Berita
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:21 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:08 WIB
BEA METERAI
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:04 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 01 Oktober 2020 | 08:00 WIB
INGGRIS
Review
Rabu, 30 September 2020 | 16:56 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 15:00 WIB
HAK WAJIB PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 14:14 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 08:52 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 30 September 2020 | 09:10 WIB
KURS PAJAK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2020
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Komunitas
Rabu, 30 September 2020 | 19:49 WIB
AGENDA PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 13:20 WIB
DDTC PODTAX
Selasa, 29 September 2020 | 16:40 WIB
POLITEKNIK WILMAR BISNIS INDONESIA MEDAN
Senin, 28 September 2020 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Kolaborasi
Selasa, 29 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 29 September 2020 | 10:30 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Reportase

Ini Sebab Sri Mulyani Ingin LPDP Lebih Banyak Biayai Pendidikan Dokter

A+
A-
0
A+
A-
0
Ini Sebab Sri Mulyani Ingin LPDP Lebih Banyak Biayai Pendidikan Dokter

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (foto: hasil tangkapan dari medsos)

JAKARTA, DDTCNews—Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ingin Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) lebih banyak membiayai pendidikan para tenaga medis, termasuk dokter spesialis.

Sri Mulyani mengatakan kebutuhan tenaga medis berkualitas sudah mendesak di Indonesia, terutama di tengah pandemi virus Corona. Menurutnya, LPDP bisa mengambil peran dalam mencetak lebih banyak dokter dan tenaga medis lainnya di masa datang.

"LPDP dapat dan harus bisa terus menerus bekerja sama dengan berbagai pihak agar bisa mencetak manusia yang berkualitas, salah satu yang dilakukan LPDP dengan PPSDM Kemenkes," katanya melalui konferensi video, Rabu (12/8/2020).

Baca Juga: Realisasi Anggaran Program Pemulihan Ekonomi 43,8%

Menurut Sri Mulyani, LPDP telah memberikan beasiswa sejak 8 tahun lalu dengan memanfaatkan anggaran yang sebagian berasal dari alokasi 20% APBN untuk pendidikan. Saat ini, dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP mencapai Rp51,12 triliun.

Sejak 2016 hingga 2019, LPDP merekrut 594 dokter umum untuk dididik menjadi dokter spesialis pada berbagai bidang atau kolegium. Penentuan pemberian beasiswa untuk dokter tersebut juga dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan.

Menkeu berharap LPDP bisa mengurai tantangan penyediaan akses layanan kesehatan untuk semua lapisan masyarakat. Di sisi lain, ia menyoroti rekrutmen LPDP dan sebaran pengabdian para alumni yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Baca Juga: AirBnB Akhirnya Bayar Kekurangan Setoran Pajak Hingga Rp34 Miliar

"Penyebaran pengabdian LPDP untuk dokter spesialis dapat diratakan di berbagai daerah sesuai dengan tujuan nasional menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih merata dan adil," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menilai pemberian beasiswa dokter spesialis juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan kuota mahasiswa yang dapat ditampung di program studi universitas. Untuk itu, ia berharap universitas bisa menambah kuota tersebut ke depannya.

Pada saat bersamaan, Menkeu mengungkapkan awardee LPDP saat ini tengah terlibat dalam penanganan pandemi Corona di dunia. Bahkan, ada awardee LPDP yang turut menjadi bagian dalam pengembangan vaksin Covid-19 di Universitas Oxford di Inggris. (rig)

Baca Juga: Pengajuan Bea Masuk DTP Dijamin Mudah dan Efisien, Begini Caranya

Topik : menteri keuangan sri mulyani, lpdp, biaya pendidikan, dokter spesialis, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 28 September 2020 | 14:49 WIB
PMK 132/2020
Senin, 28 September 2020 | 09:45 WIB
BANTUAN SOSIAL
Senin, 28 September 2020 | 08:42 WIB
INSENTIF FISKAL
Sabtu, 26 September 2020 | 14:55 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:21 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:08 WIB
BEA METERAI
Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:04 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 01 Oktober 2020 | 08:00 WIB
INGGRIS
Kamis, 01 Oktober 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 30 September 2020 | 19:49 WIB
AGENDA PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 18:30 WIB
PAJAK ORANG KAYA
Rabu, 30 September 2020 | 18:10 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 17:30 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 17:15 WIB
BEA METERAI