JAKARTA, DDTCNews - Pesatnya pertumbuhan penerimaan pajak pada Januari-Februari 2026 tercatat disokong oleh pertumbuhan penerimaan PPN dan PPnBM.
Pada kedua bulan tersebut, realisasi PPN dan PPnBM mencapai Rp85,9 triliun atau bertumbuh sebesar 97,4% bila dibandingkan dengan realisasi PPN dan PPnBM pada Januari-Februari 2025.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pertumbuhan PPN dan PPnBM tak terlepas dari pertumbuhan transaksi. "Kegiatan ekonomi berjalan terus, makanya ada penerimaan PPN," kata Suahasil, Rabu (11/3/2026).
Selanjutnya, PPh badan tercatat tumbuh sebesar 4,4% dengan realisasi senilai Rp23,7 triliun, sedangkan realisasi PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21 mencapai Rp29 triliun dengan pertumbuhan 3,4%.
Adapun PPh final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 tercatat tumbuh 4,4% dengan realisasi senilai Rp52,2 triliun, sedangkan pajak lainnya bertumbuh sebesar 24,25 dengan realisasi senilai Rp54,4 triliun.
Secara keseluruhan, realisasi penerimaan pajak neto bertumbuh sebesar 30,4% dengan realisasi senilai Rp245,1 triliun, sementara realisasi pajak bruto mencapai Rp336,9 triliun dengan pertumbuhan sebesar 12,7%.
Pertumbuhan penerimaan pajak yang pesat dalam 2 bulan terakhir turut menyokong percepatan belanja. Perlu diketahui, realisasi belanja negara pada Januari-Februari 2026 mencapai Rp493,8 triliun atau tumbuh 41,9%.
"Belanja bisa lebih cepat dengan APBN yang tetap baik karena memang ada peningkatan dalam penerimaan, khususnya pajak," ujar Suahasil. (dik)
