Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Meski Bisa Hambat Investasi, Inggris Tetap Pertimbangkan Windfall Tax

A+
A-
0
A+
A-
0
Meski Bisa Hambat Investasi, Inggris Tetap Pertimbangkan Windfall Tax

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson berbicara dengan pemilik kios selama acara untuk mempromosikan bisnis Inggris, di Downing Street, London, Inggris, Senin (9/5/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Toby Melville/Pool/foc/sad.
 

LONDON, DDTCNews - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan pengenaan windfall tax terhadap sektor minyak dan gas (migas).

Padahal, Johnson sendiri mengakui windfall tax sesungguhnya memiliki potensi menghambat investasi. Meski demikian, pajak tersebut diperlukan untuk mendanai stimulus yang direncanakan pemerintah.

"Dampak negatif dari pajak semacam itu adalah pajak tersebut bisa menghambat investasi untuk teknologi baru atau penambahan suplai," ujar Johnson, dikutip Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga: Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak sendiri sejak April mengatakan pengenaan windfall tax merupakan salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh pemerintah, khususnya bila investasi yang dilakukan oleh sektor migas di Inggris tergolong minim.

"Jika investasi yang cukup tidak direalisasikan, maka tentu saja windfall tax adalah kebijakan yang kami pertimbangkan," ujar Sunak seperti dilansir bbc.com.

Bila diberlakukan, windfall tax rencananya hanya dikenakan sekali waktu atas sektor migas yang dalam beberapa bulan terakhir menikmati kenaikan laba yang masif akibat kenaikan harga komoditas tambang.

Baca Juga: Unggul di Pemilu 2022, Capres Ini Dituntut Lanjutkan Reformasi Pajak

Menurut penghitungan dari Partai Buruh, pengenaan windfall tax terhadap perusahaan migas yang beroperasi di Laut Utara akan menghasilkan tambahan penerimaan pajak senilai GBP1,95 miliar atau kurang lebih Rp34,85 triliun.

Dana yang terkumpul dari windfall tax nantinya dapat digunakan untuk menghapuskan PPN atas tagihan listrik. Harapannya, rata-rata tagihan listrik rumah tangga di Inggris dapat diturunkan senilai GBP200. (sap)

Baca Juga: Presiden Baru Korea Selatan Bakal Rasionalisasi Tarif Pajak Korporasi
Topik : pajak internasional, windfall tax, tarif pajak, PPh badan, Inggris, Boris Johnson

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Fokus Lakukan Konsolidasi Fiskal, Ternyata Ini Alasannya

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

Minggu, 22 Mei 2022 | 17:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP DI YOGYAKARTA

Rekening, Tanah Hingga Perhiasan Bos Sembako Ini Disita Petugas Pajak

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis Jaminan untuk Penundaan Pembayaran Cukai

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Presiden Baru Korea Selatan Bakal Rasionalisasi Tarif Pajak Korporasi

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Perusahaan AS yang Bayar Pajak ke Rusia Bakal Dapat Disinsentif

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:30 WIB
KPP MADYA SURAKARTA

Tak Kunjung Lunasi Utang Pajak, 7 Mobil Akhirnya Disita Sekaligus