Review
Selasa, 29 September 2020 | 09:15 WIB
OPINI PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 08:20 WIB
PERSPEKTIF
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 29 September 2020 | 15:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 29 September 2020 | 09:09 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 18:20 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 16:33 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Komunitas
Selasa, 29 September 2020 | 16:40 WIB
POLITEKNIK WILMAR BISNIS INDONESIA MEDAN
Senin, 28 September 2020 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER:
Kolaborasi
Selasa, 29 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 29 September 2020 | 10:30 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Reportase

Sambut Investor, Pemerintah Siapkan Fasilitas Berikat di KIT Batang

A+
A-
0
A+
A-
0
Sambut Investor, Pemerintah Siapkan Fasilitas Berikat di KIT Batang

Presiden Joko Widodo (empat kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), dan sejumlah pejabat lainnya berbincang saat meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). (Foto: Antara)

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah bersiap menyambut para investor yang akan merelokasi pabriknya dari luar negeri ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Padmoyo Tri Wikanto mengatakan telah menawarkan fasilitas kawasan berikat untuk KIT Batang. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat ideal bagi para investor yang akan beroperasi di KIT Batang.

"Tugas kami sebagai trade facilitator dan industrial assistance. KIT Batang ini akan sama dengan kawasan lainnya. Kebetulan kemarin Pak Presiden yang statement, jadi kami yang di bawah iramanya sama akan sama," katanya kepada DDTCNews, Selasa (28/7/2020).

Baca Juga: 'Mini Lockdown yang Berulang itu Lebih Efektif'

Padmoyo mengatakan pengelola kawasan berikat di KIT Batang adalah konsorsium yang terdiri atas PT Perkebunan Nasional III (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero), dan Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero).

Menurutnya, petugas Bea Cukai rutin berkomunikasi dengan konsorsium dan selalu siap membantu dalam mengurus semua perizinan yang dibutuhkan. Ia menjelaskan proses penetapan KIT terpadu sebagai kawasan berikat bisa dilakukan secara paralel dengan pembangunan beberapa infrastruktur di kawasan tersebut.

Dengan demikian, sambungnya, semua perizinan diharapkan selesai berbarengan dengan pembangunan KIT Batang. Dengan fasilitas kawasan berikat itu, pelaku usaha bisa mendapatkan sejumlah fasilitas fiskal.

Baca Juga: Jokowi Ingatkan Pengobatan Corona Harus Sesuai Standar Kemenkes

Misalnya, penundaan bea masuk, serta tidak dipungut pajak dalam rangka impor seperti pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), serta pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 impor.

Mengenai jalur transportasinya, Padmoyo menyarankan agar dibangun jalur kereta api atau pelabuhan darat (dry port) ketimbang pelabuhan laut karena lebih cepat. Karena itu, arus lalu lintas barang sementara waktu bisa dilakukan di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.

"Intinya jangan dibikin susah, karena kalau sampai terhambat satu, yang di belakang nanti juga terhambat. Tapi kalau di Bea Cukai lancar, semuanya akan ikut lancar," ujarnya.

Baca Juga: FIFA U-20 World Cup 2021, Jokowi Minta Menkeu Berikan Fasilitasi Pajak

KIT Batang akan dibangun pada area seluas 4.300 hektare. Namun sebagai permulaan, pemerintah memprioritaskan pembangunan area 450 ha untuk menyambut relokasi 7 pabrik asing.

Investasi ke-7 pabrik tersebut ditaksir US$850 juta, yakni PT Meiloon Technology Indonesia, Sagami Electronics Co Ltd, PT CDS Asia atau Alpan Lighting, PT Kenda Rubber, PT Denso, PT Panasonic, dan LG Electronics. Selain itu, ada 17 investor lain dengan investasi US$37 miliar yang diklaim akan menyusul. (Bsi)

Baca Juga: Kabar Gembira! Jokowi Naikkan Tunjangan Jabatan Penilai Pajak
Topik : KIT Batang, kawasan berikat, relokasi pabrik, Jokowi
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 27 Agustus 2020 | 10:29 WIB
BANTUAN SOSIAL
Rabu, 26 Agustus 2020 | 18:17 WIB
BANTUAN LANGSUNG TUNAI
Senin, 24 Agustus 2020 | 13:13 WIB
PANDEMI COVID-19
Senin, 24 Agustus 2020 | 12:27 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
berita pilihan
Selasa, 29 September 2020 | 18:15 WIB
SUBSIDI UPAH
Selasa, 29 September 2020 | 16:54 WIB
APBN 2021
Selasa, 29 September 2020 | 16:40 WIB
POLITEKNIK WILMAR BISNIS INDONESIA MEDAN
Selasa, 29 September 2020 | 16:20 WIB
VIETNAM
Selasa, 29 September 2020 | 16:07 WIB
BEA METERAI
Selasa, 29 September 2020 | 15:50 WIB
PENGADILAN PAJAK
Selasa, 29 September 2020 | 15:24 WIB
APBN 2021
Selasa, 29 September 2020 | 15:23 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL
Selasa, 29 September 2020 | 15:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 29 September 2020 | 14:53 WIB
LONDON