Fokus
Data & Alat
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Komunitas
Sabtu, 15 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 10 Mei 2021 | 17:30 WIB
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
Senin, 10 Mei 2021 | 10:18 WIB
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Reportase
Perpajakan.id

Dukung RI Tangani Corona, Australia Beri Utang Rp15,4 Triliun

A+
A-
1
A+
A-
1
Dukung RI Tangani Corona, Australia Beri Utang Rp15,4 Triliun

Bendahara Pemerintah Australia Josh Frydenberg. (foto: ABC News)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah Australia memberikan pinjaman kepada Indonesia senilai AU$1,5 miliar atau setara dengan Rp15,4 triliun untuk membantu penanganan pandemi Covid-19 beserta dampaknya.

Bendahara Pemerintah Australia Josh Frydenberg mengatakan pinjaman bilateral tersebut menandakan dukungan Australia kepada Indonesia. Menurutnya, percepatan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi Indonesia juga penting bagi Australia.

"Indonesia adalah negara yang kuat, sehingga percepatan pemulihan ini sangat penting tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi Australia dan wilayah lainnya. Persahabatan dan kemitraan ini yang sangat penting untuk Australia," katanya, Kamis (12/11/2020).

Baca Juga: Dukung Industri Game, Pemerintah Siapkan Diskon Pajak

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersyukur memperoleh pinjaman untuk penanganan pandemi. Menurutnya, pandemi telah menyebabkan tekanan berat bagi masyarakat, tidak hanya menyangkut kesehatan melainkan juga sosial dan ekonominya.

Dia menilai pandemi menyebabkan perumusan kebijakan fiskal menjadi lebih sulit. Semua menteri keuangan di dunia juga saling bertukar pendapat untuk merumuskan kebijakan fiskal yang paling ideal dalam situasi yang suram tersebut.

Menkeu menambahkan pinjaman tersebut menunjukkan Australia dan Indonesia sebagai negara tetangga yang saling mendukung dalam menghadapi masa sulit. Menurutnya, bantuan dari Australia membuat Indonesia merasa tidak sendirian menghadapi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Soal Pencairan Anggaran PEN 2021, Ini Kata Anggota Komisi XI DPR

"Memang tidak mudah, tetapi kita tahu instrumen fiskal menjadi salah satu instrumen kebijakan yang paling penting ketika masyarakat dan rakyat terpukul oleh pandemi Covid-19 di bidang kesehatan, sosial masyarakat, maupun dunia usaha," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan pinjaman dari Australia akan memperbesar kesempatan Indonesia segera pulih dari pandemi. Misalnya, melalui pemberian bantuan sosial kepada masyarakat rentan, menopang UMKM, serta mendukung dunia usaha.

Dia berharap Indonesia, Australia, dan negara lainnya dapat segera terbebas dari pandemi Covid-19, sehingga bisa saling bertemu satu sama lain secara fisik. (rig)

Baca Juga: BPK Serahkan Laporan Pemeriksaan Kinerja Belanja Penanganan Covid-19

Topik : pinjaman bilateral, australia, pemulihan ekonomi nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 16 Maret 2021 | 10:40 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Kamis, 11 Maret 2021 | 07:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:30 WIB
AUSTRALIA
Jum'at, 05 Maret 2021 | 12:19 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
berita pilihan
Senin, 17 Mei 2021 | 08:07 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Minggu, 16 Mei 2021 | 15:01 WIB
THAILAND
Minggu, 16 Mei 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN SRAGEN
Minggu, 16 Mei 2021 | 13:01 WIB
PAJAK KENDARAAN
Minggu, 16 Mei 2021 | 12:01 WIB
PENINDAKAN HUKUM
Minggu, 16 Mei 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 16 Mei 2021 | 10:01 WIB
INSENTIF PAJAK DAERAH
Minggu, 16 Mei 2021 | 09:01 WIB
KOTA DEPOK
Minggu, 16 Mei 2021 | 08:01 WIB
EDUKASI PAJAK