JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah mempertimbangkan untuk menerapkan work from home (WFH).
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan WFH merupakan salah satu langkah efisiensi yang perlu ditempuh di tengah tingginya harga minyak mentah global.
"Dengan tingginya harga minyak maka perlu efisiensi dari waktu kerja di mana akan dibuka fleksibilitas untuk WFH dalam 1 hari dari 5 hari kerja," ujar Airlangga, dikutip pada Minggu (22/3/2026).
Airlangga mengatakan WFH rencananya tidak hanya diterapkan terhadap aparatur sipil negara (ASN) pusat, tetapi juga ASN daerah dan pekerja pada sektor swasta.
"Ini semuanya sedang kita siapkan. Nanti sesudah konsepnya matang, kita akan segera informasikan ke publik secara lebih detail," ujar Airlangga.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah meminta jajarannya untuk melakukan efisiensi dalam rangka meminimalisasi tekanan fiskal yang timbul akibat kenaikan harga minyak mentah global.
Prabowo pun berpandangan Indonesia perlu menempuh langkah efisiensi yang diterapkan oleh Pakistan guna menekan konsumsi BBM. Adapun salah satu langkah dimaksud adalah penerapan WFH.
Tak hanya menerapkan WFH, Pakistan juga memangkah hari kerja menjadi tinggal 4 hari guna menekan konsumsi BBM.
"Dulu kita Covid-19 berhasil kita, kita mampu bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar. Umpama berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, ini mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya," ujar Prabowo. (dik)
