JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat realisasi penerimaan pajak nasional hingga 28 Februari 2026 sudah terkumpul Rp245,1 triliun.
Berdasarkan capaian tersebut, Purbaya optimistis setoran pajak nasional akan membaik pada tahun ini. Menurutnya, perbaikan itu juga tecermin dari pertumbuhan penerimaan pajak yang cukup tinggi mencapai angka 30% dalam dua bulan berturut-turut.
"Pengumpulan pajak di 2 bulan pertama tahun 2026 ini tumbuh sebesar 30%, baik Januari maupun Februari. Berarti stabil, dan kita akan pastikan itu akan stabil terus ke depan," ujarnya dalam media briefing, Jumat (6/3/2026).
Purbaya menilai pertumbuhan penerimaan pajak yang dobel digit ini didukung perbaikan kondisi ekonomi dalam negeri. Ketimbang tahun lalu, lanjutnya, ekonomi Indonesia dalam kondisi yang lebih baik, baik dari angka pertumbuhan, kinerja belanja, likuiditas di sektor finansial, PMI manufaktur dan lain sebagainya.
Sejalan dengan itu, dia menuturkan pemerintah akan meninjau seluruh faktor-faktor pendukung pertumbuhan ekonomi agar tetap berjalan dengan baik ke depannya. Selain itu, dia juga berupaya mengatasi hambatan dunia usaha guna mendongkrak iklim usaha.
"Belanja pemerintah, likuiditas di sektor finansial kita jaga sama dengan bank sentral. Kendala bisnis akan kita perbaiki secepat mungkin, kita juga akan fokus ke proyek-proyek besar yang memberi dampak kepada ekonomi," kata Purbaya.
Secara keseluruhan, Kemenkeu mencatat pendapatan negara hingga 28 Februari 2026 mencapai Rp358 triliun atau tumbuh 12,8% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, belanja negara telah terealisasi Rp493,8 triliun.
Dengan demikian, APBN mengalami defisit senilai Rp135,7 triliun, atau sebesar 0,53% PDB per Februari 2026. (rig)
