KEBIJAKAN PEMERINTAH

Harga Minyak Melambung, Purbaya Bersiap Efisiensi Belanja Termasuk MBG

Aurora K. M. Simanjuntak
Senin, 09 Maret 2026 | 14.00 WIB
Harga Minyak Melambung, Purbaya Bersiap Efisiensi Belanja Termasuk MBG
<table style="width:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>Ilustrasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertimbangkan pemangkasan beberapa pos belanja, salah satunya program makan bergizi gratis (MBG), apabila APBN mengalami tekanan akibat lonjakan harga minyak dunia.

Purbaya mengatakan efisiensi anggaran akan dilakukan jika harga minyak dunia melambung rata-rata mencapai US$92 per barel dalam setahun. Dia mengkalkulasi harga minyak yang sedemikian tinggi akan membuat defisit APBN menembus 3,6% PDB.

Oleh karena itu, pemerintah akan mengantisipasinya dengan melakukan efisiensi anggaran. "Kita sudah exercise, kalau harga minyak US$92 selama setahun rata-rata, maka defisitnya jadi 3,6% lebih. Nah, kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu tidak terjadi, misalnya dengan penghematan di MBG," ujarnya, dikutip pada Senin (9/3/2026).

Purbaya berpandangan MBG merupakan program penting. Namun, pemerintah tetap dapat memangkas sejumlah komponen belanja yang tidak berkaitan langsung dengan penyediaan atau penyaluran MBG kepada penerima manfaatnya.

Contohnya, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur umum membeli barang-barang yang tidak berkaitan dengan program MBG, seperti komputer dan motor bagi para petugasnya.

"Misalnya, beli motor, atau SPPG diganti jadi motor, mereka senang tapi saya rugi. Misalnya lagi, beli komputer untuk SPPG-nya. Ada kemungkinan anggaran MBG yang diajukan adalah yang enggak terlalu penting, tapi untuk makanan kita enggak akan ganggu, kita akan dukung," tutur Purbaya.

Tidak hanya belanja program MBG yang berpotensi dipangkas. Purbaya menyebut penghematan anggaran juga menyasar pagu milik Kementerian Pekerjaan Umum lantaran program pembangunan yang bukan prioritas masih bisa ditunda hingga tahun depan.

Selain itu, bendahara negara juga membuka peluang untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Meski demikian, dia mengaku jajaran menteri pada Kabinet Merah Putih belum memutuskan kebijakan yang bertujuan menyesuaikan harga BBM dalam negeri menyusul dampak perang di Timur Tengah.

"Belum [bahas adjustment harga BBM bersubsidi], karena saya bilang sekarang kita masih aman anggarannya," tutup Purbaya. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.