Review
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 10 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA PUSAT ESTU BUDIARTO:
Rabu, 06 Januari 2021 | 16:38 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:31 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 14 Januari 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 13 JANUARI - 19 JANUARI 2021
Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:40 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 06 Januari 2021 | 17:06 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Rabu, 13 Januari 2021 | 11:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 13 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Tangkap Peluang Ekspor, Jokowi Sebut Indonesia Masih Tertinggal

A+
A-
1
A+
A-
1
Tangkap Peluang Ekspor, Jokowi Sebut Indonesia Masih Tertinggal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara pelepasan ekspor serentak, Jumat (4/12/2020). (tangkapan layar Youtube)

JAKARTA, DDTCNews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Indonesia masih tertinggal dari negara lain untuk menangkap peluang ekspor.

Jokowi mengatakan Indonesia saat ini menjadi produsen terbesar atas beberapa komoditas unggulan dunia. Namun, nilai ekspor komoditas-komoditas itu ternyata lebih kecil dibandingkan dengan negara lain yang produksinya lebih sedikit.

"Kita tidak boleh cepat puas pada capaian saat ini karena potensi pasar ekspor yang belum tergarap masih sangat besar. Kita juga masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain dalam menangkap peluang ekspor," katanya dalam acara pelepasan ekspor serentak, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga: Jokowi: Kita Harus Sadar Masih dalam Kondisi Krisis

Jokowi mengatakan neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Oktober telah mencatatkan surplus US$17,07 miliar. Surplus banyak disumbang oleh ekspor komoditas kopi, garmen, home decor, furnitur, perikanan, serta makanan dan minuman. Namun, Jokowi tidak puas dengan capaian itu karena masih lebih banyak potensi ekspor Indonesia belum tergarap.

Misalnya pada komoditas kopi, Indonesia menjadi produsen terbesar ke-4 dunia pada 2019, setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Namun, Indonesia hanya mampu mengekspor US$883,12 juta dan menempati posisi ke-8. Nilai ekspor kopi itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan Vietnam yang mencapai US$2,22 miliar.

Kasus serupa juga terjadi pada ekspor produk garmen. Walaupun Indonesia menempati peringkat ke-8 terbesar dunia, tetapi posisi ekspornya hanya ke-22 dunia.

Baca Juga: Termasuk Cybercrime, Jokowi Minta PPATK Mitigasi Berbagai Kejahatan

Dengan posisi Indonesia sebagai produsen kayu ringan terbesar di dunia, ternyata ekspor produk home decor hanya menempati posisi ke-19 dunia, dan produk furnitur di posisi ke-21. Pada ekspor produk-produk tersebut, Jokowi menyebut posisi Vietnam selalu di atas Indonesia.

Meski demikian, menurutnya, Indonesia masih memiliki peluang untuk memperbesar ekspor walaupun perekonomian global masih terdampak pandemi dan permintaan menurun.

"Kita tidak boleh menyerah. Kita harus melihat lebih jeli peluang pasar ekspor yang masih terbuka lebar di negara-negara yang sekarang ini juga mengalami pandemi," ujarnya.

Baca Juga: Setelah Terima Vaksin, Jokowi Temui Sri Mulyani dan Erick Thohir

Hari ini, Jokowi melepas ekspor barang produksi 79 perusahaan kategori non-usaha kecil menengah (UKM) dan 54 perusahaan kategori UKM di 16 provinsi secara serentak. Ekspor itu senilai total US$ 1,64 miliar atau setara Rp23,75 triliun. (kaw)

Topik : ekspor, Jokowi
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 17 Desember 2020 | 14:59 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 17 Desember 2020 | 12:00 WIB
RUSIA
Rabu, 16 Desember 2020 | 14:21 WIB
PENANGANAN COVID-19
Rabu, 16 Desember 2020 | 11:02 WIB
PELAYANAN PUBLIK
berita pilihan
Sabtu, 16 Januari 2021 | 09:01 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Sabtu, 16 Januari 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 16 Januari 2021 | 06:01 WIB
PENCUCIAN UANG
Jum'at, 15 Januari 2021 | 18:08 WIB
INGGRIS
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:53 WIB
PERDAGANGAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:44 WIB
KENYA
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:40 WIB
EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI