Fokus
Literasi
Jum'at, 18 Juni 2021 | 19:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:01 WIB
KAMUS PAJAK PENGHASILAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:11 WIB
CUKAI (18)
Data & Alat
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Selasa, 08 Juni 2021 | 18:33 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:00 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 16 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 14 Juni 2021 | 14:11 WIB
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Cerita Soal Pajak di Skandinavia, Sri Mulyani: Enggak Ada yang Gratis

A+
A-
5
A+
A-
5
Cerita Soal Pajak di Skandinavia, Sri Mulyani: Enggak Ada yang Gratis

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberikan kuliah umum tentang perekonomian Indonesia di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Depok, Rabu (8/5/2019) (foto: Twitter Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani bercerita tentang pentingnya membayar pajak dengan menggunakan contoh negara-negara Skandinavia.

Saat mengisi kuliah umum tentang perekonomian Indonesia di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Depok hari ini, Rabu (8/5/2019), dia memaparkan salah satu pertanyaan yang sering muncul terkait dengan pemberian fasilitas oleh negara.

“Sering saya dengar kalimat ‘kenapa sih kita enggak seperti negara-negara Skandinavian? Sekolah, rumah sakit, semu gratis’. Kalau gratis seperti itu, yang bayar siapa? Yang bayar ya orang-orang mereka yang bayar pajak,” jelasnya, seperti dikutip dari cuitan akunTwitter @KemenkeuRI.

Baca Juga: Sengketa Jasa Asuransi Unit Link yang Dikecualikan dari Pemungutan PPN

Dia pun mengaku sudah bertanya dengan kolega orang Skandinavian tentang besaran tarif pajak penghasilan (PPh) yang harus dibayarkan ke negara. Kolega tersebut, sambungnya, menjawab pembayaran PPh ke negara sebesar lebih dari 50%.

Seperti diketaui, beberapa negara yang masuk dalam kelompok Skandinavian adalah Swedia, Denmark, dan Norwegia. Tarif PPh orang pribadi di Swedia dan Denmark masing-masing tercatat sebesar 61,85% dan 55,80%. Sementara, tarif PPh orang pribadi di Norwegia tercatat sebesar 38,52%.

Koleganya, sambung Sri Mulyani, merasa pembayaran pajak sebesar itu cukup adil. Hal ini dikarenakan anak-anak mereka sudah dijamin negara dari lahir sampai dewasa. Menurut mereka, lanjut Sri Mulyani, besarnya pajak yang dibayar sepadan dengan fasilitas yang diterima.

Baca Juga: Bersiap! Program Pemutihan Pajak Kendaraan Segera Diluncurkan

“Jawaban dia [kolega] adalah ‘saya enggak masalah’. … Jadi, enggak ada di negara maju manapun yang gratisan,” tuturnya.

Dia pun menyebut Norwegia yang memiliki sumber daya alam (SDA) melimpah dengan hasil minyak yang banyak juga mengharuskan masyarakatnya bayar pajak. Uang hasil SDA di Norwegia, sambungnya, dimasukkan untuk dana abadi.

Dalam konteks Indonesia, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menegaskan penerimaan perpajakan sangat penting karena mengambil porsi 82% dari total penerimaan negara. Porsi tersebut bisa saja dikurangi – termasuk dengan pemangkasan tarif – tapi akan berpengaruh pada stabilitas APBN.

Baca Juga: Aturan Baru Pencatatan & Pembukuan untuk Perpajakan, Download di Sini

Di akhir acara, Sri Mulyani berpesan pada para mahasiswa saat bekerja di masa mendatang, terutama sebagai akuntan. Dia meminta agar kompetensi, profesionalisme, dan integritas dapat selalu dijaga. Hal ini cukup krusial.

“Jangan pernah jual belikan integritas kalian, profesionalitas kalian, karena ini akan menjadi trademark kalian kelak,” tuturnya. (kaw)

Baca Juga: Dalam Satu Dekade, Kebocoran Pajak di Negara Ini Tembus Rp333 Triliun
Topik : pajak, Skandinavia, perpajakan, Sri Mulyani
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 18 Juni 2021 | 09:30 WIB
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 09:00 WIB
MOLDOVA
Jum'at, 18 Juni 2021 | 08:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:54 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 18 Juni 2021 | 19:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 18 Juni 2021 | 18:30 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Jum'at, 18 Juni 2021 | 18:18 WIB
DDTC NEWSLETTER
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:55 WIB
KEKAYAAN NEGARA
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:48 WIB
LAYANAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:07 WIB
PMK 56/2021
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:01 WIB
KAMUS PAJAK PENGHASILAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:05 WIB
EFEK VIRUS CORONA