Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Persepsi Terhadap Pajak Jadi Penentu Kepatuhan

1
1

Berfoto bersama setelah kegiatan Tax Goes To Campus. 

KUPANG, DDTCNews – Persepsi masyarakat terhadap pajak menjadi penentu krusial tingkat kepatuhan wajib pajak di Indonesia.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Pelayanan Perpajakan KPP Pratama Kupang Esra Junius Ginting di hadapan sekitar 400 mahasiswa Universitas Katolik Windya Mandira Kupang dalam kegiatan Tax Goes To Campus, Kamis (23/5/2019).

“Harus diakui masih ada masyarakat di Indonesia yang memiliki persepsi negatif tentang pajak. Karena itu, penyuluhan yang dibuat untuk meningkatkan pemahaman harus dilakukan bahkan dari level yang sedini mungkin, contohnya kepada para mahasiswa,” ujarnya, seperti dikutip pada Jumat (24/5/2019).

Baca Juga: Kemenkeu Apresiasi Pembukaan Konsentrasi Akuntansi Syariah di UGM

Menurut dia, salah satu faktor dalam penentu tingkat kepatuhan adalah perilaku dari setiap wajib pajak. Perilaku tersebut, jika ditarik ke belakang, sangat dipengaruhi oleh persepsi masyarakat terhadap pajak, termasuk dari sisi sistem, instansi, maupun pemanfaatan penerimaan negara yang terkumpul.

Ditjen Pajak, sambung Esra, menargetkan tingkat kepatuhan pelaporan SPT (formal) sebesar 80%. Dia menegaskan pentingnya kerja sama antara petugas pajak dan masyarakat, khususnya instansi pendidikan. Langkah ini diharapkan mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya pelaporan SPT dan pembayaran pajak.

Kegiatan Tax Goes To Campus diharapkan mampu berkontribusi dalam pembentukan pola pikir masyarakat maupun mahasiswa. Selain itu, otoritas berharap masyarakat menyadari manfaat pajak sehingga akan membangkitkan semangat untuk dapat berkontribusi bagi negeri.

Baca Juga: Kerek Kepatuhan Sukarela WP? Cek Dulu Laporan OECD Soal Moral Pajak

Dalam menjalankan roda pemerintahan dan membiayai operasional suatu negara, pajak mutlak diperlukan. Namun, tingkat kepatuhan wajib pajak di Indonesia belum optimal karena belum semua pihak memahami pentingnya pajak.

Seperti dilansir Victory News, kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwira Jou Sewa Adrianus. Selain memberikan materi, tim KPP Pratama Kupang juga mengadakan permainan seru berhadiah souvenir menarik sebagai bentuk apresiasi. (kaw)

Baca Juga: Institut STIAMI Gelar Talkshow & Kompetisi Pajak, Tertarik?

“Harus diakui masih ada masyarakat di Indonesia yang memiliki persepsi negatif tentang pajak. Karena itu, penyuluhan yang dibuat untuk meningkatkan pemahaman harus dilakukan bahkan dari level yang sedini mungkin, contohnya kepada para mahasiswa,” ujarnya, seperti dikutip pada Jumat (24/5/2019).

Baca Juga: Kemenkeu Apresiasi Pembukaan Konsentrasi Akuntansi Syariah di UGM

Menurut dia, salah satu faktor dalam penentu tingkat kepatuhan adalah perilaku dari setiap wajib pajak. Perilaku tersebut, jika ditarik ke belakang, sangat dipengaruhi oleh persepsi masyarakat terhadap pajak, termasuk dari sisi sistem, instansi, maupun pemanfaatan penerimaan negara yang terkumpul.

Ditjen Pajak, sambung Esra, menargetkan tingkat kepatuhan pelaporan SPT (formal) sebesar 80%. Dia menegaskan pentingnya kerja sama antara petugas pajak dan masyarakat, khususnya instansi pendidikan. Langkah ini diharapkan mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya pelaporan SPT dan pembayaran pajak.

Kegiatan Tax Goes To Campus diharapkan mampu berkontribusi dalam pembentukan pola pikir masyarakat maupun mahasiswa. Selain itu, otoritas berharap masyarakat menyadari manfaat pajak sehingga akan membangkitkan semangat untuk dapat berkontribusi bagi negeri.

Baca Juga: Kerek Kepatuhan Sukarela WP? Cek Dulu Laporan OECD Soal Moral Pajak

Dalam menjalankan roda pemerintahan dan membiayai operasional suatu negara, pajak mutlak diperlukan. Namun, tingkat kepatuhan wajib pajak di Indonesia belum optimal karena belum semua pihak memahami pentingnya pajak.

Seperti dilansir Victory News, kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwira Jou Sewa Adrianus. Selain memberikan materi, tim KPP Pratama Kupang juga mengadakan permainan seru berhadiah souvenir menarik sebagai bentuk apresiasi. (kaw)

Baca Juga: Institut STIAMI Gelar Talkshow & Kompetisi Pajak, Tertarik?
Topik : kampus, Universitas Katolik Windya Mandira, kupang, kepatuhan formal
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Kamis, 23 Juni 2016 | 16:12 WIB
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
Senin, 27 Mei 2019 | 13:40 WIB
KULIAH UMUM PAJAK
Rabu, 28 September 2016 | 13:59 WIB
BEASISWA PENDIDIKAN
berita pilihan
Senin, 20 Mei 2019 | 10:21 WIB
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Selasa, 12 September 2017 | 13:52 WIB
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
Kamis, 02 Maret 2017 | 18:08 WIB
PENDIDIKAN PAJAK
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:01 WIB
LOWONGAN KERJA
Minggu, 11 Desember 2016 | 11:17 WIB
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
Rabu, 16 Oktober 2019 | 15:08 WIB
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Kamis, 14 Maret 2019 | 17:52 WIB
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
Selasa, 23 April 2019 | 17:17 WIB
TST KE-20 SPA FEB UI
Rabu, 28 Agustus 2019 | 13:03 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Senin, 22 April 2019 | 19:31 WIB
PERJANJIAN PAJAK