JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Pajak (DJP) telah menambah bandwidth coretax system hingga 2 kali lipat supaya kapasitas jaringan untuk melakukan transfer data semakin maksimal, terutama di masa pelaporan SPT Tahunan.
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menjamin penambahan bandwidth sekaligus node server akan memperkuat kapasitas coretax system. Dengan begitu, coretax akan lebih stabil, cepat dan mampu menangani banyaknya wajib pajak yang mengakses coretax dalam satu waktu.
"Penambahan bandwidth dan node server sudah dilakukan pada Januari kemarin. Jadi, penambahan bandwidth dan node server ini untuk memperkuat sistem coretax," ujarnya dalam media briefing, Kamis (5/6/2026).
Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) DJP Hantriono Joko Susilo menyampaikan bahwa bandwitdth coretax di Kantor Pusat DJP bertambah dari 4 gigabits per second (Gbps) menjadi 8 Gbps.
Dia melaporkan pemakaian jaringan server coretax baru memakan kapasitas sebesar 3 Gbps hingga saat ini. Dia pun menyatakan bahwa sisa kapasitas tersebut akan disiapkan untuk menghadapi lonjakan pengguna coretax, terutama menjelang akhir periode pelaporan SPT Tahunan.
"Pemakaiannya [bandwidth coretax] sekarang masih 3 Gbps, jadi kita masih punya spare yang cukup untuk mengantisipasi akhir periode penyampaian SPT, baik wajib pajak orang pribadi atau badan," kata Hantriono.
Tidak hanya Kantor Pusat, Hantriono menjelaskan jajaran unit vertikal DJP juga mendapatkan tambahan bandwidth sebanyak 2 kali lipat, baik di Kantor Wilayah (Kanwil), Kantor Pelayanan Pajak (KPP) maupun Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Pajak (KP2KP).
Dia pun menyebut pemakaian kapasitas jaringan coretax di unit vertikal baru sekitar 30% - 60%. Posisinya sama, Kanwil hingga KP2KP masih memiliki sisa kapasitas jaringan yang cukup besar untuk mengakses coretax dengan leluasa.
"Penambahan bandwidth ini cepat, jadi teman-teman di kementerian sudah punya perjanjian dengan pihak ketiga eksternal, suatu waktu kita bisa tambah [bandwitdth]. Jadi kita cukup confident dengna kinerja bandwitdth ini," ucap Hantriono. (rig)
