Review
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:00 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Ternyata Ini Penyebab Pengusaha Borong Pita Cukai Rokok

A+
A-
1
A+
A-
1
Ternyata Ini Penyebab Pengusaha Borong Pita Cukai Rokok

Ilustrasi. Pekerja mengenakan sarung tangan dan masker guna pencegahan penularan COVID-19 melinting rokok sigaret kretek tangan di pabrik rokok PT Digjaya Mulia Abadi (DMA) mitra PT HM Sampoerna, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (16/6/2020). ANTARA FOTO/Siswowidodo/hp.

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah mencatat penerimaan cukai hasil tembakau hingga 31 Januari 2021 mencapai Rp8,83 triliun atau tumbuh 626% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,22 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi penerimaan cukai yang melonjak dikarenakan para produsen rokok telah memborong pita cukai untuk mengantisipasi kenaikan tarif berlaku mulai 1 Februari 2021.

"Jadi pabrik memesan pita cukainya sebelum kenaikan," katanya, dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Otoritas Bakal Kirim Tagihan Pajak, WP Tak Perlu Lapor SPT

Sri Mulyani menuturkan para pabrikan rokok ingin memanfaatkan selisih tarif dengan memesan pita cukai dalam jumlah besar. Hal tersebut juga ditandai dengan kenaikan volume produksi rokok sebesar 167% menjadi 35,1 miliar batang dari sebelumnya 13,14 miliar batang.

Pada akhir 2020, pemerintah mengumumkan kenaikan tarif cukai hasil tembakau atau rokok rata-rata 12,5% mulai 1 Februari 2021. Kenaikan tarif cukai rokok tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan rata-rata untuk 2020 sebesar 23%.

Data perincian penerimaan cukai hasil tembakau juga menunjukkan pabrikan telah bersiap dengan kenaikan tarif cukai dengan memperbesar produksi pada akhir 2020. Tercatat 86% dari realisasi setoran cukai senilai Rp8,83 triliun disumbang dari pemesanan pita cukai pada pekan ketiga dan keempat November 2020.

Baca Juga: Awas! Rumah yang Dapat PPN DTP Tidak Boleh Dipindahtangankan Setahun

Sri Mulyani menambahkan realisasi penerimaan bea dan cukai pada Januari 2021 mencapai Rp12,5 triliun atau tumbuh 175,3% dibandingkan dengan kinerja periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp4,5 triliun.

Penerimaan cukai tercatat Rp9,1 triliun atau tumbuh 495% dari realisasi periode yang sama tahun lalu Rp1,5 triliun. Untuk bea masuk, penerimaan yang diraup tercatat Rp2,3 triliun, turun 21%. Adapun penerimaan bea keluar mencapai Rp1,1 triliun, naik 923%. (rig)

Baca Juga: Catat! Insentif PPN Rumah DTP Hanya Bisa Dimanfaatkan Satu Kali
Topik : cukai rokok, penerimaan cukai, menteri keuangan sri mulyani, pita cukai, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Senin, 01 Maret 2021 | 09:01 WIB
PERTEMUAN MENTERI KEUANGAN G20
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
berita pilihan
Selasa, 02 Maret 2021 | 19:15 WIB
YORDANIA
Selasa, 02 Maret 2021 | 18:22 WIB
PELAPORAN SPT
Selasa, 02 Maret 2021 | 17:42 WIB
KEBIJAKAN MONETER
Selasa, 02 Maret 2021 | 17:30 WIB
SINGAPURA
Selasa, 02 Maret 2021 | 17:26 WIB
PMK 18/2021
Selasa, 02 Maret 2021 | 16:15 WIB
INSENTIF PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 16:00 WIB
PMK 21/2021
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:45 WIB
KABUPATEN NGAWI
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:41 WIB
PELAPORAN SPT