Review
Jum'at, 09 April 2021 | 11:41 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 06 April 2021 | 09:23 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 04 April 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA BARAT SUPARNO:
Selasa, 30 Maret 2021 | 09:10 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Jum'at, 02 April 2021 | 10:00 WIB
KMK 20/2021
Rabu, 31 Maret 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 31 MARET - 6 APRIL 2021
Rabu, 24 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 24 MARET - 30 MARET 2021
Komunitas
Senin, 12 April 2021 | 12:59 WIB
UNIVERSITAS SURABAYA
Minggu, 11 April 2021 | 08:01 WIB
KETUA UMUM ASPAKRINDO TEGUH KURNIAWAN HARMANDA
Sabtu, 10 April 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 09 April 2021 | 15:15 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Sri Mulyani Hadiri Meeting G20, Bahas Pajak Hingga Pemulihan Ekonomi

A+
A-
0
A+
A-
0
Sri Mulyani Hadiri Meeting G20, Bahas Pajak Hingga Pemulihan Ekonomi

Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 saat menggelar rapat secara virtual, Jumat (26/2/2021). (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menghadiri pertemuan secara virtual para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 yang pertama di bawah presidensi Italia.

Sri Mulyani mengatakan pertemuan yang digelar pada 26 Februari 2021 tersebut memuat dua agenda utama, yaitu ekonomi global dan aksi kebijakan untuk pemulihan transformatif dan berkeadilan serta isu-isu sektor keuangan.

“Ekonomi dunia termasuk Indonesia masih membutuhkan dukungan untuk pemulihan. Pada 2021, Indonesia masih mengalokasikan belanja negara yang besar untuk penanganan Covid-19,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (1/3/2021).

Baca Juga: Uni Eropa Minta AS Menangguhkan Perang Tarif Bea Masuk

Sri Mulyani menambahkan Indonesia secara perlahan juga akan berupaya melepaskan ketergantungan ekonomi pada dukungan fiskal dan moneter dengan melakukan berbagai reformasi untuk memperkuat ekonomi ke depannya.

Pemulihan ekonomi yang kuat dan merata menjadi fokus utama para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20. Mereka menilai kerja sama internasional perlu lebih diperkuat dalam menghadapi tantangan global melalui pendekatan multilateralisme.

Pemulihan ekonomi global tahun ini diperkirakan membaik seiring dengan dimulainya pelaksanaan vaknisasi, dan relaksasi pembatasan sosial di berbagai negara. Namun, proyeksi pemulihan ekonomi ini masih menghadapi ketidakpastian dan belum merata di seluruh negara.

Baca Juga: Pemprov DKI Diminta Sesuaikan Lagi Revisi Perda Pajak Penerangan Jalan

Belajar dari pengalaman krisis pada masa lalu, G20 menekankan pentingnya untuk menghindari pengurangan stimulus yang terlalu dini demi memastikan proses pemulihan ekonomi dapat berjalan dengan baik.

G20 juga menegaskan komitmennya dalam membantu negara-negara miskin yang tengah menghadapi peningkatan beban utang akibat pandemi melalui restrukturisasi utang dalam kerangka Debt Service Suspension Initiative (DSSI) dan G20 Common Framework on Debt Treatment.

Selain itu, G20 akan melakukan eksplorasi formulasi a Special Drawing Rights (SDRs) General Allocation dalam rangka mendukung pembiayaan global jangka panjang, dan kebutuhan devisa bagi negara-negara yang paling membutuhkan.

Baca Juga: Audit Belanja Penanganan Covid-19, BPK Beberkan Sejumlah Temuan

Terkait dengan perpajakan internasional, G20 menggarisbawahi urgensi reformasi sistem perpajakan, yang dapat merespon tantangan globalisasi dan digitalisasi terhadap perekonomian. G20 mendorong tercapainya konsensus global pada pertengahan tahun ini.

G20 juga menegaskan komitmen untuk melakukan kerja sama multilateral perihal isu perubahan iklim dan risiko lingkungan. Presidensi G20 Italia akan menyelenggarakan High Level Tax Symposium dan Conference on Climate pada Juli 2021.

Lalu, G20 mendorong dilanjutkannya upaya penguatan sektor keuangan nonbank dan implementasi G20 Roadmap for Enhancing Cross-Border Payments guna pengembangan layanan transaksi lintas negara yang lebih efektif, cepat, efisien, dan murah.

Baca Juga: Pemkab Bakal Lunasi Tunggakan Pajak Ratusan Kendaraan Dinas

Kemudian, G20 mendukung usulan peningkatan pemahaman dan kesiapan sektor keuangan atas potensi risiko perubahan iklim melalui pemenuhan data gaps, dalam keperluan assessing climate related financial risks dan mendorong climate related disclosure.

G20 mendukung usulan Presidensi Italia untuk mengaktifkan Sustainable Finance Study Group (SFSG). Pengaktifan SFSG ini diharapkan dapat mendorong kesiapan dan kapasitas sektor keuangan dalam mendukung transisi menuju perekonomian yang berkelanjutan.

Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 mendorong review dan update atas Rencana Aksi G20, sehingga merefleksikan gambaran kebijakan forward looking sebagai alat koordinasi utama negara G20 dalam menangani pandemi dan mengakselerasi pemulihan ekonomi.

Baca Juga: Apa Itu Bea Keluar?

“Kami berharap forum multilateral dapat terus mendukung upaya pemulihan global. Kami akan menggunakan instrumen fiskal dan terus bekerja sama dengan otoritas moneter untuk memastikan pemulihan yang lebih baik, kuat dan berkelanjutan,” ujar Menkeu. (rig)

Topik : forum internasional, G20, menteri keuangan sri mulyani, pajak, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 12 April 2021 | 11:06 WIB
EDUKASI PAJAK
Senin, 12 April 2021 | 10:50 WIB
KABUPATEN TABANAN
Senin, 12 April 2021 | 09:43 WIB
KABUPATEN LAHAT
berita pilihan
Senin, 12 April 2021 | 22:30 WIB
BELGIA
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
SEKOLAH KEDINASAN
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
PENGAWASAN KEUANGAN NEGARA
Senin, 12 April 2021 | 18:01 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Senin, 12 April 2021 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 12 April 2021 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 12 April 2021 | 16:33 WIB
SURVEI PENJUALAN ECERAN
Senin, 12 April 2021 | 16:30 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN
Senin, 12 April 2021 | 16:19 WIB
CUKAI (9)