Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Negara Ini Bakal Pungut Retribusi Latte, Apa Itu?

2
2
Ilustrasi.

DUBLIN, DDTCNews – Pemerintah Irlandia akan menerapkan retribusi latte (latte levy) yang merupakan pungutan pada cangkir (cups) kopi sekali pakai.

Richard Bruton, Minister for Climate Action mengatakan pungutan ini akan diaplikasikan mulai 2021 sebagai upaya untuk mengubah kebiasaan konsumen serta mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan plastik sekali pakai.

“Salah satu hal yang jelas harus kita lakukan adalah mengurangi kemasan sekali pakai dan yang paling nyata adalah gelas sekali pakai,” ujar Bruton, Rabu (7/11/2019).

Baca Juga: Soal Nasib Cukai Kantong Plastik, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Retribusi ini, sambung Burton, juga menyasar gelas kompos yang terbuat dari bahan biodegradable. Hal ini dikarenakan minimnya infrastruktur di sektor ritel untuk mendaur ulang kemasan yang telah bersentuhan dengan makanan dan minuman.

Tarif retribusi yang diusulkan senilai 0,25 euro (setara Rp3.877) per cangkir. Pemerintah berharap retribusi ini dapat mendorong penikmat kopi untuk membawa ‘keep cups’ (cangkir kopi daur ulang) yang bahkan memungkinkan pelanggan mengklaim diskon di beberapa kedai kopi.

Latar belakang pengenaan pungutan ini adalah berdasarkan hasil temuan penelitian yang didanai pemerintah tahun lalu. Laporan penelitian itu menyebut jumlah cangkir kopi sekali pakai dibuang oleh 4,9 juta warga Irlandia mencapai 200 juta cangkir setiap tahunnya.

Baca Juga: Soal Progres Pengenaan Cukai Plastik, Ini Penjelasan Dirjen Bea Cukai

Terlebih Pemerintah Irlandia memang tengah meningkatkan aksinya untuk mengurangi dampak lingkungan di seluruh seluruh sektor ekonomi. Hal ini lantaran negara ini telah melampaui alokasi emisi gas rumah kaca tahunan.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong tindakan lebih jauh guna merealisasikan komitmen yang diamanatkan Uni Eropa (UE). Selain retribusi, sejumlah tindakan lain juga akan diterapkan untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan.

Tindakan tersebut seperti menerapkan kenaikan atas pungutan kantong plastik menjadi 0,25 euro untuk kantong plastik dengan berat menengah yang dijual di supermarket. Irlandia pertama kali memperkenalkan pajak untuk kantong plastik pada 2002 silam.

Baca Juga: Soal Pengenaan Cukai Plastik, DJBC: Belum Ada Perkembangan Terbaru

Selain itu, pemerintah akan mengembangkan pungutan tahap kedua mulai 2022 dengan berfokus pada wadah makanan yang dapat dibawa pulang. Kemudian, pada fase ketiga pemerintah akan berfokus untuk menangani pengemasan makanan di gerai ritel seperti kemasan untuk roti, buah-buahan, maupun sayuran.

“Kebijakan ini sebenarnya untuk membuat orang mengubah kebiasaannya seumur hidup,” imbuh Burton, seperti dilansir nytimes.com.

Pada tahun lalu negara tetangga Irlandia, Inggris, menolak seruan dari para pegiat dan anggota parlemen untuk memberlakukan pungutan serupa pada cangkir kopi sekali pakai. Sebagai gantinya, negara ini memilih untuk mengurangi penggunaan cangkir sekali pakai melalui tindakan sukarela. (kaw)

Baca Juga: Dituding Kurangi Beban Pajak, Apple & Irlandia Bakal Ajukan Banding

“Salah satu hal yang jelas harus kita lakukan adalah mengurangi kemasan sekali pakai dan yang paling nyata adalah gelas sekali pakai,” ujar Bruton, Rabu (7/11/2019).

Baca Juga: Soal Nasib Cukai Kantong Plastik, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Retribusi ini, sambung Burton, juga menyasar gelas kompos yang terbuat dari bahan biodegradable. Hal ini dikarenakan minimnya infrastruktur di sektor ritel untuk mendaur ulang kemasan yang telah bersentuhan dengan makanan dan minuman.

Tarif retribusi yang diusulkan senilai 0,25 euro (setara Rp3.877) per cangkir. Pemerintah berharap retribusi ini dapat mendorong penikmat kopi untuk membawa ‘keep cups’ (cangkir kopi daur ulang) yang bahkan memungkinkan pelanggan mengklaim diskon di beberapa kedai kopi.

Latar belakang pengenaan pungutan ini adalah berdasarkan hasil temuan penelitian yang didanai pemerintah tahun lalu. Laporan penelitian itu menyebut jumlah cangkir kopi sekali pakai dibuang oleh 4,9 juta warga Irlandia mencapai 200 juta cangkir setiap tahunnya.

Baca Juga: Soal Progres Pengenaan Cukai Plastik, Ini Penjelasan Dirjen Bea Cukai

Terlebih Pemerintah Irlandia memang tengah meningkatkan aksinya untuk mengurangi dampak lingkungan di seluruh seluruh sektor ekonomi. Hal ini lantaran negara ini telah melampaui alokasi emisi gas rumah kaca tahunan.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong tindakan lebih jauh guna merealisasikan komitmen yang diamanatkan Uni Eropa (UE). Selain retribusi, sejumlah tindakan lain juga akan diterapkan untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan.

Tindakan tersebut seperti menerapkan kenaikan atas pungutan kantong plastik menjadi 0,25 euro untuk kantong plastik dengan berat menengah yang dijual di supermarket. Irlandia pertama kali memperkenalkan pajak untuk kantong plastik pada 2002 silam.

Baca Juga: Soal Pengenaan Cukai Plastik, DJBC: Belum Ada Perkembangan Terbaru

Selain itu, pemerintah akan mengembangkan pungutan tahap kedua mulai 2022 dengan berfokus pada wadah makanan yang dapat dibawa pulang. Kemudian, pada fase ketiga pemerintah akan berfokus untuk menangani pengemasan makanan di gerai ritel seperti kemasan untuk roti, buah-buahan, maupun sayuran.

“Kebijakan ini sebenarnya untuk membuat orang mengubah kebiasaannya seumur hidup,” imbuh Burton, seperti dilansir nytimes.com.

Pada tahun lalu negara tetangga Irlandia, Inggris, menolak seruan dari para pegiat dan anggota parlemen untuk memberlakukan pungutan serupa pada cangkir kopi sekali pakai. Sebagai gantinya, negara ini memilih untuk mengurangi penggunaan cangkir sekali pakai melalui tindakan sukarela. (kaw)

Baca Juga: Dituding Kurangi Beban Pajak, Apple & Irlandia Bakal Ajukan Banding
Topik : latte, latte levy, Irlandia, kantong plastik
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 14 September 2019 | 15:45 WIB
ZONE EURO EROPA
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 03 Oktober 2019 | 11:24 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 22 Mei 2019 | 14:40 WIB
ITALIA
Kamis, 28 Maret 2019 | 16:54 WIB
SELANDIA BARU
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:30 WIB
AZERBAIJAN
Minggu, 18 September 2016 | 19:02 WIB
INDIA
Rabu, 06 Desember 2017 | 11:30 WIB
GHANA
Senin, 04 Juni 2018 | 16:38 WIB
YORDANIA