Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Dua Delegasi DDTC Ikuti Konferensi Kebijakan Pajak Global di Dublin

4
4

Manager Tax Research & Training DDTC Khisi Armaya Dhora dan Editor DDTCNews Awwaliatul Mukarromah.berfoto di Trinity College Dublin. 

DUBLIN, DDTCNews – Menyusul keberhasilan acara pada 2013 dan 2016, Ash Center for Democratic Governance and Innovation-Harvard Kennedy School dan Irish Tax Institute kembali bekerja sama dalam menyelenggarakan Global Tax Policy Conference yang ketiga di Dublin Castle, Irlandia pada 22-24 Mei 2019. Acara akan dimulai dengan resepsi pembukaan pada tanggal 22 Mei 2019 dan dilanjutkan dengan konferensi utama yang berlangsung dari 23 sampai 24 Mei 2019.

Konferensi kebijakan pajak global ini akan menyajikan diskusi dan perdebatan intensif terkait fondasi dan masa depan sistem pajak global pada abad ke-21 dari sekitar 31 ahli pajak dari berbagai institusi. Dalam acara yang prestisius tersebut, DDTC pun mengirimkan dua profesionalnya, Manager Tax Research & Training DDTC Khisi Armaya Dhora dan Editor DDTCNews Awwaliatul Mukarromah.

Adapun tema besar dalam konferensi ini adalah ‘Driving the Future’ dengan tiga bahasan topik yang saat ini tengah menjadi diskusi panjang para pembuat kebijakan dan otoritas pajak di berbagai negara, yaitu mengenai situasi reformasi pajak global saat ini dan ke depan (Global tax reform – Where are we? Where to next?)pajak di era ekonomi digital (tax in a digitalised economy)serta proyeksi sistem pajak di masa depan (What is the future of tax?). Menariknya, konferensi ini membahas pula mengenai tren kebijakan global dari perspektif kepabeanan.

Baca Juga: Proposal Pajak Ekonomi Digital Bakal Redam Lomba Penurunan Tarif

Delegasi akan mendengar pandangan tokoh-tokoh terkemuka dari Komisi Eropa (European Commission), OECD, Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS), serta organisasi bisnis internasional dan universitas ternama. Konferensi global juga akan dihadiri oleh para pembuat kebijakan, legislator, anggota pemerintahan, kementerian keuangan, otoritas pajak, profesional pajak, dan perusahaan dari lebih dari 30 negara.

Bert Zuijdendorp, Kepala Unit dari Company Taxation Initiatives DG TAXUD Komisi Eropa, dan David Bradbury selaku Kepala Tax Policy and Statistics Division dari Centre for Tax Policy and Administration OECD akan menguraikan perspektifnya mengenai road map sistem pajak global menuju 2020.

Beberapa ahli pajak kelas dunia juga akan hadir. Sebut saja, Jay K. Rosengard yang merupakan Profesor Harvard Kennedy School serta Brian Arnold, ahli pajak yang sering dimintai masukannya oleh PBB dan OECD. Ada pula nama Jeffrey Owens, Profesor WU Vienna yang juga mantan Direktur Tax Center OECD, dan Mindy Herzfeld, Profesor Universitas Florida.

Baca Juga: Pemerintah Tambah Jumlah Layer Sanksi Kepabeanan

Perwakilan otoritas pajak dari beberapa negara di antaranya adalah Cath Atkins, Deputi Komisioner di Inland Revenue Selandia Baru, Kepala Otoritas Pajak Irlandia Niall Cody, dan Tom Smith selaku Direktur Strategi dan Profesionalitas Pajak HM Revenue and Customs Inggris. Ketiganya akan berbicara seputar pajak ekonomi digital dan transparansi pajak.

