Academy - IC TP Batch 34
News - STAN Tax Writing Challenge
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
PENERIMAAN BEA DAN CUKAI

Penerimaan Bea dan Cukai Tumbuh 8,5 Persen, Terkumpul Rp240,1 Triliun

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Minggu, 11 Oktober 2026 | 14.30 WIB
Penerimaan Bea dan Cukai Tumbuh 8,5 Persen, Terkumpul Rp240,1 Triliun
<p>Ilustrasi.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Penerimaan kepabeanan dan cukai terealisasi Rp240,1 triliun atau tumbuh 8,5% secara tahunan hingga 30 September 2026.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir kuartal III/2026 berjalan on track. Dia optimistis realisasinya dapat mencapai target yang ditetapkan senilai Rp336 triliun.

"Kepabeanan dan cukai saat ini telah terkumpul Rp240,1 triliun, itu 71,5% dari target APBN, sehat di tiga perempat tahun mengumpulkan 71,5% dari APBN," ujarnya, dikutip pada Minggu (11/10/2026).

Lebih lanjut, Suahasil melaporkan kinerja masing-masing komponen penerimaan kepabeanan dan cukai sepanjang Januari hingga September 2026.

Pertama, setoran cukai terkumpul senilai Rp167,7 triliun atau tumbuh 2,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu terkumpul Rp163,3 triliun.

Suahasil menilai pertumbuhan penerimaan cukai didorong oleh aktivitas penindakan yang konsisten dan kenaikan produksi rokok di dalam negeri.

Kedua, bea masuk terealisasi Rp41,6 triliun atau tumbuh 13,6% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu hanya Rp36,6 triliun. Bea masuk masih tumbuh positif karena dipengaruhi peningkatan volume dan nilai impor.

Ketiga, bea keluar terkumpul Rp30,9 triliun atau melonjak 44,5% bila dibandingkan dengan tahun lalu hanya terkumpul Rp21,4 triliun. Komponen ini tumbuh tinggi lantaran didorong peningkatan harga dan volume ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).

Menurut Suahasil, kinerja pengumpulan bea dan cukai yang baik antara lain dikarenakan masifnya kegiatan pengawasan dan penindakan yang dilakukan DJBC terhadap peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal, serta kejahatan perdagangan ekspor maupun impor.

"Dan yang lebih penting adalah kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman dari bea cukai, yaitu penguatan pengawasan,” tuturnya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.