Review
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Kamis, 24 November 2022 | 09:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Senin, 05 Desember 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 02 Desember 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:00 WIB
KMK 63/2022
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Komunitas
Senin, 05 Desember 2022 | 09:00 WIB
SEKRETARIS I PERTAPSI CHRISTINE TJEN:
Minggu, 04 Desember 2022 | 07:40 WIB
WAKIL KETUA I PERTAPSI TITI MUSWATI PUTRANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 09:34 WIB
KETUA BIDANG KERJA SAMA PERTAPSI BENY SUSANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 07:30 WIB
SELEBRITAS
Reportase

Anthony Albanese Unggul di Pemilu 2022, Janji Pungut Pajak Secara Adil

A+
A-
0
A+
A-
0
Anthony Albanese Unggul di Pemilu 2022, Janji Pungut Pajak Secara Adil

Pemimpin Oposisi Australia, Anthony Albanese tersenyum setelah memberikan suaranya di tempat pemungutan suara di Marrickville Town Hall pada hari Pemilihan Federal, di Sydney, Australia, Jumat (20/5/2022). ANTARA FOTO/AAP/Lukas Coch/via REUTERS/rwa/sad.

CANBERRA, DDTCNews - Pemimpin Partai Buruh Anthony Albanese unggul dalam pemilihan perdana menteri Australia 2022 pada 21 Mei 2022.

Albanese menyatakan bakal bekerja lebih baik dari Perdana Menteri Scott Morrison. Dia menyebut dirinya sebagai pembangun dan akan bekerja untuk semua masyarakat Australia.

"Apakah itu membangun jalan atau membangun hubungan, membangun jaringan kereta api atau membangun koneksi, membangun masa depan yang lebih baik selalu menjadi tujuan saya," katanya, dikutip pada Senin (23/5/2022).

Baca Juga: Penerapan Exit Tax Bisa Menahan Gerusan Basis Pajak, Ini Analisisnya

Albanese berjanji akan menjalankan pemerintahannya secara adil, tanpa ada orang yang ditahan atau tertinggal. Sejumlah rencana juga telah disusun untuk dapat direalisasikan selama periode pemerintahannya.

Dari aspek pajak, ia menjanjikan perusahaan multinasional akan membayar pajak secara adil. Dalam hal ini, lanjutnya, perusahaan multinasional akan menghadapi tindakan keras jika melakukan upaya penghindaran pajak.

Albanese bersama Partai Buruh juga mendukung proposal Pilar 2 OECD yang akan memastikan perusahaan multinasional dikenakan tarif pajak minimum 15%. Nanti, ia juga akan berkonsultasi dengan para pelaku industri mengenai kebijakan pajaknya.

Baca Juga: Ada Perubahan Ketentuan Soal Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak

Hal lain yang bakal dilakukan Albanese di antaranya membuat harga kendaraan listrik lebih terjangkau dan menyiapkan semua infrastruktur pendukungnya seperti jalan raya dan stasiun pengisian daya.

Ada pula rencana memperkuat sistem asuransi Medicare dengan membentuk Strengthening Medicare Fund yang disuntik dana AU$250 juta per tahun selama 4 tahun.

Di sisi ketenagakerjaan, Partai Buruh bakal mengkaji skema penghitungan kenaikan gaji para pekerja, termasuk mendukung kenaikan upah minimum hingga 5,1% untuk mengimbangi inflasi.

Baca Juga: Sri Mulyani Terbitkan Peraturan Baru Soal Konsultan Pajak

Seperti dilansir news.com.au, Albanese juga akan mendorong lebih banyak investasi dalam proyek manufaktur dan membentuk National Reconstruction Fund dengan dana AU$15 miliar.

Dari angka tersebut, dana AU$1 miliar akan dipakai untuk investasi dalam proyek manufaktur di bidang transportasi, pertahanan, sumber daya, pertanian dan pengolahan makanan, ilmu kedokteran, energi terbarukan, serta teknologi rendah emisi.

Selain itu, dana AU$ 1 miliar lainnya akan dialokasikan untuk pengembangan teknologi penting seperti komputasi kuantum, kecerdasan buatan, robotika, dan pengembangan perangkat lunak. (rig)

Baca Juga: Salah Isi NPWP dan Nama Wajib Pajak dalam SSP? Bisa Pbk

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : australia, pajak, pajak internasional, OECD, keadilan pajak, perdana menteri

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 05 Desember 2022 | 09:45 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Soal Aturan Baru Desain Pita Cukai Tahun Depan, Begini Kata DJBC

Senin, 05 Desember 2022 | 09:00 WIB
SEKRETARIS I PERTAPSI CHRISTINE TJEN:

‘Tax Center dan Akademisi Itu Posisinya Netral’

Minggu, 04 Desember 2022 | 15:00 WIB
HUNGARIA

Khawatir Ganggu Investasi, Hungaria Kukuh Tolak Pajak Minimum Global

Minggu, 04 Desember 2022 | 14:00 WIB
BEA METERAI

Kriteria Dokumen yang Dapat Dibebaskan dari Pungutan Bea Meterai

berita pilihan

Senin, 05 Desember 2022 | 21:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penerapan Exit Tax Bisa Menahan Gerusan Basis Pajak, Ini Analisisnya

Senin, 05 Desember 2022 | 19:18 WIB
PMK 175/2022

Ada Perubahan Ketentuan Soal Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak

Senin, 05 Desember 2022 | 18:37 WIB
PMK 175/2022

Sri Mulyani Terbitkan Peraturan Baru Soal Konsultan Pajak

Senin, 05 Desember 2022 | 18:01 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Salah Isi NPWP dan Nama Wajib Pajak dalam SSP? Bisa Pbk

Senin, 05 Desember 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Business Intelligence dalam Ranah Pajak?

Senin, 05 Desember 2022 | 17:39 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Ingat! Kepatuhan Wajib Pajak Diawasi DJP, Begini Penjelasannya

Senin, 05 Desember 2022 | 17:30 WIB
PER-13/BC/2021

Daftar IMEI Bisa di Kantor Bea Cukai tapi Tak Dapat Pembebasan US$500

Senin, 05 Desember 2022 | 17:00 WIB
KP2KP SANANA

Dapat SP2DK, Pengusaha Pengolahan Ikan Tuna Datangi Kantor Pajak

Senin, 05 Desember 2022 | 16:51 WIB
KINERJA FISKAL DAERAH

Sisa Sebulan, Mendagri Minta Pemda Genjot Pendapatan Daerah

Senin, 05 Desember 2022 | 16:30 WIB
KPP PRATAMA SUKOHARJO

Data e-Faktur Hilang, Begini Solusi dari Ditjen Pajak