JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah sedang membahas pembentukan kawasan ekonomi khusus untuk sektor keuangan, tidak terbatas pada family office semata.
Menurut Purbaya, pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK) sektor keuangan dimaksud sudah direstui oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Sebetulnya bukan family office nanti, KEK untuk financial sector. Yang masuk ke saya adalah yang model Dubai gitu. Presiden sudah memberikan perintah dan petunjuk," katanya, dikutip pada Minggu (26/4/2026).
Purbaya menuturkan pembentukan KEK sektor keuangan akan dilaksanakan oleh tim yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. "Jadi menko perekonomian akan lead timnya, nanti akan kita bantu dari situ," ujarnya.
Prabowo sebelumnya telah mengatakan bahwa dirinya telah menerima proposal perihal pembentukan financial center dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
"Kita mau bikin apa itu? Special financial center. Kita lagi cari tempat. Kalau Pak Luhut (Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan) menyarankan di Bali. Enggak tahu Pak Luhut senang banget Bali itu," ujar Prabowo pada April 2026
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menjelaskan pemerintah sedang menyiapkan regulasi-regulasi yang diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan family office di Indonesia.
Menurut Rosan, penyelenggaraan family office di Indonesia membutuhkan dukungan regulasi dalam bentuk penerapan enclave common law.
"Kami lagi mengkaji pembangunan family office ini aturan-aturannya apa saja, dan yang paling penting adalah bagaimana itu ada benar-benar bisa berjalan dan berfungsi," ujar Rosan. (rig)
