JAKARTA, DDTCNews - Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam peresmian operasional 1.061 koperasi desa merah putih, Prabowo berpandangan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak memberikan dampak kepada masyarakat desa.
"Selama Purbaya (Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa) bisa senyum, tenang saja, enggak usah kalian khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar," ujar Prabowo, dikutip pada Minggu (17/5/2026).
Prabowo pun mengatakan Indonesia kini memiliki perekonomian yang kuat serta cadangan pangan dan energi yang berlimpah. Dia mengeklaim Indonesia justru berada dalam posisi yang lebih aman bila dibandingkan dengan negara lain.
"Pangan aman, energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa," ujar Prabowo.
Prabowo juga menyatakan resiliensi Indonesia terbukti dari terpenuhinya kebutuhan pupuk di dalam negeri di tengah banyaknya negara yang kesulitan memenuhi kebutuhannya akibat blokade atas Selat Hormuz oleh Iran.
Kini, banyak negara yang justru meminta pupuk kepada Indonesia. "Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada sekarang di pihak yang bisa memberi bantuan. Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia, 500.000 ton urea ke Australia. Filipina juga minta ke kita, kemudian India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya, bantu semua," ujar Prabowo.
Tak hanya itu, Prabowo mengeklaim kini juga banyak negara yang meminta beras dari Indonesia. Hal ini terjadi karena pemerintah berupaya untuk mewujudkan swasembada pangan.
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah tercatat kembali melemah ke level Rp17.600 per dolar AS pada Sabtu (16/5/2026). Nilai tukar rupiah tercatat telah menembus Rp17.000 per dolar AS sejak bulan lalu. (dik)
