Fokus
Data & Alat
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Rabu, 09 November 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 09 NOVEMBER - 15 NOVEMBER 2022
Reportase

Lupa Kembalikan Sisa NSFP, Bisa Kena Sanksi Pajak?

A+
A-
26
A+
A-
26
Lupa Kembalikan Sisa NSFP, Bisa Kena Sanksi Pajak?

Pertanyaan:
PERKENALKAN, saya Rona. Saya adalah staf keuangan salah satu perusahaan trading di Jakarta. Pada 2021, kami memiliki sisa nomor seri faktur pajak (NSFP). Kami baru mengetahui bahwa atas sisa NSFP tersebut harus dikembalikan ke kantor pelayanan pajak (KPP).

Pertanyaannya, apakah kami akan dikenai sanksi atas sisa NSFP yang lupa kami kembalikan ke KPP? Bagaimana pula ketentuan untuk mengembalikan sisa NSFP untuk tahun pajak 2022? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Rona, Jakarta.

Jawaban:
TERIMA kasih atas pertanyaannya, Ibu Rona. Sebelumnya, ketentuan mengenai sisa NSFP yang harus dikembalikan dimuat dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan dalam rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan atau Penggantian, dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak (PER-24/2012).

Pasal 10 ayat (2) PER-24/2012 menyebutkan:

“(2) Nomor Seri Faktur Pajak yang tidak digunakan dalam suatu tahun pajak tertentu dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat PKP dikukuhkan bersamaan dengan SPT Masa PPN Masa Pajak Desember tahun pajak yang bersangkutan dengan menggunakan formulir sebagaimana diatur dalam Lampiran IVF yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.”

Berdasarkan pada ketentuan tersebut dapat dilihat atas NSFP yang tidak digunakan dalam satu tahun pajak harus dilaporkan ke KPP bersamaan dengan pelaporan SPT PPN masa pajak Desember.

Artinya, atas sisa NSFP tahun pajak 2021 perusahaan Ibu seharusnya dikembalikan ke KPP bersamaan dengan pelaporan SPT PPN masa pajak Desember 2021. Akan tetapi, PER-24/2012 tidak mengatur adanya sanksi apabila NSFP yang tidak terpakai tersebut tidak dikembalikan ke KPP.

Kendati begitu, sisa NSFP pada tahun pajak 2021 dapat tetap Ibu kembalikan ke KPP dengan berkoordinasi ke KPP tempat perusahaan Ibu dikukuhkan.

Selanjutnya, terkait dengan ketentuan sisa NSFP untuk tahun pajak 2022 harus melihat kembali pada perubahan aturan faktur pajak yang telah terbit pada tahun ini.

Pada 1 April 2022 lalu, dirjen pajak telah menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-03/PJ/2022 tentang Faktur Pajak s.t.d.t.d Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-11/PJ/2022 (PER-03/2022 s.t.d.t.d PER-11/2022).

PER-03/2022 s.t.d.t.d PER-11/2022 mengubah ketentuan mengenai NSFP yang tidak terpakai. Beleid tersebut tidak lagi mengatur tentang keharusan bagi pengusaha kena pajak (PKP) untuk mengembalikan NSFP yang tidak terpakai ke KPP.

Namun, perlu diingat kembali, PER-03/2022 s.t.d.t.d. PER-11/2022 mulai berlaku sejak 1 April 2022. Artinya, sebelum 1 April 2022 ketentuan mengenai NSFP masih merujuk pada PER-24/2012.

Demikian jawaban kami. Semoga membantu.

Sebagai informasi, artikel Konsultasi Pajak hadir setiap pekan untuk menjawab pertanyaan terpilih dari pembaca setia DDTCNews. Bagi Anda yang ingin mengajukan pertanyaan, silakan mengirimkannya ke alamat surat elektronik [email protected].

(Disclaimer)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : konsultasi pajak, konsultasi, pajak, faktur pajak, NSFP, Ditjen Pajak, DJP

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 30 November 2022 | 09:39 WIB
KABUPATEN SUMEDANG

Wah! Bapenda Sumedang Minta Bantuan Kejaksaan Tagih Tunggakan PBB

Rabu, 30 November 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Kembali Tawarkan SBSN Khusus PPS, Pemerintah Raup Rp250,26 Miliar

Rabu, 30 November 2022 | 08:47 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

DJP Lanjutkan Implementasi Penyusunan Daftar Prioritas Pengawasan

Selasa, 29 November 2022 | 23:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Rasio Kepatuhan Formal Wajib Pajak Sudah 88 Persen, Ini Perinciannya

berita pilihan

Kamis, 01 Desember 2022 | 13:45 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

WP Non-Efektif Ingin Lakukan Perubahan Data? Aktifkan Dulu NPWP-nya

Kamis, 01 Desember 2022 | 12:15 WIB
BADAN PUSAT STATISTIK

BPS Catat Inflasi November 2022 Sebesar 5,42%, BBM Masih Punya Andil

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:33 WIB
RPP HKFN

Penerbitan Obligasi Daerah Cukup Pakai Perkada, Begini Rancangannya

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:09 WIB
EKONOMI DIGITAL

Ekonomi Digital Melesat, Banyak UMKM Perlu Masuk Marketplace dan Ritel

Kamis, 01 Desember 2022 | 10:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Waduh, Aduan Penipuan Berkedok Petugas Bea Cukai Melonjak Drastis

Kamis, 01 Desember 2022 | 10:00 WIB
KPP MADYA DENPASAR

Konfirmasi Soal Omzet, Petugas Pajak Kunjungi Pabrik Roti

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:45 WIB
KOTA SAMARINDA

Patuhi UU HKPD, Samarinda Bakal Atur Seluruh Jenis Pajak dalam 1 Perda

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:31 WIB
HUT KE-15 DDTC

Daftar Pemenang Lomba Menulis Artikel Pajak 2022 Berhadiah Rp55 Juta

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dukung Program Kendaraan Listrik, Industri Keuangan Ditawari Insentif