LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2025

Juara 3 Lomba Menulis DDTCNews 2025: Cerita AR Pilih Topik Soal GAAR

Redaksi DDTCNews
Senin, 05 Januari 2026 | 13.00 WIB
Juara 3 Lomba Menulis DDTCNews 2025: Cerita AR Pilih Topik Soal GAAR
<p>Reza Adrinata selaku&nbsp;Juara 3 Lomba Menulis Pajak DDTCNews 2025.</p>

JAKARTA, DDTCNews – Melalui karyanya berjudul Menimbang GAAR ala Singapura: Penegakan Pajak Tanpa Hambatan Investasi, Reza Adrinata dinobatkan sebagai Juara 3 Lomba Menulis Pajak DDTCNews 2025.

Ketertarikan Reza terhadap topik itu muncul ketika ia tengah mempersiapkan diri untuk memperoleh gelar ADIT dari CIOT. Untuk mendapatkan gelar itu, dia harus menguasai Principles of International Taxation Module, Jurisdiction Module dan Thematic Module.

“Nah, pada Jurisdiction Module, saya memilih negara Singapura karena merupakan salah satu negara dengan lembaga perpajakan yang paling efisien di dunia. Hal ini membuat saya terus mendalami apa yang menyebabkan mereka berhasil,” katanya dikutip dari situs DJP, Senin (5/1/2026).

Sebagai pegawai pajak, Reza sempat beranggapan bahwa tarif pajak yang tinggi identik dengan penerimaan yang besar dan kesejahteraan rakyat yang lebih baik. Namun, praktik Singapura justru menantang logika tersebut.

Rasa penasaran itu membawanya pada riset lebih dalam hingga menemukan praktik General Anti Avoidance Rule (GAAR) yang diterapkan Singapura. Berbeda dengan banyak negara lain, Singapura tidak semata-mata mengedepankan penegakan hukum, tetapi menjadikan edukasi sebagai tulang punggung kepatuhan pajak.

“Di situ saya mendapatkan perspektif baru. Kalau Singapura bisa mengutamakan edukasi tanpa mengorbankan penerimaan dan iklim investasi, mengapa pendekatan serupa tidak bisa dipertimbangkan di Indonesia?” ujarnya.

Momentum itu terasa kian tepat ketika DDTCNews membuka Lomba Menulis Pajak dengan salah satu subtema mengenai Penegakan Perpajakan Tanpa Mengganggu Investasi. Reza pun menuangkan gagasannya dalam artikel yang menimbang relevansi GAAR ala Singapura bagi Indonesia.

Melalui tulisannya, dia berharap gagasan tersebut dapat sampai ke tangan para pengambil keputusan, baik di Ditjen Pajak maupun Kementerian Keuangan. Dia ingin artikelnya menjadi sumber inspirasi bagi perumusan kebijakan anti-penghindaran pajak yang tetap ramah terhadap investasi.

Sebagai informasi, Reza Adrinata merupakan Account Representative (AR) di KPP Pratama Banda Aceh. Dia merupakan lulusan PKN STAN tahun 2017 dan saat ini tengah menempuh sertifikasi ADIT, dengan salah satu modul yang telah diselesaikan adalah Transfer Pricing.

Bagi Reza, Lomba Menulis Pajak DDTCNews menjadi ruang penting untuk menyampaikan gagasan kebijakan secara lebih luas. Lewat tulisannya, ia ingin menunjukkan bahwa penegakan pajak tidak harus selalu identik dengan pendekatan represif.

Tulisan Reza ini juga dicetak dalam buku Gagasan Reformasi Perpajakan: Jaga Ekonomi, Jamin Penerimaan yang diterbitkan oleh DDTC pada Desember 2025. Selain Reza, ada 39 tulisan lain dari juga merupakan penulis terbaik Lomba Menulis DDTCNews 2025.

Sebagai juara ketiga, Reza memperoleh hadiah berupa uang tunai Rp4 juta, sertifikat pemenang, 2 buah buku Gagasan Reformasi Perpajakan: Jaga Ekonomi, Jamin Penerimaan, dan paket berlangganan Perpajakan DDTC senilai total Rp1 juta.

Penyerahan hadiah telah dilakukan secara langsung dalam malam puncak Temu Kontributor Buku DDTC pada Jumat (12/12/2025), di Menara DDTC. Acara ini sebagai wujud apresiasi kepada para kontributor buku ke-40 terbitan DDTC tersebut. Acara yang masih dalam rangkaian HUT ke-18 DDTC ini juga menjadi ajang bertemunya para penulis yang telah menyumbangkan gagasannya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.