Review
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Senin, 03 Oktober 2022 | 16:52 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Senin, 03 Oktober 2022 | 12:25 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase

DJBC Seragamkan Pelayanan atas Barang Kiriman Pekerja Migran

A+
A-
0
A+
A-
0
DJBC Seragamkan Pelayanan atas Barang Kiriman Pekerja Migran

Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai (DJBC). (foto: beacukai.go.id) 

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) menyatakan terus berupaya memberikan pelayanan optimal kepada pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Hatta Wardhana mengatakan optimalisasi layanan kepada pekerja migran tersebut di antaranya diwujudkan melalui penyeragaman layanan impor atas barang kiriman.

Sejalan dengan instruksi Dirjen Bea dan Cukai Askolani, barang kiriman dari pekerja migran kini bisa diselesaikan dengan memakai dokumen Consignment Note (CN) dalam sistem komputer pelayanan DJBC (CEISA).

Baca Juga: Celah Pajak e-Commerce Berisiko Melebar, Vietnam Siapkan Strategi Ini

"Diharapkan sistem ini dapat meningkatkan pelayanan dan pengawasan kepabeanan serta memberikan kepastian layanan kepada pengguna jasa terkait keseragaman pada pelayanan barang kiriman para PMI," katanya, Selasa (12/7/2022).

Mulai 1 Juli 2022, lanjut Hatta, seluruh kantor Bea Cukai yang memberikan pelayanan barang kiriman dapat menerapkan penyelesaian customs clearance barang kiriman pekerja migran dengan menggunakan dokumen CN dan aplikasi CEISA.

Kantor tersebut meliputi Bea Cukai Tanjung Priok, Bea Cukai Soekarno-Hatta, Bea Cukai Tanjung Emas, Bea Cukai Tanjung Perak, Bea Cukai Juanda, dan Bea Cukai Kantor Pos Pasar Baru.

Baca Juga: Korlantas Sebut Kendaraan yang Tunggak Pajak Bisa Ditilang

Dokumen CN dan aplikasi CEISA dapat digunakan pada barang kiriman dengan ketentuan untuk satu pengirim dan satu penerima (tidak dikonsolidasikan). Barang kiriman ini diberikan pembebasan bea masuk dan perlakuan perpajakan sebagaimana diatur dalam PMK 199/2019.

Melalui sistem ini, lanjut Hatta, dokumentasi dapat terekam dengan baik dan realtime sehingga diharapkan memberikan improvement terhadap kecepatan pelayanan barang kiriman dari pekerja migran.

Selain kecepatan dan transparansi pelayanan, sistem ini juga diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap sistem pengawasan barang kiriman para karena memiliki data histori untuk dianalisis dan evaluasi.

Baca Juga: Sudah Ada SPT Masa Unifikasi, Lampiran Formulir 1107 PUT 1 Dihapus

Menurut Hatta, DJBC berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jasa, termasuk kepada pekerja migran. Inovasi terus diupayakan untuk memberikan kecepatan dan kemudahan, terutama terkait pelayanan barang kiriman pekerja migran dari berbagai negara.

Saat ini, sambungnya, DJBC terus memberikan pemahaman kepada pekerja migran mengenai ketentuan kepabeanan yang berlaku, terutama sebelum keberangkatan. Misal, mengenai tata cara pendaftaran International Mobile Equipment Identity (IMEI).

Sosialisasi tentang IMEI diberikan agar pekerja migran memahami perangkat berupa handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) yang membutuhkan SIM card untuk memperoleh jaringan/sinyal perlu didaftarkan saat tiba di bandara.

Baca Juga: Berkaca pada 2014, Inflasi Oktober 2022 Masih Bisa Naik Lagi Imbas BBM

Pendaftaran IMEI akan dilayani petugas DJBC di bandara tanpa pungutan biaya dan mendapatkan pembebasan nilai pabean sesuai ketentuan barang bawaan pribadi penumpang.

Selain itu, ada ketentuan mengenai barang kiriman dengan nilai pabean paling banyak US$3 diberikan pembebasan bea masuk dan dipungut PPN. Sementara barang dengan nilai lebih dari US$3 hingga US$1.500 akan dikenai bea masuk sebesar 7,5% dan PPN 11%.

Untuk barang bawaan penumpang, PMK 203/2017 mengatur setiap penumpang dari luar negeri yang memasuki Indonesia mendapatkan fasilitas pembebasan barang bawaan pribadi senilai US$500 per orang per kedatangan. Atas kelebihannya, akan dikenakan bea masuk berdasarkan tarif umum.

Baca Juga: Mendagri Tito Ingin Daerah Saling Berkompetisi Kendalikan Inflasi

"Aturan tersebut juga memberi pembatasan pembawaan barang kena cukai, di antaranya minuman mengandung etil alkohol (MMEA) yang diatur maksimal satu liter per orang, rokok maksimal dua ratus batang per orang, dan cerutu maksimal 25 batang per orang," ujar Hatta. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : DJBC, ditjen bea cukai, barang kiriman, barang penumpang, pekerja migran, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Siapkan Skema Pengamanan Penerimaan Pajak

Minggu, 02 Oktober 2022 | 06:00 WIB
PENERIMAAN NEGARA

Risiko Gejolak Harga Komoditas Bayangi Prospek Pendapatan Negara 2023

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 14:30 WIB
SKOTLANDIA

Skotlandia Ogah Ikuti Langkah Inggris Pangkas Tarif PPh OP

berita pilihan

Senin, 03 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Perusahaan Modal Ventura?

Senin, 03 Oktober 2022 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Korlantas Sebut Kendaraan yang Tunggak Pajak Bisa Ditilang

Senin, 03 Oktober 2022 | 17:11 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPh Pasal 23 atas Pinjaman Tanpa Bunga

Senin, 03 Oktober 2022 | 17:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

'Email dan NIK Sudah Didaftarkan NPWP' Saat Daftar Online, Ini Artinya

Senin, 03 Oktober 2022 | 16:52 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022

Memanfaatkan Sumber Informasi Terbuka untuk Awasi Kepatuhan Pajak HNWI

Senin, 03 Oktober 2022 | 16:30 WIB
PER-14/PJ/2022

Sudah Ada SPT Masa Unifikasi, Lampiran Formulir 1107 PUT 1 Dihapus

Senin, 03 Oktober 2022 | 16:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Wah! Ada Email Blast Lagi dari DJP, WP Diminta Perbarui Data Pribadi

Senin, 03 Oktober 2022 | 16:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Ingat! e-SPT Sudah Ditutup, Pembetulan SPT Tahunan Badan Pakai e-Form

Senin, 03 Oktober 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Jokowi: Jangan Sampai Pabriknya Besar-Besar, Tapi Lingkungannya Miskin