Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Layanan Pajak Online Diklaim Merepotkan Wajib Pajak

0
0

WINDHOEK, DDTCNews – Platform penilaian pajak berbasis online Integrated Tax Administration System (ITAS) yang dirilis otoritas pajak Namibia (IRD) tampaknya mengecewakan beberapa wajib pajak. Padahal, IRD meluncurkan ITAS untuk mempermudah layanan perpajakan.

Partner PwC-Namibia Johan Nel mengatakan layanan informasi identifikasi wajib pajak dalam sistem IRD seharusnya sudah sesuai dengan yang telah digunakan. Pendaftaran ulang dalam ITAS justru memberi tantangan lain bagi wajib pajak.

“Beberapa wajib pajak tidak selalu mengetahui informasi terkait inovasi atau strategi yang dilakukan oleh IRD, bahkan mereka menganggap ITAS cukup menyulitkan bukan justru memudahkan wajib pajak,” katanya seperti dilansir Namibian.com.na, Rabu (23/1).

Baca Juga: 12.000 Wajib Pajak akan Diintegrasikan Secara Online

Menurutnya, sebagian masyarakat menganggap proses pendaftaran cukup rumit, tidak seluruh wajib pajak menyadari sistem IRD, dan wajib pajak lainnya kesulitan untuk mendaftar dalam sistem ITAS karena kendala waktu.

Namun, sejauh ini IRD telah mencatat 600 wajib pajak yang telah mendaftar dalam sistem ITAS hanya dalam kurun 2 hari implementasi. Negara lain seperti Inggris dikabarkan telah mendaftarkan pada sistem yang dirilis pada 17 Januari 2019 tersebut.

Manajer Proyek ITAS Sirka Masilo menjelaskan sistem itu merupakan sarana untuk membuat layanan pajak agar bisa diakses 24 jam per hari. ITAS juga memastikan wajib pajak menyerahkan informasi pajak dengan cara ternyaman dan menghilangkan antrean di kantor IRD.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Aplikasi Pembayaran Pajak Online

“Walaupun ITAS menyajikan kemudahan pelayanan, saya menyadari adanya sejumlah wajib pajak yang kurang nyaman dengan ITAS. Untuk itu, kami mengembangkan manual registrasi di laman ITAS. Ke depannya, kami akan sosialisasikan ITAS kepada masyarakat,” tutur Masilo.

Lebih lanjut ia memaparkan bagi wajib pajak yang belum nyaman dengan sistem ITAS masih diizinkan melaporkan pajaknya secara fisik, tapi tetap mengedepankan agar wajib pajak menggunakan layanan elektronik untuk mendapat manfaat penuh dari ITAS. (Bsi)

Baca Juga: Genjot Pajak Daerah, Kolaka Utara Pasang TMD dan MOSS

“Beberapa wajib pajak tidak selalu mengetahui informasi terkait inovasi atau strategi yang dilakukan oleh IRD, bahkan mereka menganggap ITAS cukup menyulitkan bukan justru memudahkan wajib pajak,” katanya seperti dilansir Namibian.com.na, Rabu (23/1).

Baca Juga: 12.000 Wajib Pajak akan Diintegrasikan Secara Online

Menurutnya, sebagian masyarakat menganggap proses pendaftaran cukup rumit, tidak seluruh wajib pajak menyadari sistem IRD, dan wajib pajak lainnya kesulitan untuk mendaftar dalam sistem ITAS karena kendala waktu.

Namun, sejauh ini IRD telah mencatat 600 wajib pajak yang telah mendaftar dalam sistem ITAS hanya dalam kurun 2 hari implementasi. Negara lain seperti Inggris dikabarkan telah mendaftarkan pada sistem yang dirilis pada 17 Januari 2019 tersebut.

Manajer Proyek ITAS Sirka Masilo menjelaskan sistem itu merupakan sarana untuk membuat layanan pajak agar bisa diakses 24 jam per hari. ITAS juga memastikan wajib pajak menyerahkan informasi pajak dengan cara ternyaman dan menghilangkan antrean di kantor IRD.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Aplikasi Pembayaran Pajak Online

“Walaupun ITAS menyajikan kemudahan pelayanan, saya menyadari adanya sejumlah wajib pajak yang kurang nyaman dengan ITAS. Untuk itu, kami mengembangkan manual registrasi di laman ITAS. Ke depannya, kami akan sosialisasikan ITAS kepada masyarakat,” tutur Masilo.

Lebih lanjut ia memaparkan bagi wajib pajak yang belum nyaman dengan sistem ITAS masih diizinkan melaporkan pajaknya secara fisik, tapi tetap mengedepankan agar wajib pajak menggunakan layanan elektronik untuk mendapat manfaat penuh dari ITAS. (Bsi)

Baca Juga: Genjot Pajak Daerah, Kolaka Utara Pasang TMD dan MOSS
Topik : pajak online, namibia
Komentar
Dapatkan hadiah berupa merchandise DDTCNews masing-masing senilai Rp250.000 yang diberikan kepada dua orang pemenang. Redaksi akan memilih pemenang setiap dua minggu sekali, dengan berkomentar di artikel ini! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Senin, 16 September 2019 | 17:50 WIB
PERPAJAKAN GLOBAL
Senin, 16 September 2019 | 16:42 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Senin, 16 September 2019 | 09:53 WIB
MALAYSIA
Minggu, 15 September 2019 | 16:15 WIB
PERTEMUAN MENKEU EROPA
Sabtu, 14 September 2019 | 15:45 WIB
ZONE EURO EROPA
Jum'at, 13 September 2019 | 19:44 WIB
PRANCIS
Jum'at, 13 September 2019 | 19:18 WIB
FILIPINA
Jum'at, 13 September 2019 | 17:43 WIB
PRANCIS
Jum'at, 13 September 2019 | 15:23 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 13 September 2019 | 11:47 WIB
MALAYSIA