JAKARTA, DDTCNews – Kanwil DJP Jakarta Selatan I menyelenggarakan seminar perpajakan yang dihadiri lebih dari 100 siswa kelas XI SMAN 8 Jakarta pada 15 Januari 2026. Agenda ini menjadi bagian dari kampanye inklusi kesadaran pajak.
Penyuluh pajak Hairuz Zuhri menyebut seminar ini digelar untuk memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar perpajakan dan manfaat pajak bagi siswa jurusan IPS. Kegiatan ini dicetuskan oleh tim pendidik mengingat siswa telah memasuki materi pembelajaran perihal perpajakan.
“Seperti menjaga asupan air dalam tubuh, demikian juga pentingnya penerimaan perpajakan di dalam APBN,” katanya dikutip dari situs DJP, Jumat (6/2/2025).
Hairuz menekankan pentingnya unsur gotong royong dalam berkontribusi membayar pajak serta menghindari adanya fenomena penumpang gelap (free rider). Adapun free rider yang dimaksud ialah warga negara yang turut menikmati manfaat pajak, tetapi tidak berkontribusi dalam membayar pajak meski telah memenuhi syarat objektif sebagai wajib pajak.
Dia menjelaskan DJP saat ini telah memiliki peta jalan dalam melaksanakan kegiatan penggalian potensi perpajakan, di antaranya melalui kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi perpajakan secara masif.
Oleh karen itu, penyuluh pajak mendorong para siswa untuk dapat menjadi agen perubahan yang turut mendorong peningkatan kesadaran perpajakan di kalangan siswa sebagai calon wajib pajak masa depan.
Sebagai informasi, SMAN 8 Jakarta merupakan mitra Kanwil DJP Jakarta Selatan I dalam pengembangan program inklusi kesadaran pajak pada tingkat pendidikan menengah.
SMAN 8 Jakarta juga telah aktif mengirimkan perwakilan guru dalam penyusunan modul ajar dengan mengintegrasikan muatan kesadaran pajak pada mata pelajaran pendidikan agama. (rig)
