Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ingat! Ini WP Badan yang Wajib Lapor SPT Lewat E-Filing

2
2

Ilustrasi. (gambar: Instagram DJP)

JAKARTA, DDTCNews – Musim pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) wajib pajak (WP) badan akan berakhir besok, Selasa (30/4/2019). Perlu diingat, ada beberapa kelompok WP badan yang wajib menyampaikan SPT melalui e-Filing.

Kewajiban ini sudah diamanatkan dalam Peraturan Dirjen Pajak No. PER-02/PJ/2019 tentang Tata Cara Penyampaian, Penerimaan, dan Pengolahan Surat Pemberitahuan. Beleid yang ditetapkan dan berlaku mulai 23 Januari 2019 ini menjadi acuan acuan terkini bagi WP, tidak terkecuali WP badan.

“Selamat Pagi, #KawanPajak! Batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh wajib pajak badan tinggal dua hari lagi. Yuk, sama-sama perhatikan wajib pajak Badan mana saja yang wajib menyampaikan SPT Tahunan dengan e-Filing,” ujar Ditjen Pajak (DJP) melalui akun Instagram-nya, Senin (29/4/2019).

Baca Juga: Ini 3 Tantangan yang Dihadapi Ditjen Pajak di Era Ekonomi Global

DJP, masih dalam akun Instagram tersebut mengingatkan WP badan yang wajib melaporkan SPT Tahunan melalui e-Filing. Pertama, WP badan yang pelaporan sebelumnya (masa/ tahunan) sudah menggunakan bentuk elektronik.

Kedua, WP badan yang menggunakan jasa konsultan pajak. Ketiga, WP badan yang laporan keuangannya diaudit akuntan publik. Selain itu, DJP juga mengelompokkan kewajiban penggunaan e-filing berdasarkan tempat WP badan itu terdaftar.

WP badan yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya, KPP di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Khusus, dan KPP di lingkungan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar. Dengan demikian, WP badan yang memenuhi kriteria tersebut wajib melaporkan SPT menggunakan e-Filing.

Baca Juga: DJP: Konsensus Pemajakan Ekonomi Digital Harus Sederhana

Di sisi lain, WP badan yang tidak memenuhi kriteria tersebut masih bisa menyampaikan SPT dalam bentuk formulir kertas (hardcopy).

Sekadar mengingatkan kembali, saluran e-Filing meliputi laman DJP, laman penyalur SPT elektronik, saluran suara digital yang ditetapkan oleh Dirjen Pajak untuk WP tertentu, jaringan komunikasi data yang terhubung khusus antara DJP dengan WP, dan saluran lain yang ditetapkan Dirjen Pajak.

“Penyampaian SPT melalui saluran e-Filing dapat dilakukan dalam jangka waktu 24 jam sehari dan 7 hari seminggu dengan standar Waktu Indonesia Barat,” demikian amanat pasal 7 ayat (2) beleid tersebut. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani Beri Penghargaan 10 Mantan Dirjen Pajak

“Selamat Pagi, #KawanPajak! Batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh wajib pajak badan tinggal dua hari lagi. Yuk, sama-sama perhatikan wajib pajak Badan mana saja yang wajib menyampaikan SPT Tahunan dengan e-Filing,” ujar Ditjen Pajak (DJP) melalui akun Instagram-nya, Senin (29/4/2019).

Baca Juga: Ini 3 Tantangan yang Dihadapi Ditjen Pajak di Era Ekonomi Global

DJP, masih dalam akun Instagram tersebut mengingatkan WP badan yang wajib melaporkan SPT Tahunan melalui e-Filing. Pertama, WP badan yang pelaporan sebelumnya (masa/ tahunan) sudah menggunakan bentuk elektronik.

Kedua, WP badan yang menggunakan jasa konsultan pajak. Ketiga, WP badan yang laporan keuangannya diaudit akuntan publik. Selain itu, DJP juga mengelompokkan kewajiban penggunaan e-filing berdasarkan tempat WP badan itu terdaftar.

WP badan yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya, KPP di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Khusus, dan KPP di lingkungan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar. Dengan demikian, WP badan yang memenuhi kriteria tersebut wajib melaporkan SPT menggunakan e-Filing.

Baca Juga: DJP: Konsensus Pemajakan Ekonomi Digital Harus Sederhana

Di sisi lain, WP badan yang tidak memenuhi kriteria tersebut masih bisa menyampaikan SPT dalam bentuk formulir kertas (hardcopy).

Sekadar mengingatkan kembali, saluran e-Filing meliputi laman DJP, laman penyalur SPT elektronik, saluran suara digital yang ditetapkan oleh Dirjen Pajak untuk WP tertentu, jaringan komunikasi data yang terhubung khusus antara DJP dengan WP, dan saluran lain yang ditetapkan Dirjen Pajak.

“Penyampaian SPT melalui saluran e-Filing dapat dilakukan dalam jangka waktu 24 jam sehari dan 7 hari seminggu dengan standar Waktu Indonesia Barat,” demikian amanat pasal 7 ayat (2) beleid tersebut. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani Beri Penghargaan 10 Mantan Dirjen Pajak
Topik : kepatuhan formal, SPT, Ditjen Pajak, WP badan
artikel terkait
Selasa, 21 Juni 2016 | 16:31 WIB
RUU PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 10:38 WIB
KEBIJAKAN PAJAK 2017
Kamis, 14 Juli 2016 | 13:25 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:58 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 08 Juli 2019 | 18:02 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
Senin, 29 Oktober 2018 | 09:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 09 Januari 2017 | 17:06 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:52 WIB
KANWIL DJP YOGYAKARTA
Kamis, 22 September 2016 | 12:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 16 Februari 2017 | 09:55 WIB
BERITA PAJAK HARI INI