Fokus
Literasi
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 15 Agustus 2022 | 12:45 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

Dilobi Elon Musk, India Pertimbangkan Diskon Bea Masuk Mobil Listrik

A+
A-
0
A+
A-
0
Dilobi Elon Musk, India Pertimbangkan Diskon Bea Masuk Mobil Listrik

Ilustrasi.

NEW DELHI, DDTCNews - Pemerintah India dikabarkan berencana memangkas tarif bea masuk atas impor mobil listrik menjadi tinggal 40% dari nilai cost, insurance, and freight (CIF).

Tarif bea masuk sebesar 40% ini akan dikenakan atas mobil listrik dengan nilai lebih rendah dari US$40.000. Untuk saat ini, tarif bea masuk yang berlaku atas mobil listrik dengan nilai lebih rendah dari US$40.000 mencapai 60%.

"Kami belum sepenuhnya sepakat mengenai pengurangan tarif bea masuk, tetapi diskusi mengenai pengurangan tarif masih terus berlangsung," ujar pejabat di lingkungan pemerintahan India seperti dilansir channelnewsasia.com, dikutip Selasa (10/8/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Ada Insentif Perpajakan Rp41,5 Triliun pada 2023

Pejabat tersebut menyatakan rencana penurunan bea masuk kendaraan listrik saat ini sedang dibahas oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan serta dipimpin langsung oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.

Berdasarkan kabar sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk telah mengirimkan surat kepada Pemerintah India. Musk meminta kepada Pemerintah India untuk memangkas tarif bea masuk mobil listrik yang saat ini dipandang terlalu tinggi.

Dia mengatakan mobil produksi Tesla yang diimpor India ternyata laku di pasar dalam negeri India. Untuk itu, Tesla tengah mempertimbangkan untuk membangun pabrik mobil listrik di negara tersebut untuk mengakomodasi permintaan kendaraan listrik.

Baca Juga: Dapat Dukungan World Bank, Menkeu Ini Harap Penerimaan Terkerek

India merupakan salah satu pasar otomotif kendaraan roda empat terbesar di dunia. Total penjualan mobil di India mencapai 3 juta unit per tahun. Namun, kebanyakan mobil yang laku di pasar India adalah mobil dengan harga di bawah US$20.000 dan mayoritas bukan mobil listrik.

Pemerintah India saat ini sedang menghitung dampak positif apa yang diberikan bagi perekonomian India. Tak hanya itu, Pemerintah India juga merasa perlu untuk mendengarkan masukan dan pertimbangan dari produsen mobil di dalam negeri.

Mengingat pemangkasan tarif bea masuk hanya direncanakan atas mobil listrik, kebijakan tersebut diperkirakan tidak akan mendapatkan banyak penolakan dari produsen mobil lokal yang notabene memproduksi mobil berbahan bakar minyak. (rig)

Baca Juga: Krisis Berkecamuk, Presiden Sri Lanka Pertimbangkan Pajak Kekayaan

Topik : india, elon musk, tesla, bea masuk, insentif pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 08 Agustus 2022 | 18:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

BKPM Jamin Insentif Pajak Bisa Diurus Lewat OSS Kurang dari Sebulan

Senin, 08 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Buka Opsi Perluas Cakupan Tax Allowance, Begini Skemanya

Senin, 08 Agustus 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Ada Usulan Bahan Baku Manufaktur Bebas Bea, BKF: Mayoritas Sudah Nol

Senin, 08 Agustus 2022 | 13:30 WIB
PMK 114/2022

Fitur Permohonan Insentif PPh Pasal 25 Sudah Tersedia di DJP Online

berita pilihan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Sebut Ada Insentif Perpajakan Rp41,5 Triliun pada 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tahun Depan, Pemerintah Minta Dividen Rp44 Triliun dari BUMN

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:00 WIB
RAPBN 2023 DAN NOTA KEUANGAN

Tidak Ada Lagi Alokasi PEN di APBN 2023, Begini Kata Sri Mulyani

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Begini Optimisme Sri Mulyani Soal Pertumbuhan Penerimaan PPh Nonmigas

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
HUT KE-15 DDTC

Membangun SDM Pajak Unggul, DDTC Tawarkan Akses Pendidikan yang Setara

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Minimum Global Ternyata Bisa Pengaruhi Penerimaan Pajak 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Pemerintah Targetkan Setoran PPh Rp935 Triliun Pada Tahun Depan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Costums Declaration?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP BALI

Tak Perlu ke KPP Bawa Berkas Tebal, Urus Ini Bisa Lewat DJP Online

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS KEPABEANAN DAN CUKAI

Mengenal Barang Lartas dalam Kegiatan Ekspor Impor