Mewakili IMF, Kepala Divisi Kebijakan Pajak Ruud de Mooij akan berbicara soal reformasi pajak AS dan bagaimana perusahaan dan pemerintah di berbagai negara merespons reformasi tersebut. Ekonomis dari World Trade Organisation  (WTO), Robert B. Koopman, dan Direktur Kebijakan Pajak dari  Chartered Institute of Taxation (CIOT), Inggris, John Cullinane, akan menyoroti isu pajak dan kepabeanan dari sisi perdagangan internasional.

Konferensi kemudian akan ditutup dengan pembahasan mengenai arah masa depan kebijakan pajak dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi di dunia serta pemaparan mengenai proses pembuatan kebijakan yang mengacu pada pengalaman international best practice. Termasuk dalam bahasan ini adalah penjelasan mengenai pajak lingkungan serta peran dari penerapannya.

Baca Juga: Delegasi DDTC Belajar Soal Pajak & Teknologi di Belanda

Singkatnya, konferensi kebijakan pajak global yang diselenggarakan oleh Harvard Kennedy School dan Irish Tax Institute ini memiliki narasumber yang berkelas dengan isu-isu penting di level kebijakan. Keterlibatan delegasi DDTC dalam acara tersebut dapat dibilang sebagai suatu kesempatan yang berharga karena mendapatkan ilmu serta pandangan dari ahli-ahli pajak dunia mengenai tren pajak global saat ini secara langsung.

Keikutsertaan dua orang profesional DDTC dalam konferensi kebijakan pajak global di Dublin, Irlandia ini merupakan salah satu bagian dari program Human Resource Program Development (HRDP) yang diberikan oleh DDTC kepada para profesionalnya untuk mengikuti berbagai pelatihan, kursus, hingga studi lanjut S2 di berbagai instansi maupun universitas ternama di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Soal Aksi Sepihak Pajak Ekonomi Digital, Ini Kata Robert Pakpahan

Adapun tema besar dalam konferensi ini adalah ‘Driving the Future’ dengan tiga bahasan topik yang saat ini tengah menjadi diskusi panjang para pembuat kebijakan dan otoritas pajak di berbagai negara, yaitu mengenai situasi reformasi pajak global saat ini dan ke depan (Global tax reform – Where are we? Where to next?)pajak di era ekonomi digital (tax in a digitalised economy)serta proyeksi sistem pajak di masa depan (What is the future of tax?). Menariknya, konferensi ini membahas pula mengenai tren kebijakan global dari perspektif kepabeanan.

Baca Juga: Proposal Pajak Ekonomi Digital Bakal Redam Lomba Penurunan Tarif

Delegasi akan mendengar pandangan tokoh-tokoh terkemuka dari Komisi Eropa (European Commission), OECD, Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS), serta organisasi bisnis internasional dan universitas ternama. Konferensi global juga akan dihadiri oleh para pembuat kebijakan, legislator, anggota pemerintahan, kementerian keuangan, otoritas pajak, profesional pajak, dan perusahaan dari lebih dari 30 negara.

Bert Zuijdendorp, Kepala Unit dari Company Taxation Initiatives DG TAXUD Komisi Eropa, dan David Bradbury selaku Kepala Tax Policy and Statistics Division dari Centre for Tax Policy and Administration OECD akan menguraikan perspektifnya mengenai road map sistem pajak global menuju 2020.

Beberapa ahli pajak kelas dunia juga akan hadir. Sebut saja, Jay K. Rosengard yang merupakan Profesor Harvard Kennedy School serta Brian Arnold, ahli pajak yang sering dimintai masukannya oleh PBB dan OECD. Ada pula nama Jeffrey Owens, Profesor WU Vienna yang juga mantan Direktur Tax Center OECD, dan Mindy Herzfeld, Profesor Universitas Florida.

