Review
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:15 WIB
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:11 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 14:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Komunitas
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:15 WIB
IPB ACCOUNTING COMPETITION 2020
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Reportase

Tak Bayar Pajak, Pemain Basket NBA Ini Hemat Rp487 Miliar

A+
A-
0
A+
A-
0
Tak Bayar Pajak, Pemain Basket NBA Ini Hemat Rp487 Miliar

Dirk Nowitzki. Foto: Ronald Martinez/Getty Images

DALLAS, DDTCNews—Salah satu pemain legenda dengan gaji tertinggi sepanjang sejarah NBA, Dirk Nowitzki disebut telah menghemat US$33 juta atau setara dengan Rp487 miliar lantaran tidak membayar pajak penghasilan negara bagian (state income tax).

Nowitzki lolos dari kewajiban membayar pajak penghasilan setelah bergabung dengan klub Dallas Mavericks yang berlokasi di Texas, AS. Adapun Texas merupakan salah satu negara bagian yang tidak memungut pajak penghasilan.

"Intinya, Dirk menghemat US$33 juta sepanjang kariernya karena bermain di negara bagian yang tidak mengenakan pajak penghasilan dan hal itu hampir penghasilannya selama 3 musim penuh," demikian laporan Celebrity Net Worth, Jumat (17/7/2020).

Baca Juga: Tarif Pajak Tinggi Picu Selebriti Hollywood Hengkang dari California

Sebelum bergabung dengan Dallas, Nowitzki terdaftar sebagai pemain Milwaukee Bucks. Bila dia melanjutkan karier di Milwaukee Bucks maka pungutan PPh OP pada negara bagian Wisconsin akan menantinya secara rutin setiap tahun.

Nowitzki diperkirakan mendapat tagihan pajak penghasilan sekitar US$913.200/tahun. Bila dikalikan dengan jumlah tahun aktif berkarier sebagai pemain basket maka tagihan PPh yang dibayar kepada negara bagian Wisconsin mencapai US$19,2 juta.

Pungutan PPh akan lebih besar jika Nowitzki memutuskan untuk bergabung dengan dengan LA Lakers yang bermukim di negara bagian California. Pasalnya, untuk individu dengan penghasilan klasifikasi tertinggi akan dikenakan tarif 13,3%.

Baca Juga: Tangani Pandemi Corona, Negara Ini Perkenalkan Pajak Solidaritas

Jika dihitung maka beban pajak yang harus dibayar Nowitzki bisa sekitar US$1,6 juta atau sama seperti dihadapi pemain bintang yang pernah memperkuat Lakers seperti Kobe Bryant, Shaquille O'Neal, Chris Paul atau LeBron James yang masih aktif.

Keputusan berlabuh di klub Dallas Mavericks tersebut juga sebenarnya membuat Nowitzki bisa naik peringkat dari peringkat ke-6 menjadi peringkat ke-5 dalam hal pemain basket dengan gaji tertinggi sepanjang sejarah NBA.

Saat ini, Nowitzki masuk dalam peringkat ke-6 untuk daftar pemain NBA dengan bayaran tertinggi sebesar US$251,6 juta atau setara Rp3,6 triliun selama kariernya sebagai pemain basket. Setiap tahun, ia mengantongi penghasilan US$12 juta.

Baca Juga: Ini Daftar Negara Dengan Tarif Pajak Properti Paling Tinggi di Eropa

"Dengan bermain untuk Dallas Mavericks, Dia (Nowitzki) sebenarnya bisa masuk ke dalam lima besar setelah memperhitungkan faktor pajak tersebut," sebut laporan dari Celebrity Net Worth. (rig)

Topik : selebriti, pemain basket, NBA, pajak penghasilan, pajak internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 16:01 WIB
ARAB SAUDI
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 15:01 WIB
RUU OMNIBUS LAW
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:19 WIB
PMK 106/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 13:53 WIB
PMK 106/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 13:01 WIB
PMK 89/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 12:01 WIB
KAMBOJA
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 11:01 WIB
KOREA SELATAN
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 09:01 WIB
PROVINSI RIAU