Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 24 September 2021 | 18:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 September 2021 | 18:45 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 18:02 WIB
PROFIL PERPAJAKAN VENEZUELA
Jum'at, 24 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Minggu, 26 September 2021 | 13:00 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Minggu, 26 September 2021 | 09:00 WIB
KETUA APPI SUWANDI WIRATNO
Jum'at, 24 September 2021 | 16:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Jum'at, 24 September 2021 | 15:47 WIB
PAJAK SELEBRITAS
Reportase
Perpajakan.id

Bukan Hanya Penerimaan, Ini Fokus Renstra 2020-2024 Bea Cukai

A+
A-
3
A+
A-
3
Bukan Hanya Penerimaan, Ini Fokus Renstra 2020-2024 Bea Cukai

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi saat memaparkan materi dalam webinar yang digelar Perkumpulan Praktisi dan Profesi Konsultan Pajak Indonesia (P3KPI), Rabu (2/12/2020). (tangkapan layar Youtube P3KPI Official)

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Bea Cukai (DJBC) menyebut rencana strategis (Renstra) 2020-2024 tidak hanya fokus dalam mengumpulkan penerimaan negara baik dari sisi kepabeanan dan cukai.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan arah kebijakan DJBC sampai dengan 2024 terbagi dalam 4 tujuan, yakni kebijakan fiskal yang sehat, perlindungan masyarakat dan dukungan ekonomi yang efektif, birokrasi dan pelayanan publik yang efektif, serta penerimaan negara yang optimal.

"Dulu kami fokus sebagai tukang mengumpulkan perpajakan, tapi sekarang dikalibrasi bagaimana Bea Cukai itu mengedepankan dukungan kepada industri dan perdagangan," katanya dalam acara webinar yang digelar Perkumpulan Praktisi dan Profesi Konsultan Pajak Indonesia (P3KPI), Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: Harga Komoditas Merangkak Naik, Setoran Kepabeanan Meroket

Dengan memberikan dukungan kepada pelaku usaha dan menjadi fasilitator kegiatan perdagangan, sambung Heru, pada akhirnya akan membuat penerimaan negara menjadi optimal. Oleh karena itu, perubahan tersebut menjadi strategis bagi otoritas kepabeanan dan cukai.

Menurutnya, tuntutan untuk memberikan dukungan kepada kegiatan ekonomi menjadi lebih penting pada tahun ini karena adanya pandemi Covid-19. Heru menyebutkan proses pemulihan ekonomi nasional perlu dukungan regulasi yang lebih cepat dalam melayani dan menjamin kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Salah satu agenda yang dilakukan DJBC dalam upaya menjadi fasilitator perdagangan dan ekonomi adalah dengan integrasi pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. Sebelumnya, kedua proses bisnis tersebut berjalan dalam dua sistem operasi yang terpisah.

Baca Juga: DJBC Prediksi Setoran Cukai Minuman Beralkohol Membaik Tahun Ini

"Jadi Covid-19 kami jadikan pengalaman sebagai upaya perbaikan sistem. Dengan CEISA 4.0, layanan kepabeanan dan cukai kami gabung. Jadi, melakukan pengawasan dengan basis Smart Customs," terangnya.

Heru menambahkan pelaku usaha juga ikut digandeng untuk berkolaborasi dalam menyempurnakan Renstra DJBC pada 2020-2024. Pasalnya, pelaku usaha menjadi pemangku kepentingan yang berhubungan erat dengan proses bisnis yang dilakukan oleh DJBC.

"Renstra ini masih bisa dimodifikasi kalau ada masukan dari stakeholder karena penekanannya sekarang layanan Bea Cukai itu salah satunya sebagai trade facilitator dan perlindungan komunitas," imbuh Heru. (kaw)

Baca Juga: Tantangannya Memang Tak Mudah, tapi Kami Siapkan Strateginya

Topik : Renstra DJBC, Bea Cukai, P3KPI

KOMENTAR

Di mana posisi Anda terhadap suatu wacana kebijakan perpajakan? Apa yang melatarbelakangi posisi Anda? Yuk, ikut berpartisipasi dalam Debat DDTCNews! Tulis komentar, isi survei, dan rebut hadiah berupa uang tunai! Kunjungi Setuju dengan Pajak Karbon? Sampaikan Pendapat Anda, Rebut Hadiahnya!
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 03 Juli 2021 | 15:00 WIB
PMK 74/2021

PMK Baru, Impor Barang ini Dapat Fasilitas Rush Handling dari DJBC

Jum'at, 02 Juli 2021 | 11:34 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Minimalkan Interaksi Tatap Muka, Bea Cukai Luncurkan Aplikasi Siandru

Selasa, 29 Juni 2021 | 14:38 WIB
PENERIMAAN CUKAI

DJBC: Kontribusi Cukai pada Perpajakan Indonesia Tertinggi di Asia

Minggu, 27 Juni 2021 | 08:00 WIB
KEPALA KANTOR PELAYANAN UTAMA BEA DAN CUKAI BATAM SUSILA BRATA:

‘Kami Beri Pelayanan Terbaik dengan Tetap Lakukan Pengawasan Intensif’

berita pilihan

Minggu, 26 September 2021 | 15:00 WIB
PRANCIS

OECD Minta Stimulus Fiskal di Tiap Yurisdiksi Dilanjutkan Tahun Depan

Minggu, 26 September 2021 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pandemi Jadi Momentum Penguatan Ketentuan Antipenghindaran Pajak

Minggu, 26 September 2021 | 14:00 WIB
DENMARK

Kurangi Konsumsi Minuman Beralkohol, WHO Minta Tarif Pajak Dinaikkan

Minggu, 26 September 2021 | 13:30 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Bonus Demografi Bisa Berdampak Positif Terhadap Penerimaan Pajak

Minggu, 26 September 2021 | 13:00 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Awkarin Datangi Kantor Pajak, Ada Apa?

Minggu, 26 September 2021 | 12:55 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Pentingnya Moral Pajak untuk Penerimaan yang Berkelanjutan

Minggu, 26 September 2021 | 12:00 WIB
KOTA BATU

Puluhan Pengusaha Dapat Sosialisasi Soal Kewajiban Pajak

Minggu, 26 September 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Pembayaran Sendiri PPh Final Penjualan Tanah/Bangunan Non-Pengembang

Minggu, 26 September 2021 | 10:30 WIB
AFRIKA SELATAN

Otoritas Rilis Formulir Deklarasi Baru Soal Residensi Pajak

Minggu, 26 September 2021 | 10:00 WIB
IRLANDIA

Hadapi Konsensus Global, Strategi Kebijakan Pajak 2022 Mulai Dikaji