Baca Juga: Pemerintah Tambah Jumlah Layer Sanksi Kepabeanan

Perwakilan otoritas pajak dari beberapa negara di antaranya adalah Cath Atkins, Deputi Komisioner di Inland Revenue Selandia Baru, Kepala Otoritas Pajak Irlandia Niall Cody, dan Tom Smith selaku Direktur Strategi dan Profesionalitas Pajak HM Revenue and Customs Inggris. Ketiganya akan berbicara seputar pajak ekonomi digital dan transparansi pajak.

Mewakili IMF, Kepala Divisi Kebijakan Pajak Ruud de Mooij akan berbicara soal reformasi pajak AS dan bagaimana perusahaan dan pemerintah di berbagai negara merespons reformasi tersebut. Ekonomis dari World Trade Organisation  (WTO), Robert B. Koopman, dan Direktur Kebijakan Pajak dari  Chartered Institute of Taxation (CIOT), Inggris, John Cullinane, akan menyoroti isu pajak dan kepabeanan dari sisi perdagangan internasional.

Konferensi kemudian akan ditutup dengan pembahasan mengenai arah masa depan kebijakan pajak dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi di dunia serta pemaparan mengenai proses pembuatan kebijakan yang mengacu pada pengalaman international best practice. Termasuk dalam bahasan ini adalah penjelasan mengenai pajak lingkungan serta peran dari penerapannya.

Baca Juga: Delegasi DDTC Belajar Soal Pajak & Teknologi di Belanda

Singkatnya, konferensi kebijakan pajak global yang diselenggarakan oleh Harvard Kennedy School dan Irish Tax Institute ini memiliki narasumber yang berkelas dengan isu-isu penting di level kebijakan. Keterlibatan delegasi DDTC dalam acara tersebut dapat dibilang sebagai suatu kesempatan yang berharga karena mendapatkan ilmu serta pandangan dari ahli-ahli pajak dunia mengenai tren pajak global saat ini secara langsung.

Keikutsertaan dua orang profesional DDTC dalam konferensi kebijakan pajak global di Dublin, Irlandia ini merupakan salah satu bagian dari program Human Resource Program Development (HRDP) yang diberikan oleh DDTC kepada para profesionalnya untuk mengikuti berbagai pelatihan, kursus, hingga studi lanjut S2 di berbagai instansi maupun universitas ternama di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Soal Aksi Sepihak Pajak Ekonomi Digital, Ini Kata Robert Pakpahan
Topik : konferensi kebijakan pajak, ekonomi digital, Dublin, HRDP
artikel terkait
Senin, 17 Juni 2019 | 13:09 WIB
LAPORAN DDTC DARI BELANDA
Selasa, 28 Mei 2019 | 10:17 WIB
LAPORAN DDTC DARI DUBLIN
Senin, 27 Mei 2019 | 11:01 WIB
LAPORAN DDTC DARI DUBLIN
Jum'at, 22 Maret 2019 | 10:12 WIB
LAPORAN DDTC DARI SINGAPURA
berita pilihan
Kamis, 09 Maret 2017 | 06:01 WIB
LAPORAN DDTC DARI LONDON (3)
Selasa, 14 Maret 2017 | 09:10 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA (2)
Senin, 08 Januari 2018 | 07:10 WIB
LAPORAN DDTC DARI SELANDIA BARU
Jum'at, 22 Maret 2019 | 10:12 WIB
LAPORAN DDTC DARI SINGAPURA
Kamis, 26 April 2018 | 11:35 WIB
LAPORAN DARI NEGARA TETANGGA
Kamis, 16 Agustus 2018 | 21:12 WIB
LAPORAN DDTC DARI HARVARD UNIVERSITY (2)
Jum'at, 09 Februari 2018 | 07:26 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Sabtu, 30 Juni 2018 | 06:34 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI KUALA LUMPUR
Minggu, 08 Juli 2018 | 08:22 WIB
LAPORAN DDTC DARI RUST CONFERENCE (1)
Selasa, 06 Desember 2016 | 18:05 WIB
LAPORAN DDTC DARI MUMBAI (4)