KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kampanyekan Pakai Masker, Jokowi Ingin Libatkan Ibu-Ibu PKK

Dian Kurniati | Senin, 03 Agustus 2020 | 12:48 WIB
Kampanyekan Pakai Masker, Jokowi Ingin Libatkan Ibu-Ibu PKK

Presiden Joko Widodo. (hasil tangkapan media sosial)

JAKARTA, DDTCNews—Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mengubah strategi kampanye protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Jokowi menilai strategi kampanye protokol kesehatan saat ini tidak efektif untuk semua kalangan masyarakat. Untuk itu, ia menginginkan ada fokus strategi kampanye pencegahan Covid-19 yang bertahap setiap dua pekan.

"Saya ingin fokus. Mungkin dalam dua minggu, kita fokus mengenai pakai masker. Nanti dua minggu berikut kampanye jaga jarak atau cuci tangan misalnya, tidak dicampur," katanya saat membuka rapat terbatas, Senin (3/8/2020).

Baca Juga:
Politisasi Bansos saat Pemilu Tak Terbukti, Jokowi Ingatkan Persatuan

Jokowi menambahkan kampanye protokol kesehatan yang meliputi cuci tangan, jaga jarak, dan menghindari kerumunan secara sekaligus hanya efektif untuk kalangan menengah ke atas.

Namun, lanjutnya, kelompok masyarakat bawah perlu disampaikan secara bertahap agar tidak membingungkan. Dia berharap kampanye juga melibatkan ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

"Kalau ibu-ibu siap, saya kira PKK ini sangat efektif door to door urusan masker," ujarnya.

Baca Juga:
Apresiasi 57 WP Prominen, Kanwil Jakarta Khusus Gelar Tax Gathering

Namun, Jokowi menilai kampanye protokol kesehatan tersebut sangat tergantung pada kesiapan ibu-ibu anggota PKK. Jika anggota PKK khawatir tertular virus Corona, model kampanye tersebut bisa disetop.

Selain itu, lanjut presiden, kampanye protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona juga digencarkan melalui media massa seperti televisi, media sosial dan media lain sebagainya.

Saat ini, kasus virus Corona telah menembus 111.000 kasus dengan case fatality rate 4,7% dan angka kematian di Indonesia itu lebih tinggi 0,8% dari angka kematian global. Adapun case recovery rate tercatat sebesar 61,9%.

"Ini yang saya kira menjadi PR kita bersama," tutur Jokowi. (rig)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
BERITA PILIHAN
Selasa, 23 April 2024 | 17:30 WIB TIPS PAJAK

Cara Buat Kode Billing atas Pemotongan PPh Final UMKM

Selasa, 23 April 2024 | 17:15 WIB REFORMASI PAJAK

Jelang Implementasi Coretax, DJP Bakal Uji Coba dengan Beberapa WP

Selasa, 23 April 2024 | 17:00 WIB PROVINSI JAWA TENGAH

Tak Ada Lagi Pemutihan Denda, WP Diminta Patuh Bayar Pajak Kendaraan

Selasa, 23 April 2024 | 16:55 WIB PERATURAN PERPAJAKAN

Aturan Penyelesaian BKC yang Dirampas, Dikuasai, dan Jadi Milik Negara

Selasa, 23 April 2024 | 16:00 WIB HARI BUKU SEDUNIA

World Book Day, Ini 3 Ketentuan Fasilitas Perpajakan untuk Buku

Selasa, 23 April 2024 | 15:30 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Apresiasi 57 WP Prominen, Kanwil Jakarta Khusus Gelar Tax Gathering

Selasa, 23 April 2024 | 15:00 WIB KEBIJAKAN KEPABEANAN

Barang Bawaan dari Luar Negeri yang Perlu Diperiksa via Jalur Merah

Selasa, 23 April 2024 | 14:49 WIB PAJAK PENGHASILAN

Ingat, PTKP Disesuaikan Keadaan Sebenarnya Tiap Awal Tahun Pajak