Fokus
Literasi
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Dukung RI Tangani Corona, Australia Beri Utang Rp15,4 Triliun

A+
A-
1
A+
A-
1
Dukung RI Tangani Corona, Australia Beri Utang Rp15,4 Triliun

Bendahara Pemerintah Australia Josh Frydenberg. (foto: ABC News)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah Australia memberikan pinjaman kepada Indonesia senilai AU$1,5 miliar atau setara dengan Rp15,4 triliun untuk membantu penanganan pandemi Covid-19 beserta dampaknya.

Bendahara Pemerintah Australia Josh Frydenberg mengatakan pinjaman bilateral tersebut menandakan dukungan Australia kepada Indonesia. Menurutnya, percepatan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi Indonesia juga penting bagi Australia.

"Indonesia adalah negara yang kuat, sehingga percepatan pemulihan ini sangat penting tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi Australia dan wilayah lainnya. Persahabatan dan kemitraan ini yang sangat penting untuk Australia," katanya, Kamis (12/11/2020).

Baca Juga: Penipu Mengatasnamakan Otoritas Pajak, Wajib Pajak Rugi Rp1,3 Miliar

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersyukur memperoleh pinjaman untuk penanganan pandemi. Menurutnya, pandemi telah menyebabkan tekanan berat bagi masyarakat, tidak hanya menyangkut kesehatan melainkan juga sosial dan ekonominya.

Dia menilai pandemi menyebabkan perumusan kebijakan fiskal menjadi lebih sulit. Semua menteri keuangan di dunia juga saling bertukar pendapat untuk merumuskan kebijakan fiskal yang paling ideal dalam situasi yang suram tersebut.

Menkeu menambahkan pinjaman tersebut menunjukkan Australia dan Indonesia sebagai negara tetangga yang saling mendukung dalam menghadapi masa sulit. Menurutnya, bantuan dari Australia membuat Indonesia merasa tidak sendirian menghadapi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Asyik, Pemerintah Pastikan Stimulus untuk Pariwisata Berlanjut

"Memang tidak mudah, tetapi kita tahu instrumen fiskal menjadi salah satu instrumen kebijakan yang paling penting ketika masyarakat dan rakyat terpukul oleh pandemi Covid-19 di bidang kesehatan, sosial masyarakat, maupun dunia usaha," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan pinjaman dari Australia akan memperbesar kesempatan Indonesia segera pulih dari pandemi. Misalnya, melalui pemberian bantuan sosial kepada masyarakat rentan, menopang UMKM, serta mendukung dunia usaha.

Dia berharap Indonesia, Australia, dan negara lainnya dapat segera terbebas dari pandemi Covid-19, sehingga bisa saling bertemu satu sama lain secara fisik. (rig)

Baca Juga: Kembali Dirombak, Anggaran PEN 2021 Naik Lagi

Topik : pinjaman bilateral, australia, pemulihan ekonomi nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 16 Desember 2020 | 16:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 16 Desember 2020 | 16:27 WIB
INSENTIF FISKAL
Jum'at, 11 Desember 2020 | 19:30 WIB
AUSTRALIA
Jum'at, 11 Desember 2020 | 15:35 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
berita pilihan
Minggu, 28 Februari 2021 | 15:01 WIB
KOREA SELATAN
Minggu, 28 Februari 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN SERANG
Minggu, 28 Februari 2021 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Minggu, 28 Februari 2021 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Minggu, 28 Februari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 28 Februari 2021 | 10:01 WIB
UNI EROPA
Minggu, 28 Februari 2021 | 09:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Minggu, 28 Februari 2021 | 08:01 WIB
MOHAMAD FERIADI:
Minggu, 28 Februari 2021 | 07:01 WIB
AFRIKA SELATAN