KEBIJAKAN PAJAK

Purbaya Masih Pikir-Pikir Beri Insentif Fiskal untuk Industri Otomotif

Aurora K. M. Simanjuntak
Minggu, 08 Februari 2026 | 08.30 WIB
Purbaya Masih Pikir-Pikir Beri Insentif Fiskal untuk Industri Otomotif
<p>Ilustrasi. Pengunjung memadati venue pameran mobil pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.</p>

JAKARTA DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum mengambil keputusan untuk memberikan insentif kepada industri otomotif pada tahun anggaran 2026.

Purbaya beranggapan jika insentif fiskal tidak dilanjutkan, justru akan menghemat anggaran negara. Sebab, pengeluaran negara yang berasal dari belanja perpajakan (tax expenditure) tahun ini menjadi tidak terlalu besar.

"Kalau enggak ada insentif lagi malah untung ya? Saya enggak tahu [akan melanjutkan insentif atau tidak], saya akan lihat lagi," ujarnya kepada awak media, Minggu (8/2/2026).

Purbaya menilai kinerja industri otomotif sudah cukup baik, tecermin dari banyaknya pabrik-pabrik baru yang beroperasi di Indonesia. Karena kondisi sektor tersebut relatif kuat, menurutnya, keputusan untuk memberikan insentif tambahan perlu ditinjau lebih lanjut.

Untuk diketahui, pemerintah memberikan berbagai kemudahan fiskal untuk sektor otomotif, khususnya bagi kendaraan elektrifikasi atau electric vehicle (EV).

Contoh, pemerintah menggelontorkan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) dan PPnBM DTP atas penyerahan mobil listrik dan bus listrik tertentu yang memenuhi kriteria nilai TKDN. Ketentuan ini dimuat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 12/2025.

Selain itu, ada fasilitas pembebasan bea masuk serta PPnBM DTP atas impor EV dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU). Sayangnya, sederet insentif ini telah berakhir pada Desember 2025.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengungkapkan nasib insentif pajak untuk sektor otomotif 2026. Dia mengatakan pemerintah belum berencana memberikan tambahan stimulus, mengingat sektor tersebut sudah mendapat suntikan insentif selama 2 tahun berturut-turut.

Dia menilai dukungan stimulus yang diberikan pemerintah sepanjang 2024-2025 berdampak positif bagi industri otomotif, antara lain mampu mengerek produktivitas pabrik otomotif, serta mendatangkan investasi khususnya di bidang EV.

"Otomotif silakan di-review karena otomotif sudah kita berikan insentif selama 2 tahun terakhir dan nilainya Rp7 triliun dan investasi di sektor otomotif terutama EV sudah meningkat," kata Airlangga pada awal tahun. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.