Review
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 14:42 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Sabtu, 23 Mei 2020 | 12:52 WIB
ANALISIS PAJAK
Sabtu, 23 Mei 2020 | 10:30 WIB
MENGHADAPI COVID-19 DENGAN PAJAK DAERAH (4)
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Wah, Ide Pencatatan Aset Global Diklaim Mampu Atasi Penggelapan Pajak

A+
A-
1
A+
A-
1
Wah, Ide Pencatatan Aset Global Diklaim Mampu Atasi Penggelapan Pajak

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Penyakit ekonomi global – seperti ketimpangan kekayaan dan penggelapan pajak yang sistemik – dapat ditangani melalui pencatatan aset kekayaan global atau global wealth asset registry (GAR).

Ide ini diungkapkan Independent Commission for the Reform of International Corporate Taxation (ICRICT). ICRICT merupakan lembaga masyakat sipil yang didalamnya juga ada beberapa ekonom elit seperti Joseph Stiglitz dan Thomas Piketty.

Rincian skema belum ada. Namun, ide GAR yang dikembangkan sangat berbasis pada instrumen transparansi. ICRICT mencoba membangun kerangka, di mana skema pencatatan diusulkan untuk menunjukkan keterkaitan antara data kekayaan yang ada dan telah tercatat serta data kekayaan yang belum terlacak.

Baca Juga: Siap-siap! Denda Pajak Kendaraan di Provinsi Ini Bakal Dihapus

“Terlebih, bocornya informasi kepemilikan kekayaan di luar negeri seperti Panama Papers dan Paradise Papers sebenarnya telah menunjukkan bahwa bukan tidak mungkin untuk mengumpulkan data-data tersebut,” demikian informasi yang dikutip dari Tax Notes International vol. 94 no. 2 pada Selasa (16/4/2019).

Ide ini sebelumnya juga turut dikemukakan oleh Komite Khusus Kejahatan Keuangan, Penggelapan Pajak, dan Penghindaran Pajak atau yang dikenal sebagai TAX3. TAX3 merupakan komite khusus yang terdapat pada parlemen Uni Eropa untuk membantu pembuatan kebijakan.

Laporan terakhir dari komite ini dapat mempelopori inisiatif global untuk melakukan pencatatan kepemilikan manfaat (beneficial ownership) dari publik secara terpusat. Tumbuhnya perekonomian global tanpa batasan menjadi pemicunya.

Baca Juga: Outlook Defisit APBN Melebar Lagi, Perpres 54/2020 Bakal Direvisi

“Tumbuhnya perekonomian global yang saling berkaitan tanpa batasan yang jelas serta adanya digitalisasi ekonomi sangat mendesak untuk ditangani secara lebih sistematis karena mereka mempengaruhi perpajakan,” ujar Luděk Niedermayer dari TAX3.

ICRICT menyebut GAR merupakan perangkat transparansi yang sebenarnya telah tersedia. Secara sederhana, GAR dapat dengan mudah menghubungkan data pendaftaran yang melacak kepemilikan harta kekayaan seperti tanah, sekuritas, perusahaan, dan lainnya.

GAR sendiri harus memiliki dua karakteristik. Pertama, ia harus melacak data kepemilikan manfaat (beneficial ownership). Kedua,sistem pendataannya sendiri harus memiliki data yang dapat dibaca oleh mesin. Adapun karakteristik lainnya dapat dinegosiasikan seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Negara di Eropa ini Punya Tarif Maksimal PPh Orang Pribadi Hingga 50%

Idealnya, GAR ini akan bersifat global. Namun, instrumen ini juga bisa menjadi jaringan pencatatan aset nasional yang saling berhubungan satu sama lain. Potensi pendekatan inilah yang menurut anggota parlemen Uni Eropa menjadi paling realistis. Lebih lanjut, Uni Eropa pun disebut sebagai tempat yang ideal untuk memulai uji coba program ini.

Proposal yang digagas oleh ICRICT ‘A Roadmap for A Global Asset Registry’ ini dinilai bersifat provokatif. ICRICT mengakui di tengah adanya permasalahan terkait privasi, dokumen bahwa pencatatan kekayaan global bukan merupakan utopia masa depan yang tidak mungkin. Terlebih, hal ini sangat berkaitan dengan perluasan upaya transparansi pajak dunia sebelum terbentuknya organisasi pajak global.

Pengembangan kerangka GAR ini dijadwalkan pada awal bulan Juli tahun ini di Paris. ICRICT juga mengundang partisipasi publik dalam mengembangkan kerangka GAR melalui Call for Paper dengan tenggat waktu pada 15 Mei 2019 yang dapat diakses pada link berikut ini. (kaw)

Baca Juga: Lengkap! Ini Realisasi Penerimaan Perpajakan Per Akhir April 2020
Topik : GAR, global wealth asset registry, ICRICT, kekayaan global, TAX3
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 22 April 2020 | 17:58 WIB
PROFIL PERPAJAKAN POLANDIA
Selasa, 21 April 2020 | 14:06 WIB
DEFISIT ANGGARAN
Senin, 20 April 2020 | 15:36 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 20 April 2020 | 13:23 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
berita pilihan
Senin, 25 Mei 2020 | 14:33 WIB
PENGADILAN PAJAK (12)
Senin, 25 Mei 2020 | 13:52 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 25 Mei 2020 | 13:12 WIB
KINERJA FISKAL
Senin, 25 Mei 2020 | 12:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 11:38 WIB
PELAYANAN PEMERINTAH
Senin, 25 Mei 2020 | 11:00 WIB
TIPS PAJAK UMKM
Senin, 25 Mei 2020 | 10:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK