KEUANGAN NEGARA

Tembus 40,46% PDB, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman

Aurora K. M. Simanjuntak
Kamis, 19 Februari 2026 | 19.30 WIB
Tembus 40,46% PDB, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan mencatat rasio utang pemerintah sebesar 40,46% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir 2025.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim posisi utang pemerintah tersebut masih terkendali dan aman, terlebih bila dibandingkan dengan negara tetangga. Karena masih dalam batas aman, utang tersebut diyakini tidak bakal menekan ruang fiskal.

"Rasio utang kita memang kenapa? Lihat Singapura [rasio utangnya] lebih dari 100%, Malaysia di atas 60%. Dengan standar itu, kita masih aman," ujarnya, dikutip pada Kamis (19/2/2026).

Sebagai informasi, nominal utang pemerintah pada akhir 2025 mencapai Rp9.637,9 triliun. Bila dibandingkan dengan PDB 2025 yang senilai Rp23.821,1 triliun, maka didapatkan rasio utangnya sebesar 40,46%.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rasio utang pemerintah pada 2024 yang sebesar 39,36% PDB. Namun, rasio utang pada 2025 masih di bawah ambang batas yang ditetapkan dalam UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara sebesar 60% PDB.

Selain utang yang terkendali, Purbaya menilai kinerja fiskal pada tahun lalu masih stabil dan kuat. Hal itu tecermin dari defisit APBN yang dijaga di bawah 3%, yakni sebesar 2,92% PDB.

Dia menjelaskan pelebaran defisit anggaran pada 2025 menggambarkan peran krusial APBN dalam mendongkrak perekonomian. Di tengah kelesuan ekonomi, pemerintah memilih menerapkan kebijakan fiskal ekspansif, misal dengan meningkatkan belanja supaya ekonomi berbalik arah atau pulih.

"Sebetulnya strategi yang amat smart. Kita enggak melewati batas 3%, ekspansi fiskal, kasih stimulus ke ekonomi, ekonominya balik arah. Tinggal kita lari dan atur seperti apa irama ekonominya ke depan, tidak seperti kemarin [kuartal III/2025] di mana kita mau hancur, ada demo besar-besaran kan," ungkap Purbaya. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.