kamis, 20 Januari 2022 | 13:38 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase
Perpajakan.id

DJP Atur Kembali Prosedur Pelaksanaan Perundingan MAP

A+
A-
0
A+
A-
0
DJP Atur Kembali Prosedur Pelaksanaan Perundingan MAP

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Pajak (DJP) menerbitkan ketentuan baru mengenai ketentuan pelaksanaan perundingan prosedur persetujuan bersama (mutual agreement procedure/MAP) melalui Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-49/PJ/2021.

Dalam pelaksanaan perundingan MAP, dirjen pajak membentuk Delegasi Perunding MAP yang terdiri atas pejabat yang memiliki tugas dan fungsi terkait pencegahan dan penanganan sengketa perpajakan internasional, serta pegawai lain di lingkungan DJP.

“Dirjen Pajak membentuk Delegasi Perunding MAP dalam rangka pelaksanaan perundingan MAP,” bunyi poin 5 huruf a SE-49/PJ/2021, dikutip pada Kamis (30/09/2021).

Baca Juga: Insentif dari Kawasan Berikat dan KITE Sudah Terserap Rp47 Triliun

Delegasi tersebut memiliki lima tugas. Pertama, menyampaikan naskah posisi kepada pejabat yang berwenang mitra P3B. Kedua, melakukan perundingan, negosiasi, dan mengambil keputusan perihal permintaan pelaksanaan MAP. Ketiga, menyusun risalah perundingan MAP.

Keempat, menyusun naskah persetujuan bersama apabila perundingan menghasilkan persetujuan bersama. Kelima, menyampaikan pemberitahuan secara tertulis mengenai hasil perundingan kepada dirjen pajak.

Lebih lanjut, dirjen pajak dapat menghentikan proses perundingan yang dilakukan oleh delegasi perundingan MAP dan mitra P3B apabila pemohon pelaksanaan MAP tersebut tidak menyampaikan informasi/bukti/keterangan dalam batas waktu 2 bulan. Selain itu, pejabat mitra P3B juga tidak memberikan informasi yang diminta seperti yang disepakati dalam P3B.

Baca Juga: Konfirmasi Transaksi Saham Hingga Rp10 Juta Kini Bebas Bea Meterai

Apabila setelah perundingan menghasilkan persetujuan bersama maka terdapat 6 skenario tindak lanjutnya. Pertama, jika persetujuan bersama terbit sebelum surat ketetapan pajak maka wajib pajak yang mengajukan permintaan MAP melakukan pembetulan surat pemberitahuan atau pengungkapan materi ketidakbenaran pengisian surat pemberitahuan dengan memperhatikan hasil persetujuan dan batas waktu yang ditetapkan.

Kedua, jika wajib pajak tidak melakukan pembetulan surat pemberitahuan atau pengungkapan materi tersebut maka DJP menerbitkan surat ketetapan pajak (SKP) dengan memperhatikan hasil persetujuan bersama.

Ketiga, jika persetujuan bersama terbit setelah surat ketetapan pajak (SKP) tanpa diajukan keberatan maka DJP melakukan pembetulan SKP dengan memperhatikan hasil persetujuan bersama.

Baca Juga: Pengusaha Minta Kredit Pajak Masukan Segera Dipulihkan

Keempat, jika persetujuan bersama terbit sebelum ketetapan keberatan maka DJP menerbitkan surat ketetapan dengan memperhatikan hasil persetujuan bersama.

Kelima, jika persetujuan bersama terbit setelah DJP menerbitkan Surat Keputusan penguatan atau pembatalan SKP yang tidak benar maka DJP dapat melakukan pembetulan surat keputusan tersebut dengan memperhatikan hasil persetujuan bersama.

Dengan berlakunya SE-49/PJ/2021 ini maka Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No. SE-19/PJ/2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kegiatan Perpajakan Internasional dinyatakan tidak berlaku. (rizki/rig)

Baca Juga: Ada Opsen, Pemkab/Pemkot Harus Ikut Aktif Awasi Pajak Kendaraan

Topik : SE-49/pj/2021, prosedur persetujuan bersama, MAP, P3B, dirjen pajak, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 24 Januari 2022 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kemenkeu Sebut UU HKPD Mudahkan Pemda Memberikan Insentif PBB

Senin, 24 Januari 2022 | 12:30 WIB
KAMBOJA

Pemungutan PPN atas Transaksi di e-Commerce Ditunda 3 Bulan

Senin, 24 Januari 2022 | 11:00 WIB
PERPRES 2/2022

Ada Soal Insentif Pajak, Jokowi Rilis Perpres Pengembangan Wirausaha

Senin, 24 Januari 2022 | 10:30 WIB
BELGIA

Banyak Fraud, Uni Eropa Ingin Ubah Ketentuan PPN

berita pilihan

Selasa, 25 Januari 2022 | 19:24 WIB
PER-24/PJ/2021

Pembetulan Bukti Pot/Put Unifikasi, Wajib Pajak Perlu Syarat Ini

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:26 WIB
PAJAK PENGHASILAN

Ingat, Wajib Lapor Berkala di DJP Online Agar Dividen Bebas Pajak

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:05 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ingat, Pelayanan Pajak Gratis! Laporkan Kalau Temui Pelanggaran

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:30 WIB
FASILITAS PERPAJAKAN

Insentif dari Kawasan Berikat dan KITE Sudah Terserap Rp47 Triliun

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:00 WIB
PP 3/2022

Konfirmasi Transaksi Saham Hingga Rp10 Juta Kini Bebas Bea Meterai

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:40 WIB
HASIL SURVEI PERSIDANGAN ONLINE

Pembuktian Data di Sidang Online Pengadilan Pajak, Ini Hasil Surveinya

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:30 WIB
SELEBRITAS

Setelah Kunjungi Kantor Pajak, Ghozali 'NFT' Pamer Kartu NPWP Barunya

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:00 WIB
INDIA

Pengusaha Minta Kredit Pajak Masukan Segera Dipulihkan

Selasa, 25 Januari 2022 | 15:53 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Wamenkeu Ungkap Alasan Diskon PPnBM Mobil & PPN Rumah DTP Diperpanjang