Review
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:00 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Menang Pemilu Ulang Georgia, Agenda Pajak Biden Belum Tentu Mulus

A+
A-
1
A+
A-
1
Menang Pemilu Ulang Georgia, Agenda Pajak Biden Belum Tentu Mulus

Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden. (Foto: CBS/Getty Images/theverge.com)

WASHINGTON D.C., DDTCNews - Agenda reformasi pajak yang diusung Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden belum tentu berjalan mulus meski 2 calon anggota Senat AS dari Partai Demokrat memenangkan pemilu ulang di Georgia.

Partner RubinBrown's Tax Services Group Tony Nitti mengatakan meski Partai Demokrat berhasil menguasai kursi Senat AS, belum tentu semua anggota Senat dari Partai Demokrat mendukung kebijakan pajak yang diusung Biden.

"Komposisi kursi Senat AS terbagi rata 50-50 antara kedua partai, dengan demikian semua anggota Senat Partai Demokrat memiliki kemampuan untuk menggagalkan proposal pajak yang diusung Biden," ujar Nitti seperti dilansir cnbc.com, dikutip Kamis (7/1/2021).

Baca Juga: 'Biden akan Hati-hati Cabut Kebijakan Tarif Impor Trump'

Menurut Nitti, masih terdapat banyak anggota Senat AS dari Partai Demokrat yang cenderung moderat. Anggota Senat yang lebih moderat dipandang tidak akan sepenuhnya mendukung agenda kenaikan tarif pajak oleh Biden di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Ia berpandangan beberapa anggota parlemen baik Senat maupun Kongres akan lebih memprioritaskan beleid-beleid mengenai stimulus ekonomi untuk pandemi Covid-19 daripada membahas perubahan kebijakan pajak.

Seperti diketahui, Biden berencana untuk merombak kebijakan pajak yang diusung oleh Presiden Donald Trump dan tertuang dalam Tax Cuts and Jobs Act (TCJA).

Baca Juga: Kredit Pajak Bagi WP yang Punya Tanggungan Anak Bakal Direlaksasi

Selama kampanye pemilihan presiden, Biden mengungkapkan akan menaikkan tarif pajak korporasi 21% menjadi 28%. Tarif tertinggi pajak penghasilan orang pribadi juga akan ditingkatkan dari 37% menjadi 39,6%.

Lapisan penghasilan kena pajak dalam TCJA juga akan diubah. Selanjutnya, tarif pajak atas capital gains bagi wajib pajak dengan penghasilan di atas US$1 juta akan ditingkatkan dari 20% menjadi 39,6%.

Threshold nominal warisan dan hadiah yang dibebaskan dari pajak warisan dan pajak hadiah juga akan diturunkan. Threshold akan diturunkan dari US$11,7 juta pada TCJA menjadi US$3,5 juta per individu untuk warisan sebesar US$1 juta untuk hadiah. (Bsi)

Baca Juga: Janet Yellen Resmi Dilantik Jadi Menteri Keuangan AS

Topik : joe biden, pemilu ulang georgia, kebijakan pajak Biden
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Selasa, 02 Maret 2021 | 11:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 02 Maret 2021 | 11:30 WIB
IRLANDIA
Selasa, 02 Maret 2021 | 11:10 WIB
BUTET KARTAREDJASA:
Selasa, 02 Maret 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 02 Maret 2021 | 10:20 WIB
PMK 18/2021
Selasa, 02 Maret 2021 | 10:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK