Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Rabu, 22 September 2021 | 18:12 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 22 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 20 September 2021 | 19:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Rabu, 22 September 2021 | 17:27 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Rabu, 22 September 2021 | 12:28 WIB
AGENDA PAJAK
Rabu, 22 September 2021 | 12:02 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Selasa, 21 September 2021 | 17:20 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Kala Miliarder dan Selebriti Dunia Kepingin Bayar Pajak Lebih Besar

A+
A-
4
A+
A-
4
Kala Miliarder dan Selebriti Dunia Kepingin Bayar Pajak Lebih Besar

Artis Simon Pegg di antara 120 orang yang menandatangani surat terbuka menuntut kenaikan tarif pajak orang super kaya (foto: PA Wire/PA Images )

LONDON, DDTCNews—Sejumlah selebriti kaya dan miliarder menuntut untuk ditagih pajak lebih besar dengan alasan mereka mengklaim sebagai ‘manusia yang paling istimewa di muka bumi’.

Sebanyak 120 selebriti dan pengusaha kaya dari delapan negara telah menandatangani surat terbuka atas ‘tuntutan’ tersebut. Mereka juga mendesak orang kaya lainnya untuk meminta kenaikan pajak atas orang kaya demi mengatasi kesenjangan ekonomi di dunia.

Beberapa nama yang menandatangani surat itu seperti aktor Simon Pegg dan sutradara Richard Curtis, pendiri pabrik minuman Innocent Drinks Richard Reed dan mantan bos Unilever Paul Polman. Surat itu dirilis bertepatan digelarnya Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pekan lalu.

Baca Juga: Kapok Jadi Tax Haven, Negara Ini Reformasi Aturan Pajaknya

Mereka menyebut kesenjangan ekonomi telah mencapai titik krisis, hingga mengakibatkan erosi kepercayaan di tengah masyarakat, meningkatkan kebencian, dan melemahkan rasa sosial.

“Ada dua jenis orang kaya: mereka yang suka membayar pajak dan mereka yang menyukai garpu rumput. Kami lebih menyukai pajak. Dan kami percaya, setelah refleksi, Anda juga akan melakukannya,” kata mereka, dikutip Selasa (28/01/2020).

Mereka memahami tambahan pajak dari para orang kaya dapat menambal alokasi pemerintah untuk masyarakat. Kenaikan pajak, menurut mereka, menjadi satu-satunya cara untuk memberikan masyarakat pendanaan yang memadai.

Baca Juga: Tekan Penyimpangan, Sistem PPN dan Kepabeanan Perlu Diperkuat

"Untuk itu, kami mendesak Anda (orang kaya) menuntut pajak yang lebih tinggi dan lebih adil di negara Anda sendiri, serta mencegah penghindaran dan penggelapan pajak individu dan perusahaan melalui upaya reformasi pajak internasional," jelas mereka.

Surat dari miliarder itu juga menyebutkan bahwa penghindaran pajak saat ini telah mencapai ‘epidemi’. Pasalnya, di beberapa negara, orang terkaya justru membayar tarif pajak efektif yang lebih rendah daripada yang lainnya.

Mereka mengutip penelitian yang menunjukkan hampir sepersepuluh dari PDB dunia disembunyikan di negara bebas pajak, dan sekitar 40 persen dari investasi asing berusaha menghindari pajak menggunakan perusahaan cangkang.

Baca Juga: Belajar dari Estonia, Negara yang Warganya Balapan Lapor Pajak

Dilansir dari Standard.co.uk, aktor Simon Pegg menulis dalam sebuah kolom di The Times edisi Kamis pekan lalu, berisi permintaan agar sesama orang kaya dunia tak ragu ikut menandatangani surat tersebut.

Pegg memperkirakan hampir setengah populasi dunia berusaha untuk bertahan hidup dengan hanya sekitar US$5,50 (4,18 euro) dalam sehari. Di lain pihak jumlah miliarder tumbuh dua kali lipat dalam satu decade terakhir ini.

“Ketimpangan tidak bisa dihindari, itu adalah pilihan kebijakan. Hal ini adalah produk dari kebijakan pemerintah yang memihak kelompok sangat kaya dengan mengorbankan mereka yang kurang beruntung," tulis Pegg.

Baca Juga: Pemerintah Matangkan Pemajakan Orang Kaya Ala Duterte

Oleh karena itu, lanjut Pegg, apabila memperbaiki kondisi ekonomi yang rusak ini terasa terlalu rumit bagi pemimpin dunia, ada baiknya para miliarder membantu pemerintah dengan cara membayar pajak lebih besar dari sebelumnya. (rig)

Topik : pajak orang kaya, selebriti, miliarder, orang super kaya, internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 20 September 2021 | 14:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

IMF: Proposal OECD Pilar 1 Bisa Gerus Penerimaan Negara Berkembang

Senin, 20 September 2021 | 13:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Tahun Depan, 3 Daerah Ini Mulai Pungut Cukai Tas Kresek Rp700/Lembar

Senin, 20 September 2021 | 12:30 WIB
ESTONIA

Obesitas Jadi Ancaman Serius, Negara Ini Bakal Pungut Pajak Gula

Senin, 20 September 2021 | 12:00 WIB
PRANCIS

Konsensus Pajak Belum Rampung, OECD Minta Tak Ada Aksi Unilateral

berita pilihan

Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Kawasan Daur Ulang Berikat?

Rabu, 22 September 2021 | 18:30 WIB
MAURITIUS

Kapok Jadi Tax Haven, Negara Ini Reformasi Aturan Pajaknya

Rabu, 22 September 2021 | 18:12 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Pengenaan PPN Jasa Keagenan Kapal Asing

Rabu, 22 September 2021 | 18:09 WIB
KEBIJAKAN MONETER

Likuiditas Positif, Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp7.198 Triliun

Rabu, 22 September 2021 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sistem Pajak Progresif Makin Tak Relevan, Begini Penjelasan DPD RI

Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK

Penurunan Tarif Pajak Bunga Obligasi, Apakah Hanya untuk WPLN?

Rabu, 22 September 2021 | 17:30 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT I

Sandera Wajib Pajak, Kanwil DJP Jajaki Kerja Sama dengan Kemenkumham

Rabu, 22 September 2021 | 17:27 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Perlunya Antisipasi Risiko Kenaikan Tarif PPN

Rabu, 22 September 2021 | 17:00 WIB
UNI EROPA

Tekan Penyimpangan, Sistem PPN dan Kepabeanan Perlu Diperkuat

Rabu, 22 September 2021 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DPR Sampaikan Beberapa Usulan Perihal Alternative Minimum Tax