PEKANBARU, DDTCNews - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau akan mengoptimalkan penerimaan pajak daerah dari sektor pajak air permukaan (PAP) perkebunan kelapa sawit dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) pada tahun ini.
Kepala Bapenda Riau Nino Wastikasari meyakini dua langkah strategis tersebut dapat mendongkrak penerimaan asli daerah (PAD) tahun 2026 hingga ratusan miliar rupiah. Dia juga telah membentuk tim optimalisasi untuk mengidentifikasi potensi penerimaan dari sektor strategis di wilayah Riau, seperti sawit dan industri berbasis energi.
"Potensi dari sektor sawit dan konsumsi BBM sangat besar. Jika dikelola optimal, penerimaan daerah bisa meningkat signifikan," katanya, dikutip pada Minggu (22/2/2026).
Untuk mengoptimalkan penerimaan PBBKB, Nino menjelaskan Bapenda akan meminta wajib pajak badan atau perusahaan agar melaporkan penggunaan bahan bakar dengan benar dan akurat.
Menurutnya, langkah tersebut sangat penting lantaran Riau memiliki banyak sektor perkebunan dan industri yang menggunakan BBM dalam jumlah besar.
Selain PBBKB, Bapenda juga akan fokus membidik penerimaan dari pajak air permukaan, yaitu pajak atas penggunaan air dari sungai, danau atau sumber lainnya yang dipakai oleh perusahaan, terutama perkebunan sawit.
Nino menyebut setoran PAP hanya sekitar Rp52 miliar pada 2025, dan tahun ini diproyeksikan meningkat dua kali lipat hingga Rp100,55 miliar.
Dia menambahkan Bapenda juga akan meningkatkan pengawasan terhadap pajak alat berat yang banyak digunakan di lokasi perkebunan dan sektor konstruksi. Karena penggunaan alat besar cukup masif, semestinya potensi penerimaan pajaknya pun besar.
Nino menambahkan Pemprov Riau juga melihat berencana mengoptimalkan PAD dari sumber baru, yaitu retribusi perizinan. Menurutnya, pemprov berhak atas 25% pungutan retribusi tersebut.
Dia pun optimistis sederet upaya di atas dapat meningkatkan kemandirian fiskal Riau sekaligus menutup potensi kebocoran penerimaan daerah.
"Ini [retribusi perizinan] adalah salah satu peluang PAD yang bakal kami tangkap, sehingga diharapkan dapat menambah kontribusi pendapatan daerah secara signifikan," tuturnya seperti dilansir bertuahpos.com. (rig)
