Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Bantu UMKM dan Manufaktur, China Percepat Restitusi PPN

A+
A-
0
A+
A-
0
Bantu UMKM dan Manufaktur, China Percepat Restitusi PPN

Seorang pria mengenakan masker sambil mengendarai skuter melewati jalanan, mengikuti wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Beijing, China, Minggu (10/4/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Lee Smith/aww/sad.

BEIJING, DDTCNews - Pemerintah China mempercepat pencairan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) pada April 2022 guna memberikan dukungan likuiditas bagi usaha kecil dan sektor-sektor industri kunci.

Pada April saja, China tercatat telah mencairkan restitusi PPN senilai CNY801,5 miliar atau setara Rp1.731 triliun. Nilai restitusi tersebut jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan kuartal I/2022 yang hanya senilai CNY123,3 miliar.

"Usaha mikro dan kecil adalah penerima manfaat utama dari fasilitas restitusi PPN pada April ini," ujar pejabat State Taxation Administration (STA), Xie Wen, dikutip Senin (16/5/2022).

Baca Juga: Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak

Tercatat nilai restitusi PPN yang diterima oleh usaha mikro dan kecil pada bulan April mencapai CNY418,9 miliar atau 52,3% dari nilai restitusi yang dicairkan.

Untuk diketahui, fasilitas restitusi PPN pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri China Li Keqiang pada akhir Maret 2022. Kebijakan ini diambil untuk menciptakan stabilitas perekonomian dan ketersediaan lapangan kerja.

"Pengembalian kelebihan pajak masukan kepada usaha mikro dan kecil, sektor manufaktur, dan sektor utama lainnya sangat penting untuk memastikan stabilitas pertumbuhan ekonomi," ujar Li.

Baca Juga: Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

Li mengatakan restitusi akan langsung memberikan dorongan kepada kas usaha dan akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi wajib pajak ketimbang insentif pengurangan pajak.

Adapun anggaran yang disiapkan oleh China untuk melakukan percepatan restitusi PPN mencapai CNY1,5 triliun atau Rp3.239 triliun. (sap)

Baca Juga: Pajak Judi Online Belum Diatur, Malaysia Rugi Rp6,74 Triliun per Tahun
Topik : pajak internasional, insentif pajak, PPN, restitusi, China

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Harga BBM Melonjak, Presiden Biden Pertimbangkan Pembebasan Pajak

Selasa, 21 Juni 2022 | 11:11 WIB
KONSULTASI UU HPP

Apakah Penyediaan Tempat Permainan Golf Dikecualikan PPN?

berita pilihan

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA BINTAN

Utang Pajak Rp16 M Tak Dibayar, Puluhan Kendaraan Milik WP Disita KPP

Minggu, 26 Juni 2022 | 15:00 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Ribuan Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak, Pemprov Ingatkan Soal Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:00 WIB
KANWIL DJP KALTIMTARA

Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:00 WIB
INGGRIS

Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:00 WIB
KPP PRATAMA SITUBONDO

KPP Akhirnya Sita Tanah Milik Wajib Pajak Seluas 2.104 Meter Persegi

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:30 WIB
DATA PPS HARI INI

Tinggal 4 Hari! DJP Sudah Terbitkan 176.417 Surat Keterangan PPS

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kriteria Hibah yang Dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan

Minggu, 26 Juni 2022 | 10:00 WIB
HUNGARIA

Parlemen Hungaria Tolak Ketentuan Perpajakan dalam Pilar 2 OECD