JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah memasang target penerimaan pajak bumi dan bangunan sektor perkebunan, perhutanan, pertambangan minyak dan gas bumi (migas), pertambangan untuk pengusahaan panas bumi, pertambangan minerba, dan sektor lainnya (PBB-P5L) senilai Rp28,60 triliun pada tahun anggaran 2027.
Porsi penerimaan PBB-P5L tersebut mencapai 1,1% dari total penerimaan pajak yang dirancang sebesar Rp2.591,40 triliun dalam RAPBN 2027.
"Dengan dukungan kondisi serta penguatan administrasi perpajakan dan pengawasan objek pajak yang lebih efektif, penerimaan PBB pada tahun 2027 ditargetkan mencapai sebesar Rp28,60 triliun," tulis pemerintah dalam Buku 2 Nota Keuangan dan RAPBN 2027, dikutip pada Selasa (25/8/2026).
Target penerimaan PBB-P5L pada 2027 tercatat naik 3,5% dibandingkan dengan outlook 2026 yang diperkirakan senilai Rp27,6 triliun.
Pemerintah menilai penerimaan PBB-P5L sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga komoditas serta aktivitas produksi pada sektor sumber daya alam. Oleh karena itu, kinerja penerimaan PBB cenderung lebih fluktuatif dibandingkan dengan jenis pajak lainnya.
Pemerintah pun memproyeksikan penerimaan PBB-P5L pada 2026 mengalami kontraksi 5,6% dibandingkan dengan 2025. Penurunan tersebut dikarenakan tekanan terhadap penerimaan PBB-P5L belum berakhir.
Ada 2 penyebab utama yang membuat penerimaan PBB-P5L menurun. Pertama, harga komoditas mengalami normalisasi atau tidak lagi setinggi sebelumnya. Kedua, pertumbuhan basis penerimaan dari sektor pertambangan dan migas masih terbatas.
Meski penerimaan PBB-P5L 2026 masih tertekan, pemerintah melihat ada pemulihan pada harga dan aktivitas produksi. Menurut pemerintah, harga sejumlah komoditas strategis mulai membaik, aktivitas produksi sektor sumber daya alam meningkat, serta penurunan harga komoditas yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya kini tidak lagi menjadi tekanan besar terhadap penerimaan.
Seiring dengan berbagai perbaikan kondisi tersebut, pemerintah pun optimistis menetapkan target penerimaan PBB-P5L pada RAPBN 2027 lebih tinggi 3,5% dibandingkan dengan outlook 2026. (rig)
