Berita
Minggu, 17 Januari 2021 | 10:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Minggu, 17 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEUANGAN DAERAH
Minggu, 17 Januari 2021 | 07:01 WIB
KOTA BOGOR
Minggu, 17 Januari 2021 | 06:01 WIB
DISTRIBUSI VAKSIN
Review
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 10 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA PUSAT ESTU BUDIARTO:
Rabu, 06 Januari 2021 | 16:38 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:31 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 14 Januari 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 13 JANUARI - 19 JANUARI 2021
Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:40 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 06 Januari 2021 | 17:06 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Minggu, 17 Januari 2021 | 08:01 WIB
BUDIJANTO ARDIANSJAH:
Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Rabu, 13 Januari 2021 | 11:15 WIB
DDTC PODTAX
Reportase
Perpajakan.id

Bukan Hanya Penerimaan, Ini Fokus Renstra 2020-2024 Bea Cukai

A+
A-
3
A+
A-
3
Bukan Hanya Penerimaan, Ini Fokus Renstra 2020-2024 Bea Cukai

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi saat memaparkan materi dalam webinar yang digelar Perkumpulan Praktisi dan Profesi Konsultan Pajak Indonesia (P3KPI), Rabu (2/12/2020). (tangkapan layar Youtube P3KPI Official)

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Bea Cukai (DJBC) menyebut rencana strategis (Renstra) 2020-2024 tidak hanya fokus dalam mengumpulkan penerimaan negara baik dari sisi kepabeanan dan cukai.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan arah kebijakan DJBC sampai dengan 2024 terbagi dalam 4 tujuan, yakni kebijakan fiskal yang sehat, perlindungan masyarakat dan dukungan ekonomi yang efektif, birokrasi dan pelayanan publik yang efektif, serta penerimaan negara yang optimal.

"Dulu kami fokus sebagai tukang mengumpulkan perpajakan, tapi sekarang dikalibrasi bagaimana Bea Cukai itu mengedepankan dukungan kepada industri dan perdagangan," katanya dalam acara webinar yang digelar Perkumpulan Praktisi dan Profesi Konsultan Pajak Indonesia (P3KPI), Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: Bea Cukai Fasilitasi Kedatangan Vaksin Tahap III

Dengan memberikan dukungan kepada pelaku usaha dan menjadi fasilitator kegiatan perdagangan, sambung Heru, pada akhirnya akan membuat penerimaan negara menjadi optimal. Oleh karena itu, perubahan tersebut menjadi strategis bagi otoritas kepabeanan dan cukai.

Menurutnya, tuntutan untuk memberikan dukungan kepada kegiatan ekonomi menjadi lebih penting pada tahun ini karena adanya pandemi Covid-19. Heru menyebutkan proses pemulihan ekonomi nasional perlu dukungan regulasi yang lebih cepat dalam melayani dan menjamin kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Salah satu agenda yang dilakukan DJBC dalam upaya menjadi fasilitator perdagangan dan ekonomi adalah dengan integrasi pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. Sebelumnya, kedua proses bisnis tersebut berjalan dalam dua sistem operasi yang terpisah.

Baca Juga: Untuk Pertama Kali, Bea Cukai Musnahkan 570 Senjata Api Dinas

"Jadi Covid-19 kami jadikan pengalaman sebagai upaya perbaikan sistem. Dengan CEISA 4.0, layanan kepabeanan dan cukai kami gabung. Jadi, melakukan pengawasan dengan basis Smart Customs," terangnya.

Heru menambahkan pelaku usaha juga ikut digandeng untuk berkolaborasi dalam menyempurnakan Renstra DJBC pada 2020-2024. Pasalnya, pelaku usaha menjadi pemangku kepentingan yang berhubungan erat dengan proses bisnis yang dilakukan oleh DJBC.

"Renstra ini masih bisa dimodifikasi kalau ada masukan dari stakeholder karena penekanannya sekarang layanan Bea Cukai itu salah satunya sebagai trade facilitator dan perlindungan komunitas," imbuh Heru. (kaw)

Baca Juga: DJBC Pekanbaru Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp6 Miliar

Topik : Renstra DJBC, Bea Cukai, P3KPI
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 17 November 2020 | 14:45 WIB
SE-17/BC/2020
Selasa, 17 November 2020 | 11:15 WIB
SE-17/BC/2020
Selasa, 17 November 2020 | 10:30 WIB
SE-17/BC/2020
Selasa, 17 November 2020 | 09:25 WIB
AGENDA PAJAK
berita pilihan
Minggu, 17 Januari 2021 | 10:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Minggu, 17 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEUANGAN DAERAH
Minggu, 17 Januari 2021 | 08:01 WIB
BUDIJANTO ARDIANSJAH:
Minggu, 17 Januari 2021 | 07:01 WIB
KOTA BOGOR
Minggu, 17 Januari 2021 | 06:01 WIB
DISTRIBUSI VAKSIN
Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:01 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Sabtu, 16 Januari 2021 | 15:01 WIB
PORTUGAL
Sabtu, 16 Januari 2021 | 14:01 WIB
KOTA BALIKPAPAN
Sabtu, 16 Januari 2021 | 13:01 WIB
PEMULIHAN EKONOMI