Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Rabu, 19 Januari 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Bupati Tebar Insentif Tambahan untuk Desa yang Capai Target PBB-P2

A+
A-
0
A+
A-
0
Bupati Tebar Insentif Tambahan untuk Desa yang Capai Target PBB-P2

Ilustrasi.

SUKAMARA, DDTCNews - Bupati Sukamara, Kalimantan Tengah, Windu Subagio, memberikan insentif tambahan kepada desa yang mampu mencapai target pengumpulan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2).

Windu mengatakan insentif tersebut menjadi bentuk apresiasi pemkab kepada desa yang berprestasi dalam mengumpulkan PBB-P2. Dia juga berharap insentif tersebut semakin memotivasi wajib pajak untuk sadar melunasi kewajibannya.

"Pemberian insentif ini sebagai salah satu upaya untuk menggugah dan memotivasi wajib pajak agar memiliki kesadaran dalam menunaikan kewajiban membayar PBB-P2," katanya, dikutip Rabu (8/12/2021).

Baca Juga: Defisit APBN 2021 Turun Signifikan, Sri Mulyani: Bukan Tugas Mudah

Windu mengatakan insentif tambahan tersebut diberikan kepada 3 desa, yakni Desa Bangun Jaya di Kecamatan Balai Riam, Desa Sungai Damar di Kecamatan Pantai Lunci, dan Desa Laman Baru di Kecamatan Permata Kecubung. Desa Bangun Jaya memperoleh insentif senilai Rp14,5 juta, sedangkan Desa Sungai Damar Rp12 juta dan Desa Laman Baru Rp8,5 juta.

Menurutnya, ketiga desa tersebut layak memperoleh insentif tambahan karena telah berupaya keras mengumpulkan PBB-P2. Dia juga percaya pejabat desa tersebut telah berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu.

Windu menambahkan kepatuhan masyarakat membayar pajak akan menentukan memulihkan perekonomian daerah. Selain itu, pajak daerah juga akan digunakan untuk membiayai berbagai program dan proyek pembangunan wilayah.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Tembus 103%, Sri Mulyani Bantah Targetnya Diturunkan

"Dengan membayar PBB P2 berarti kita semua telah mendukung dan berpartisipasi dalam mensukseskan pembangunan di Kabupaten Sukamara," ujarnya dilansir borneonews.co.id.

Dalam kesempatan itu pula, Windu meminta aparatur sipil negara (ASN) semakin patuh membayar pajak, termasuk pajak daerah. Menurutnya, ASN harus menjadi contoh kepatuhan membayar pajak bagi masyarakat. (sap)

Baca Juga: Negara Butuh Pajak untuk Capai Target SDGs, Simak Analisisnya
Topik : penerimaan pajak, pendapatan asli daerah, PBB-P2, PBB, Kalimantan Tengah

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 10 Januari 2022 | 19:00 WIB
PROVINSI JAWA TENGAH

Pendapatan Daerah Meleset, Tunggakan Pajak Kendaraan Jadi Biang Kerok

Senin, 10 Januari 2022 | 09:30 WIB
KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

Rayakan HUT ke-69, Pemda Luncurkan Berbagai Insentif Pajak

Minggu, 09 Januari 2022 | 12:00 WIB
BAHRAIN

Mulai 1 Januari 2022, Tarif PPN Resmi Naik 2 Kali Lipat

Minggu, 09 Januari 2022 | 07:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Sebut Restitusi Pajak Capai Rp196 Triliun pada 2021

berita pilihan

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Luncurkan Buku Panduan Lengkap Cara Ikut PPS, Unduh di Sini

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:14 WIB
KANWIL DJP JAKARTA BARAT

PPS Diproyeksi Mampu Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Lapor SPT

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Memperpanjang Waktu Penyampaian Tanggapan atas SPHP Pajak

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:39 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! Kalau Sudah Rajin Bayar Pajak, Tak Perlu Ikut PPS

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK

Pembetulan SPT Masa PPh Unifikasi, Seperti Apa Risiko Sanksinya?

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:13 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Sri Mulyani Anggarkan Ibu Kota Baru di PEN 2022, DPR Beri Catatan

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP JAKARTA BARAT

Kanwil DJP Ini Bakal Manfaatkan PPS untuk Capai Target Setoran Pajak