KEBIJAKAN CUKAI

Demi Penerimaan dan Iklim Usaha, DJBC Galakkan Pengawasan Rokok Ilegal

Aurora K. M. Simanjuntak
Minggu, 15 Maret 2026 | 09.30 WIB
Demi Penerimaan dan Iklim Usaha, DJBC Galakkan Pengawasan Rokok Ilegal
<p>Ilustrasi.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) kembali menggalakkan upaya pengawasan dan penindakan rokok ilegal di beberapa wilayah di Indonesia.

Kasubdit Humas dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetiyo mengatakan petugas DJBC bekerja sama dengan instansi sekaligus aparat daerah guna menekan peredaran rokok ilegal. Para pihak tersebut sepakat untuk menjalin komunikasi, bertukar informasi, dan memberikan dukungan operasional.

"Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait, pengawasan dapat dilakukan lebih optimal sehingga mampu melindungi penerimaan negara sekaligus menciptakan persaingan usaha yang sehat," ujarnya, dikutip pada Minggu (15/3/2026).

Budi menyampaikan upaya pemberantasan rokok ilegal kali ini digelar di 4 wilayah, yaitu Kudus, Labuan Bajo, Makassar, dan Morowali. Secara terperinci, DJBC Kudus melakukan operasi Gempur Rokok Ilegal di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan sekitarnya.

Sementara itu, DJBC di Labuan Bajo, NTT melakukan rapat koordinasi tim satgas Pemberantasan Rokok Ilegal Kabupaten Manggarai Barat. Melalui kegiatan itu, unit vertikal DJBC beserta aparat penegak hukum lokal melaksanakan evaluasi dan menyusun strategi penindakan rokok ilegal.

"Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci penting dalam menekan peredaran rokok ilegal di berbagai daerah," imbuh Budi.

Selanjutnya, DJBC di Morowali, Sulawesi Tengah, mengedukasi sekaligus berkoordinasi dengan Satpol PP untuk memperkuat pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal, khususnya rokok dan minuman keras.

Budi menerangkan kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama melalui pertukaran informasi, pelaksanaan sosialisasi bersama, serta dukungan dalam kegiatan penegakan hukum di wilayah Morowali, termasuk di sekitar kawasan industri nikel seperti PT IMIP.

"Sinergi yang kuat antara DJBC, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat akan memperkuat efektivitas pengawasan di lapangan," tutur Budi. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.