Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

Kejar Target PAD 2018, Bupati Diminta Kerja Keras

A+
A-
0
A+
A-
0
Kejar Target PAD 2018, Bupati Diminta Kerja Keras

Salah satu lanskap Kota Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Foto: babujitatum97.blogspot.co.id)

KUALA KURUN, DDTCNews – Bupati Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah, beserta jajaran Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) diminta memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018, dalam rangka mengejar kemandirian daerah.

Nomi Aprilia, anggota DPRD Kabupaten Gumas, mengatakan seluruh SOPD setempat harus bisa lebih mengoptimalkan realisasi PAD tahun 2018, bahkan harus bisa melebihi target PAD yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan disahkan oleh DPRD.

”Semua SOPD yang dibebankan PAD harus bekerja maksimal dan meningkatkan kinerja mereka dalam mengejar target yang sudah ditentukan itu. Tanpa peningkatan kinerja, mustahil PAD tahun 2018 akan bisa tercapai,” ujarnya di Kalimantan Tengah, Minggu (7/1).

Baca Juga: Diskon Tarif PPN Listrik Diperpanjang Sampai Akhir 2021

APBD Kabupaten Gumas 2018 menetapkan target belanja sebesar Rp1,03 triliun, atau turun 3,02% dari target 2017. Pembiayaan belanja itu bersumber dari PAD sebesar Rp38,61 miliar, dana perimbangan Rp843,93 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp145,86 miliar. Porsi PAD terhadap total pendapatan tahun 2018 sama dengan posisi tahun 2017.

Nomi menegaskan kemandirian daerah menjadi salah satu landasan dalam mengejar realisasi PAD tahun 2018. Untuk itu dia ingin SOPD setempat saling berkoordinasi denganbaik agar timbul rasa kebersamaan yang kuat dalam mengejar target PAD.

Dia mengakui kontribusi PAD yang bersumber PAD Kabupaten Gumas berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, pinjaman daerah dan pendapatan daerah lainnya yang sah seperti dana hibah sangat bermanfaat untuk memenuhi kepentingan umum melalui program Pemda.

Baca Juga: Apa Itu Satgas Patroli Laut?

”Sebagai salah satu pilar kemandirian daerah, kami berharap PAD tahun 2018 bisa tercapai bahkan melampaui target. Ini tentunya harus disikapi serius oleh setiap SOPD,” katanya seperti dilansir sampit.prokal.co.

Selain itu, politisi PDIP tersebut pun juga mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bisa bekerja secara maksimal sesuai tugas dan fungsinya masing-masing dalam memberi pelayanan kepada masyarakat luas.

”Kami ingin petugas ASN bisa bekerja dengan disiplin yang tinggi, serta hati yang tulus dan ikhlas demi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gumas,” pungkasnya. (Gfa/Amu)

Baca Juga: Pengusaha Keluhkan Tak Bisa Klaim Insentif, Industri Terancam Mandek

Topik : berita pajak daerah, pajak daerah, pajak daerah kabupaten gunung mas, PAD kabupaten gunung mas,

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 03 Desember 2021 | 13:00 WIB
AFRIKA SELATAN

Konsumsi Makin Tinggi, Makanan Cepat Saji Diusulkan Kena Cukai

Jum'at, 03 Desember 2021 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Dekati Masa Pelaporan SPT Tahunan, Jangan Lupa Siapkan EFIN

Jum'at, 03 Desember 2021 | 12:00 WIB
KINERJA EKONOMI NASIONAL

Ekonomi Indonesia Tahun 2021 Diperkirakan Hanya Tumbuh 3,3%

Jum'at, 03 Desember 2021 | 11:35 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Kirim SP2DK ke Wajib Pajak, Ini Sumber Data dan Informasi DJP

berita pilihan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:30 WIB
ITALIA

Diskon Tarif PPN Listrik Diperpanjang Sampai Akhir 2021

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN

Apa Itu Satgas Patroli Laut?

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:30 WIB
PAKISTAN

Pengusaha Keluhkan Tak Bisa Klaim Insentif, Industri Terancam Mandek

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:26 WIB
PMK 171/2021

PMK Baru, Sri Mulyani Atur Pelaksanaan Sistem SAKTI

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Jokowi Ingin Pandemi Jadi Momentum untuk Transformasi Ekonomi

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penyusunan Aturan Pelaksana UU HPP Dikebut, DJP: PPS Paling Urgen

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:24 WIB
KPP PRATAMA BEKASI BARAT

Tunggakan Rp701 Juta Tak Dilunasi, Rekening Wajib Pajak Disita DJP

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajaki Orang Kaya, DJP Perlu Antisipasi Passive Income

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:39 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Sudah Ada Kantor Pajak yang Catatkan Penerimaan Lebih dari 100%

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:30 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Kencangkan Pengawasan, Petugas Pajak Aktif Kunjungan Sampaikan SP2DK