Fokus
Literasi
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 15 Agustus 2022 | 12:45 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

Defisit Perdagangan Kembali Terjadi, Ini Kata Darmin

A+
A-
0
A+
A-
0
Defisit Perdagangan Kembali Terjadi, Ini Kata Darmin

Menko Perekonomian Darmin Nasution.

JAKARTA, DDTCNews—Seperti diduga sebelumnya, neraca perdagangan pada Januari 2019 kembali mengalami defisit perdagangan sebesar US$1,16 miliar.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan defisit itu disebabkan menurunnya ekspor RI ke China, sebagai imbas perang dagang negeri tirai bambu tersebut dengan Amerika Serikat (AS).

“China dan Amerika, pertumbuhan ekonomi dan perdagangannya turun. Kita terpengaruh langsung, sementara mencari alternatifnya kelihatannya lambat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Baca Juga: Kinerja Ekspor 'Sangat Baik', Mendag: Topang Pertumbuhan Ekonomi

Badan Pusat Statistik sebelumnya mencatat ekspor Indonesia Januari 2019 mencapai US$13,87 miliar dan impor US$15,03 miliaratau defisit US$1,16 miliar, melanjutkan defisit Desember US$1,1 miliar.

Darmin menjelaskan China adalah negara tujuan ekspor terbesar Indonesia. Setelah China disusul oleh AS. Namun, perang dagang membuat pertumbuhan ekonomi kedua negara melambat.

Di sisi lain, Indonesia tidak bisa dengan cepat mencari alternatif negara tujuan ekspor. Buktinya, ekspor Indonesia ke China turun signifikan walaupun tak menyebutkan angka.

Baca Juga: Telur Impor Kena Pajak, Picu Perang Dagang Dua Negara Ini

Di sisi lain Indonesia agak lambat dalam menyesuaikan diri terhadap gejolak yang terjadi di dunia. "Ini karena perkembangan dunianya cepat sekali sehingga adjustment-nya lebih lambat,” paparnya.

Darmin memperkirakan pertumbuhan ekonomi China ke depan akan berada pada kisaran 6,5%. Dengan demikian diharapkan situasinya jauh lebih stabil.

“Apakah masih akan lebih lambat tapi rasanya justru kalau ekonomi China mungkin akan di 6,5% itu akan bisa lebih stabil,”tambahnya.

Baca Juga: Redam Inflasi, AS Bakal Relaksasi Tarif Bea Masuk Impor dari China

Ekspor Januari 2019 sebelumnya tercatat turun 3,24% (month on month) senilai US$13,24 miliar. Secara tahunan, ekspor Januari 2019 turun 4,70% dibandingkan Januari 2018. (Bsi)

Topik : defisit perdagangan, perang dagang, darmin nasution

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 05 November 2019 | 16:16 WIB
INVESTASI

Efek Perang Dagang, 59 Investor China Relokasi Pabrik ke Jawa Tengah

Sabtu, 02 November 2019 | 13:11 WIB
VIETNAM

Diduga Palsukan SKA, Ekspor Aluminium Rp60 Triliun Disita

Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:55 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Respons Lesunya Ekonomi Global, Ini 4 Strategi Pemerintah

Rabu, 09 Oktober 2019 | 14:56 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Darmin: Tidak Andalkan Ekspor Justru Buat Indonesia Jauh dari Resesi

berita pilihan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Sebut Ada Insentif Perpajakan Rp41,5 Triliun pada 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tahun Depan, Pemerintah Minta Dividen Rp44 Triliun dari BUMN

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:00 WIB
RAPBN 2023 DAN NOTA KEUANGAN

Tidak Ada Lagi Alokasi PEN di APBN 2023, Begini Kata Sri Mulyani

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Begini Optimisme Sri Mulyani Soal Pertumbuhan Penerimaan PPh Nonmigas

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Minimum Global Ternyata Bisa Pengaruhi Penerimaan Pajak 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
HUT KE-15 DDTC

Membangun SDM Pajak Unggul, DDTC Tawarkan Akses Pendidikan yang Setara

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Pemerintah Targetkan Setoran PPh Rp935 Triliun Pada Tahun Depan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Costums Declaration?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP BALI

Tak Perlu ke KPP Bawa Berkas Tebal, Urus Ini Bisa Lewat DJP Online

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS KEPABEANAN DAN CUKAI

Mengenal Barang Lartas dalam Kegiatan Ekspor Impor