Review
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Pecah Rekor! Pandemic Bond Jadi Surat Utang dengan Tenor Terlama

A+
A-
20
A+
A-
20
Pecah Rekor! Pandemic Bond Jadi Surat Utang dengan Tenor Terlama

Ilustrasi. (foto: Getty)

JAKARTA, DDTCNews—Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pemerintah telah menerbitkan surat utang global berdenominasi dolar AS senilai US$4,3 miliar untuk menambal defisit APBN yang melebar karena dampak virus Corona.

Sri Mulyani mengatakan global bond atau disebut pandemic bond ini diterbitkan dalam tiga tenor, yaitu 10,5 tahun, 30,5 tahun dan 50 tahun. Adapun bond bertenor 50 tahun menjadi rekor bond dengan tenor terlama di Indonesia.

“Tenor baru ini menciptakan benchmark tenor baru surat utang negara di Indonesia, dan tentu kami juga gunakan tenor 50 tahun dalam rangka capitalize kurva tenor jangka panjang yang cenderung flat,” katanya melalui konferensi video, Selasa (7/4/2020).

Baca Juga: Genjot Investasi, Pemerintah Buka Zona Ekonomi Bebas Baru

Sri Mulyani memerinci penerbitan bond pertama adalah seri RI1030 senilai US$1,65 miliar bertenor 10,5 tahun. Seri itu ditawarkan dengan imbal hasil (yield) 3,9% dan jatuh tempo 15 Oktober 2030.

Seri kedua adalah RI1050 senilai US$1,65 miliar dengan tenor 30,5 tahun, yield 4,25% dan jatuh tempo 15 April 2050. Lalu, seri RI0470 senilai US$1 miliar dengan tenor 50 tahun, yield 4,5% dan jatuh tempo 15 April 2070.

Menkeu menilai penerbitan pandemic bond bertenor 50 tahun menjadi bentuk kepercayaan investor terhadap kondisi perekonomian dan pengelolaan keuangan negara, di samping imbal hasil yang ditawarkan juga cukup menarik.

Baca Juga: Realisasi Pembebasan Bea Masuk dan Pajak Impor Tembus Rp602,6 Miliar

“Pemanfaatan dari penerbitan bond yang tadi malam dieksekusi sangat positif, di tengah turbulensi pasar keuangan global,” ujar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menambahkan penerbitan pandemic bond juga menjadi yang pertama di Asia. Sepengetahuannya, belum ada satu negara pun di Asia yang menerbitkan sovereign bond sejak pandemi Corona pada Februari 2020. (rig)

Baca Juga: Pemerintah Sebut Ada 38 Kabupaten/Kota yang Belum Cairkan BLT
Topik : efek virus corona, surat utang, pandemic bond, menteri keuangan sri mulyani, nasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 25 Mei 2020 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Minggu, 24 Mei 2020 | 10:00 WIB
INSENTIF FISKAL
Minggu, 24 Mei 2020 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
berita pilihan
Rabu, 27 Mei 2020 | 18:41 WIB
KABUPATEN BANTUL
Rabu, 27 Mei 2020 | 18:00 WIB
AZERBAIJAN
Rabu, 27 Mei 2020 | 17:09 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:51 WIB
JAWA BARAT
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:48 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:43 WIB
BANTUAN SOSIAL
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:37 WIB
TIPS E-BILLING
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:19 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:06 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI