Berita
Rabu, 03 Maret 2021 | 19:38 WIB
INTEGRASI DATA PERPAJAKAN
Rabu, 03 Maret 2021 | 18:36 WIB
PELAPORAN SPT
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:30 WIB
KABUPATEN SERANG
Review
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:00 WIB
ANALISIS PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:33 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:55 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:13 WIB
WIDJOJO NITISASTRO:
Data & Alat
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Reportase
Perpajakan.id

Target Penerimaan Meleset, Menkeu Usul DPR Bentuk Panja Perpajakan 

A+
A-
7
A+
A-
7
Target Penerimaan Meleset, Menkeu Usul DPR Bentuk Panja Perpajakan 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Youtube DPR)

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan kepada Komisi XI DPR RI agar membentuk Panitia Kerja (Panja) perpajakan untuk mengurai problem lemahnya penerimaan perpajakan di tengah pandemi Covid-19, sehingga menimbulkan pelebaran defisit.

Sri Mulyani mengatakan pandemi Covid-19 menyebabkan tekanan berat pada perekonomian sehingga berdampak pada penerimaan perpajakan. Jika terbentuk Panja, Dirjen Pajak Suryo Utomo bisa memberikan penjelasan detail penyebab realisasi pajak yang rendah tahun lalu ke DPR.

"Saya senang kalau mau dibuat Panja Perpajakan. Nanti Pak Suryo dan tim bisa bicara, kenapa sudah tax amnesty, sudah diberi akses informasi, sudah diberi IT system, jumlah pemeriksa ditambah, kenapa kok tidak [mencapai target]?" katanya dalam raker Komisi XI DPR, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani: Berbagai Pengaduan Akan Kami Lindungi

Sri Mulyani mengatakan pembahasan bersama Panja akan lebih terperinci ketimbang melalui forum rapat kerja yang pembahasannya beragam. Pada rapat Panja itulah, dia menjanjikan jajaran Kementerian Keuangan akan menjelaskan secara detail kinerja penerimaan perpajakan tahun lalu.

Melalui Panja pula, dia menilai DPR bisa mencari tahu target penerimaan pada masing-masing kanwil, bahkan kantor pelayanan pajak (KPP). Di samping itu, pemerintah juga akan memaparkan strategi mencapai target pertumbuhan penerimaan hingga 12,6% tahun ini.

"Kalau itu dipanjakan, akan lebih baik. Jadi saya akan dibantu Komisi XI untuk mengawasi Dirjen Pajak. Kalau yang mengawasi ratusan orang kan lebih enak, lebih mudah kerja saya juga," ujarnya.

Baca Juga: Soal Dugaan Suap Pegawai Pajak, Ini Pernyataan Sri Mulyani

Mendengar usulan itu, beberapa anggota Komisi XI DPR menyatakan persetujuannya. Namun karena ternyata sudah ada Panja Perpajakan, Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto berjanji segera mengatur jadwalnya. "Sudah ada panja pajak. Dalam rapat internal nanti akan jadwalkan itu," katanya.

Dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI, Sri Mulyani memaparkan kinerja APBN 2020, termasuk penerimaan perpajakan yang terkontraksi 19,7%. Sejumlah anggota DPR mengungkapkan kekhawatirannya soal pelebaran defisit, yang pada akhirnya juga memperbesar utang pemerintah. (Bsi)

Baca Juga: Peran Stategis DPR RI dalam Mengawal Kinerja Pajak
Topik : target penerimaan pajak, panja perpajakan, sri mulyani, DPR
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Djoni

Kamis, 28 Januari 2021 | 23:10 WIB
Harusnya kalo org mau bayar pajak jgn dipersulit dgn banyak persyaratan. contohnya kalo mau bayar pajak kendaraan diharuskan utk bawa ktp asli sesuai stnk, lah kalo mobilnya beli bekas kan ktp aslinya kita gak pegang. Dan jgn paksa org utk balik nama kan bakalan dijual lagi kendaraannya. LOL !!!

Djoni

Kamis, 28 Januari 2021 | 23:05 WIB
test

Djoni

Kamis, 28 Januari 2021 | 23:05 WIB
test

Bambang Prasetia

Kamis, 28 Januari 2021 | 01:55 WIB
kegagalan dari system TA tahun yg lalu... kali ye...uangnya masih di mainkan . Jgn sampai jeruk makan jeruk .. krn kinerja kredit kurang bagus.. bhkan dana talangan atau rescedulling kembalian kredit masih seret atau diseretkan dgn alibi.. ... belum transparan. Pada kebanyakan Investor dlm negeri ma ... Baca lebih lanjut

Bambang Prasetia

Kamis, 28 Januari 2021 | 01:50 WIB
kayaknya "bgaikan ungguk merindukan bulan"...hari gini lagi parah2nya daya beli dan transaksi ekonomi.. lemah hampir lunglai ... jalan satu2nya uji kepatuhan serempak para pjbt tinggi yg LHKPN nya naik ...dan juga para oligark... jgn diam2 malah ngacir keluar negeri..cari rente ..di Negara 2 lain.

Geovanny Vanesa Paath

Rabu, 27 Januari 2021 | 22:31 WIB
Nantinya hasil evaluasi dari panja ini akan lebih baik jika benar-benar ditindaklanjutinsecara langsung agar target penerimaan dapat terealisasikan.
1
artikel terkait
Rabu, 24 Februari 2021 | 08:29 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 23 Februari 2021 | 17:58 WIB
KINERJA FISKAL
Selasa, 23 Februari 2021 | 17:15 WIB
PENERIMAAN CUKAI
Selasa, 23 Februari 2021 | 16:00 WIB
INSENTIF PAJAK
berita pilihan
Rabu, 03 Maret 2021 | 19:38 WIB
INTEGRASI DATA PERPAJAKAN
Rabu, 03 Maret 2021 | 18:36 WIB
PELAPORAN SPT
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:33 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:30 WIB
KABUPATEN SERANG
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:10 WIB
KOTA MALANG
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:55 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI