KEBIJAKAN PEMERINTAH

Jelang Nataru, Kuota LPG Bersubsidi Ditambah 350.000 Ton

Muhamad Wildan
Sabtu, 29 November 2025 | 10.30 WIB
Jelang Nataru, Kuota LPG Bersubsidi Ditambah 350.000 Ton
<p>Ilustrasi. Sejumlah warga antre membeli gas LPG 3 kilogram saat berlangsung operasi pasar murah di Kantor Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (15/6/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Kuota LPG bersubsidi akan ditambah sebanyak 350.000 ton pada tahun ini guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pasokan LPG bersubsidi harus tersedia menjelang periode libur Natal 2025 dan tahun baru 2026.

"Tadi dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Bapak Presiden [Prabowo Subianto] menyangkut dengan LPG, kita ada penambahan kuota di mana kuota kita di draf APBN itu 8.160.000. Kita tambah kurang lebih sekitar 350.000 ton," ujar Bahlil, dikutip pada Sabtu (29/11/2025).

Penambahan kuota LPG bersubsidi tidak membutuhkan tambahan anggaran mengingat harga gas global cenderung lebih rendah bila dengan yang diasumsikan dalam APBN 2025.

Pada APBN 2025, anggaran subsidi LPG telah ditetapkan senilai Rp82 triliun. Meski terdapat penambahan kuota LPG bersubsidi, realisasi anggaran subsidi LPG diperkirakan hanya mencapai Rp78 triliun.

Bahlil pun mengatakan penambahan kuota LPG bersubsidi hanya berlaku pada 2025. Pada tahun depan, kuota LPG bersubsidi ditetapkan sesuai dengan pagu anggaran subsidi pada APBN 2026.

Mengenai distribusi LPG bersubsidi secara tepat sasaran, Bahlil kebijakan tersebut masih dibahas oleh Kementerian ESDM bersama kementerian dan lembaga (K/L) terkait.

"Lagi masih dalam pembahasan. Masih belum final," ujar Bahlil. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.