Berita
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:52 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT II
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:33 WIB
SPANYOL
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:30 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:22 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:58 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 16:45 WIB
PROFIL PAJAK KOTA BOGOR
Jum'at, 22 Januari 2021 | 15:47 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Sempat Deg-Degan, Ini Pengalaman Pemenang Kompetisi Pajak

A+
A-
1
A+
A-
1
Sempat Deg-Degan, Ini Pengalaman Pemenang Kompetisi Pajak

Atma Vektor Mercury dan Muhammad Yusaka keluar sebagai juara I DDTCNews Tax Competition 2019.

JAKARTA, DDTCNews – Mengaku deg-degan karena baru pertama kali menjalani simulasi moot court, Atma Vektor Mercury dan Muhammad Yusaka keluar sebagai juara I DDTCNews Tax Competition 2019.

Kedua mahasiswa Jurusan Pajak Prodi D3 Pajak Politeknik Keuangan Negara STAN ini merasa tertantang dengan skema simulasi moot court yang harus dijalani dalam babak grand final. Dalam babak tersebut, mereka bisa beradu argumentasi terkait kasus yang disengketakan.

“Soal-soalnya [kompetisi] ini benar-benar menantang. Yang paling penting itu di akhir, saat moot court. Itu bikin deg-degan dan atmosfer sidang di pengadilan pajaknya benar-benar terasa,” ujar Muhammad Yusaka seusai kompetisi, Selasa (24/9/2019).

Baca Juga: Musim Lapor SPT, Bale Pajak Mulai Beroperasi

Dalam simulasi moot court, keduanya berperan sebagai terbanding. Atma Vektor Mercury dan Muhammad Yusaka berhadapan dengan Angela Wiharja dan Rahma Soraya dari Jurusan Administrasi Perpajakan D3 Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia yang berperan sebagai pemohon banding.

Mereka merasa bersyukur akhirnya menjuarai kompetisi pada tahun ini. Apalagi, dalam kompetisi pada tahun lalu, tim dari PKN STAN juga menjadi juara I dan mendapatkan kesempatan mengikuti konferensi pajak internasional di Mumbai, India.

Untuk kesempatan ke India pada tahun ini, dia mengaku antusias. Dia akan memanfaatkan kesempatan itu dengan maksimal untuk menggali berbagai ilmu dan pengetahuan yang kemungkinan besar tidak didapatkan di bangku kuliah.

Baca Juga: Pajak Panel Surya Dihapus

“Apalagi, saya juga tertarik dengan perpajakan internasional. Saya suka karena kasus-kasusnya itu lebih sering mengaitkan dengan transaksi yang besar-besar. Itu menarik untuk dipelajari juga di sana. Makanya, saya mengucapkan terima kasih kepada DDTC atas kesempatan ini,” ujar Muhammad.

Atma Vektor Mercury berharap juga bisa mendapatkan pengetahuan baru terkait dengan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) dalam konferensi pajak internasional di India. Dua aspek itu, menurutnya, menarik untuk dibandingkan secara internasional.

“Persiapan pasti kita lakukan dengan riset kecil-kecilan soal India juga. Yang paling penting juga itu sebenarnya latihan listening karena semua pakai Bahasa Inggris. Jangan sampai ilmu yang dijelaskan justru kami enggak bisa menyerapnya dengan baik,” jelas Atma.

Baca Juga: Sengketa atas Harga Jual Batu Bara yang Tidak Wajar

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada DDTC karena mendapat kesempatan ini. Selain itu, Atma berharap DDTCNews bisa terus menggelar kompetisi ini secara rutin tiap tahunnya. Skema kompetisi yang disajikan, menurutnya, berbeda dengan kompetisi pajak pada umumnya. Selain itu, hadiahnya juga tergolong besar.

Seperti diketahui, dalam kompetisi yang bersamaan dengan momentum hari jadi ke-12 DDTC ini, seluruh peserta memperebutkan hadiah total senilai Rp120 juta. Juara I mendapatkan hadiah total senilai Rp55 juta, berupa uang tunai Rp5 juta dan beasiswa mengikuti konferensi pajak di India. (kaw)

Baca Juga: Ketentuan Penerbitan SKPKBT Juga Diubah
Topik : DDTCNews Tax Competition, pajak, lomba, cerdas cermat, digitalisasi
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 22 Januari 2021 | 12:15 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 08:45 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:21 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
berita pilihan
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:52 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT II
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:33 WIB
SPANYOL
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:30 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:22 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:58 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:46 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:45 WIB
UU CIPTA KERJA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:32 WIB
BARANG MILIK NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:23 WIB
KEUANGAN NEGARA