KEBIJAKAN PEMERINTAH

Berasal dari Pajak, LPDP Kelola Dana Abadi Pendidikan Rp181 Triliun

Aurora K. M. Simanjuntak
Selasa, 30 Juni 2026 | 08.30 WIB
Berasal dari Pajak, LPDP Kelola Dana Abadi Pendidikan Rp181 Triliun
<p>Direktur Utama LPDP Yon Arsal.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) hingga Mei 2026 telah mengelola dana abadi senilai Rp181 triliun untuk menjalankan program di bidang pendidikan, seperti pendanaan beasiswa dan riset.

Direktur Utama LPDP Yon Arsal mengatakan dana abadi pendidikan akan dikelola semakin baik sehingga jumlah penerima beasiswa bisa terus meningkat, tanpa harus bergantung pada anggaran APBN.

"Sampai dengan 31 Mei 2026 saat ini LPDP mengelola Rp181 triliun dana abadi," ujarnya, dikutip pada Selasa (30/6/2026).

Yon memaparkan dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP terbagi menjadi 5 kelompok, yakni dana abadi pendidikan, termasuk dana abadi pesantren, dengan total senilai Rp148 triliun.

Kemudian, dana abadi dalam rangka menjalankan program sekolah unggulan garuda senilai Rp1,7 triliun. Lalu, dana abadi penelitian sekitar Rp14 triliun, perguruan tinggi senilai Rp11 triliun, serta dana abadi kebudayaan Rp6 triliun.

"Dana yang kita gunakan itu bukan dana abadinya ya. Namanya endowment fund, ini dana yang diamanahkan ke kita untuk kita kelola dan investasikan, untuk mencari return paling baik. Kalau semakin baik return-nya, berarti belanja kita juga menjadi makin besar dan semakin banyak yang bisa kita sekolahkan," jelas Yon.

Yon juga menyampaikan LPDP resmi membuka pendaftaran beasiswa LPDP tahap II/2026 pada 30 Juni sampai 31 Juli 2026. Beasiswa LPDP tahap II menyediakan 2 program utama, yaitu beasiswa STEM (science, technology, engineering, and mathematics) di industri strategis, serta beasiswa SHARE (social, humanities, arts for people, religious Studies, and economics).

Bidang STEM industri strategis mencakup sektor pangan, energi, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, serta kewirausahaan dan industri kreatif. LPDP juga mendukung pendanaan untuk bidang yang berhubungan dengan STEM, seperti kebijakan publik, hukum, bisnis, dan ekonomi.

Selain itu, LPDP juga membuka kembali program beasiswa akselerasi pada universitas unggulan, program kerja sama khusus seperti beasiswa keolahragaan, serta beasiswa talenta riset dan inovasi nasional jalur doctor by research.

Pada program beasiswa LPDP tahap II/2026, Yon mengungkapkan 80% alokasi beasiswa difokuskan pada bidang STEM dan bidang-bidang terkait industri strategis. Sementara itu, 20% dialokasikan bagi bidang SHARE dengan visi melaksanakan pembangunan manusia yang utuh dan berkelanjutan.

"Kita peningkatan STEM bergerak terus pada 2025 itu 66%-69%, lalu 2026 di 74%. Kita akan coba sampai minimal 80% ke STEM dan STEM related," tutup Yon.

Perlu diketahui, beasiswa LPDP berasal dari APBN, termasuk pajak. Sejak 2007, pemerintah menyisihkan uang dari APBN setiap tahun untuk dimasukkan ke dalam dana abadi pendidikan.

Hasil dari kelolaan dana abadi tersebut kemudian dipakai pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pemberian beasiswa LPDP. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.